Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terjebak Standar Cantik Jaman Now #TrueBeauty


Oleh: Kak Yuli (Member SWI Muslimah Bangil)


Sahabat salehah menentukan standar dalam hidup itu super penting banget. Soalnya itu akan mempengaruhi seluruh perbuatan kita. Dan perbuatan kita akan menentukan kehidupan kita kelak di akhirat, kita mau masuk surga atau neraka. Karena kita adalah muslimah maka kita percaya Allah akan meminta pertanggung jawaban seluruh amal perbuatan kita di dunia.


Standar hidup kita akan mempengaruhi cara pandang kita tentang segala hal di dunia ini. Misal nih standar tentang kebahagiaan, kesuksesan, kecantikan,  dan lain-lain.  

Untuk membahas lebih lanjut tentang hal ini, pada hari Kamis, 24 Februari 2021, Smart With Islam Muslimah Bangil mengadakan disline (diskusi online) via WAG bertema ‘Terjebak Standar Cantik Jaman Now’ yang menghadirkan Ustadzah Chamdiyah sebagai pemateri.  Diskusi ini di sambut antusias oleh semua peserta grup.


Sebenarnya apa  sih standar kecantikan itu?

Eits tunggu dulu, sebelum kita bahas lebih jauh diskusi tentang standar kecantikan, kita harus tahu  dulu nih standar/patokan yang akan kita pakai. Memang ada berapa standar?


Bu Chamdiyah menjelaskan bahwa secara garis besar standar itu ada dua yaitu standar menurut Kapitalisme dan standar menurut Islam.


Emang gimana sih standar kecantikan menurut Kapitalisme? 


Kapitalisme memandang semua hal itu dihargai berdasarkan materi. Sehingga Kapitalisme membuat standar cantik itu yang putih bersih, tubuhnya tinggi semampai dan langsing, serta wajah mulus dan glowing. 


Jadi ketika seseorang itu tidak memenuhi standar cantik ala Kapitalisme ini, akan muncul rasa insecure pada dirinya, sehingga dia akan melakukan berbagai cara supaya bisa memenuhi standar cantik ala Kapitalisme ini. Misalnya pakai skincare yang bikin glowing, minum obat pelangsing, bahkan sampai operasi plastik.


Terus standar kecantikan menurut Iislam itu gimana sih?


Islam memandang bahwa kecantikan tidak dinilai dari fisik tapi dari ketakwaan. Secara kita kan nggak bisa milih ya mau punya wajah gimana, warna kulit apa, atau bentuk tubuh seperti apa. Nah semua itu adalah karunia Allah yang wajib kita syukuri dan Allah juga tidak menilai itu semua. Tapi yang dinilai oleh Allah hanya ketakwaan kita. 


Seperti firman Allah dalam surat Al-Hujurat ayat 13:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ﴾ ﴿

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” (QS. Al-Hujurat: 13).


Sebagai muslimah kita tidak boleh menjadikan standar kecantikan ala Kapitalisme ini sebagai standar kita. Yang wajib kita jadikan standar adalah standar Islam. 


Dalam Islam kecantikan itu enggak ada apa-apanya di mata Allah. Allah tidak akan menghisab seseorang dari bentuk fisiknya. Tapi, Allah menghisab seseorang atas perbuatannya, apakah perbuatannya sesuai dengan perintah Allah atau tidak. Dan perbuatan inilah yang akan dimintai pertanggung jawaban kelak di akherat. Makanya sangat penting mengetahui standar Islam agar tidak celaka di akherat akibat perbuatan kita.


Tetapi fakta yang kita lihat saat ini, standar Islam yang dipakai oleh sebagian besar kaum wanita sangat minim atau sedikit. Dari segi berpakaian mungkin ada yang udah menutup aurat tapi masih ketat dan pas di badan atau sedikit transparan. Dari segi berhias atau berdandan juga masih banyak yang tabarruj, dan lain-lain. Semua itu karena racun pemikiran kapitalisme yang membuat muslimah jauh dari Islam dan kurang memahami Islam, termasuk salah memahami standar kecantikan menurut Islam.


Nah terus gimana nih supaya kita bisa memahami Islam dan enggak salah dalam memahami standar kecantikan? Jawabannya adalah dengan cara mempelajari Islam kaffah secara istiqamah dan ikut pembinaan Islam, serta berdakwah bersama kelompok dakwah ideologis. Karena dengan bersama sama kita bisa saling menjaga dan menguatkan. Wallaahu A'lam.(reper/az)

Posting Komentar untuk "Terjebak Standar Cantik Jaman Now #TrueBeauty"