Abu Hudzaifah dan Salim Maula abu hudzaifah
Oleh: Mia Fitriah Elkarimah
Sahabat Nabi Abu Hudzaifah bin Utbah adalah putra tokoh Quraisy, Utbah bin Rabiah. Ia memeluk Islam ketika keluarganya gencar-gencarnya memusuhi Nabi SAW, begitu juga dengan istrinya Sahlan binti Suhail bin Amr, anak dari tokoh Quraisy. Pun, masuk Islam ketika orangtuanya memusuhi Rasulullah.
Masih ingatkah dengan shohabiyah ini, sebelum Islam Hindun binti Utbah dikenal sebagai wanita pemakan jantung Hamzah di Perang Uhud. Beliau adalah saudari Abu Hudzaifah bin Utbah.
Di balik kerasnya sang keluarga dalam menolak Islam, Abu Hudzaifah bin Utbah dan istrinya justru tercatat sebagai generasi awal yang memeluk Islam.
Ketika mengamini ajaran Nabi, Abu Hudzaifah dan Salim yang berbeda status sosial, selalu mengundang kemarahan sang ayah, karena mencoreng kehormatan keluarga. Dan lebih mengejutkan ayahnya dan seluruh masyarakat Quraisy. Dimana ia mengumumkan pembebasan Salim dari budak menjadi anaknya.
Salim kemudian dimerdekakan dan kemudian sempat diangkat sebagai anak oleh Abu Hudzaifah, sehingga panggilannya adalah Salim bin Abu Hudzaifah. Saat itu, dalil Al-Qur’an tentang larangan mengangkat anak belum turun kepada Rasulullah. Ketika turun ayat Al-Qur’an tentang pelarangan penisbatan nama anak angkat ke nama orang yang mengangkatnya, maka berubahlah nama Salim yang kemudian menjadi sebuah nama yang sangat terkenal, yaitu Salim Maula Abu Hudzaifah.
Tibalah saatnya perintah hijrah kaum muslimin ke kota Madinah, begitu juga dengan Hudzaifah dan keluarganya, untuk kesekian kalinya mereka mengajak ayahnya Utbah bin Rabiah untuk masuk Islam, tetapi penolakan keras malah yang didapat. Hingga akhirnya tokoh terpandang itu pun terbunuh oleh Hamzah bin Abdul Muthalib di Perang Badar.
Sahabat yang mulia, Salim maula abu Hudzaifah, walaupun statusnya sebagai maula, namun Islam telah mengangkat derajatnya karena kemampuannya dalam hal Al Qur’an. Nabi SAW pernah bersabda dan memujinya, “Mintalah dibacakan (diajari) al Qur’an dari empat orang, yakni : Abdullah bin Mas’ud, Salim maula Abu Hudzaifah, Ubay bin Ka’b dan Mu’adz bin Jabal.
Rasulullah memujinya dan menganjurkan para sahabat lain untuk belajar dan menghapal Alquran kepada 4 sahabat ini, salah satunya Salim Maula Abu Hudzaifah, beliau menjadi orang yang tinggi derajatnya karena Alquran yang dimilikinya.
Di Perang Yamamah, perang yang menghadapi gerakkan murtad yang dipimpin oleh Musailamah Al-Kadzab sang nabi palsu, kedua orang ini Abu Hudzaifah dan Maula nya pun gugur sebagai syuhada. Sebuah persaudaraan yang kuat karena diikatkan dengan akidah. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Abu Hudzaifah dan Salim Maula abu hudzaifah "