Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

TRAGEDI 3 Maret 1924


Oleh: Al Azizy Revolusi (Founder @koreapi.1453)


Bulan Maret bagi kaum Muslimin, nggak seharusnya lewat gitu aja tanpa kesan. Kali ini, kita kupas sedikit tentang tragedi buruk yang menimpa kaum Muslimin tepat pada 97 tahun yang lalu. Cekidot!


Pada perang Dunia I (1914 M), Inggris berhasil menduduki Istanbul, Turki. Seorang agen Inggris keturunan Yahudi Dunamah dari Salonika, Mustafa Kemal Pasha, ditugaskan untuk menjalankan agenda Inggris di Turki sebagaimana tercantum dalam “Pernyataan Curzon”, di antaranya: menghapuskan Khilafah Islamiyah; mengusir khalifahnya; menyita semua harta kekayaannya; serta menerapkan hukum sipil sebagai pengganti hukum Daulah Utsmaniyah yang bersumberkan Islam.


Dengan berbagai taktik dan strategi, Mustafa Kemal berhasil membentuk parlemen baru, yaitu Majelis Raya Nasional yang berpusat di Ankara pada 19 Maret 1920. Akibatnya, Sultan Muhammad VI Wahiduddin yang saat itu menjabat sebagai khalifah, merasa terancam dan mengasingkan diri ke Malta. Kemudian posisinya digantikan oleh Abdul Majid II bin Abdul Aziz.


Majelis Raya Nasional menggelar sidang pada 1 Maret 1924 selama 3 hari untuk menyikapi dualisme pemerintahan di Ankara dan Istanbul. Terjadi perdebatan yang sengit karena Mustafa Kemal sebagai pimpinan majelis terang-terangan hendak menghapus kekhilafahan.


Akhirnya, tepat pada pagi tanggal 3 Maret 1924, Majelis Raya Nasional mengumumkan telah menyetujui penghapusan Khilafah dan pemisahan agama dari urusan-urusan negara. Malamnya, Khalifah Abdul Majid II diusir dari rumah kediamannya atas perintah Mustafa Kemal. Khalifah dipaksa naik mobil dan dibawa melintasi perbatasan Negara menuju Swiss. Kemudian diturunkan dengan dibekali satu kopor berisi pakaian dan sejumlah uang.


Gaes, demikianlah drama penghapusan kekhilafahan sekaligus pengusiran khalifah terakhir. Tragis bin menyedihkan. Tugas kitalah agar Khilafah Islam tegak kembali. Allahu Akbar!

(reper/baim)

 

Posting Komentar untuk "TRAGEDI 3 Maret 1924"