Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Remaja Hebat dengan Al Quran


Oleh: Rantika Nur Asyifa


Sobat Perubahan sebenarnya kisah-kisah di Alquran bicara tentang siapa? Tentang apa? SubhanAllah, ternyata sebagian besar kisah dalam Al Quran ini adalah cerita pemuda tangguh yang mengemban tugas memperbaiki dunia, dan di satu sisinya, mengisahkan pemuda ringkih dan rapuh, jangankan membela Islam, mereka malah menyumpah serapah risalah.


Alquran mengantar umatnya dengan kisah-kisah pemuda, agar kapanpun, siapapun dan bagaimanapun keadaan umat ini, selalu terbit semangat muda yang bergelora untuk menjaga panji umat ini hingga tak akan jatuh, sampai Israfil meniupkan sangkakalanya, kelak di akhir umur dunia.


Wahai Sobat, Sejatinya para pemudalah yang menjadi tulang punggung utama sebuah perubahan. Para pemudalah sebagai pundak kebangkitan sebuah peradaban. Sejarah mencatat, semangat  darah merah kaum mudalah yang menjadi energi sebuah kebangkitan atau penaklukan wilayah.


“Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya, mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.” (QS al-Kahfi [18]: 13).


Untuk menjadi pemuda dambaan peradaban Alquran pada hari ini, paling tidak harus memiliki empat hal, yaitu memiliki pemikiran yang dilandasi keikhlasan karena Allah, mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah, dan tak pernah berhenti mencari ilmu sebagai bekal hidupnya karena peradaban tidak akan pernah tegak tanpa ilmu.


Syarat terakhir adalah mengamalkan ilmu yang didapatkan dan berjihad untuk merealisasikan ilmunya. Sebab, tanpa usaha dan perjuangan, sebuah ide atau gagasan tidak akan pernah muncul dan berkembang.


Negara kita, insya Allah akan bisa bangkit dengan peradaban Alquran jika para pemudanya menjaga orisinalitas pemikiran Islam mereka berdasarkan akidah Islam.


Di samping menjaga orisinalitas pemikiran Islam untuk dapat menjadi dambaan peradaban Alquran, seorang pemuda juga harus menyadari eksistensinya.


“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS Ali 'Imran [3]: 110).


Pemuda Islam harus menyadari, mereka bukanlah seperti rumput ilalang yang sembarang tumbuh di padang. Mereka adalah umat terbaik yang dipilih Allah bagi umat manusia selama mereka selalu menyuruh kepada kebaikan, mencegah dan melawan segala bentuk kemungkaran dengan landasan iman kepada Allah.


Inilah pemuda yang terukir indah dalam Alquran, kita ingat lalu kembali me-review, kemudian mari mengambil hikmah dengan segera, agar intisari ilmu tak menguap-uap di atas kepala lalu hilang layaknya asap yang ditelan awan.


/Ini Ismail, Remaja dengan Aqidah Paling Mantap/


Tipe remaja yang satu ini adalah yang ‘The Best’. Nabi Ismail yang digambarkan sebagai seorang pemuda berhati bersih, terabadikan dalam Qur’an dengan begitu nyata, dan jujur mengharukan. Jika ini dibuat film, dijamin orang-orang yang menontonnya akan menangis, bagaimana tidak? Nabi Ismail yang lama tak jumpa dengan ayahanda tercinta, setelah melepas rindu, ayahnya, Nabi Ibrahim diperintahkan Allah untuk menyembelihnya. Kisahnya sungguh berhikmah, beginilah Alquran melukiskannya:


“Maka tatkala anak itu sampai pada umur sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.


Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya), nyatalah kesabaran keduanya. Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu”, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS. Ash-Shaffat, ayat 102 sampai 107)


“Seorang pemuda yang mempersembahkan nilai-nilai pengorbanan dan pembelaan dengan gambaran yang sangat indah dan menakjubkan”, tulis Syaikh Muhammad Said Hawwa dalam bukunya ‘Shina’ah Asy-Syabaab’ “Hal ini berbekas pada keimanan yang sempurna, sehingga dia mempersembahkan dirinya untuk disembelih. Apakah ada buah keimanan dan pengorbanan yang melebihi ini? Dialah pemuda yang bernama Ismail, yang berjiwa muda yang bertaqwa dan suci.”


Sungguh Ismail muda menjadi inspirasi generasi muda Islam hari ini di Palestina dan dunia Islam seluruhnya. Bagaimana tidak? Keimanan yang tinggi membuat seorang pemuda menjadi kokoh prinsipnya, gaya pikirnya melampaui zamannya, kedewasaannya begitu matang, dan sikap ketaatannya begitu totalitas.


Satu catatan penting yang mesti kita petakan dengan benar. Kan’an anak nabi, Ismail juga anak nabi, namun apa yang membedakannya? Kedua remaja ini hidup dalam gaya yang berbeda. Kan’an mengikuti hawa nafsu, sedangkan Ismail mengikuti kemauan risalah. Kan’an menjadikan angkuh sebagai prinsip utamanya, Ismail menjadikan taat menjadi pondasi cara berpikirnya.


Banyak lagi kisah dan inspirasi remaja dalam Alquran yang sangat sayang jika tidak kita ulas dengan seksama. Akan banyak lagi tipe-tipe remaja, masalah dan cara solusinya yang tertuang menakjubkan dalam Alquran, seperti kisah remaja Nabi Yusuf, inspirasi hikmah Nabi Yahya muda, dan yang paling fenomenal adalah Ashabul Kahfi. Semoga di lain kesempatan bisa kita ulas bersama, hingga hati makin hidup, hikmah makin terkumpul, dan keyakinan pada Alquran makinlah berjaya.

Wallahu a’lam bisshawab. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Remaja Hebat dengan Al Quran"