Gaes, Apa Yang Sudah Kau Siapkan Untuk Menyambut Ramadhan?
Oleh: Mochamad Efendi
Menyambut Ramadhan dengan suka cita, adalah tanda keimanan sebagai seorang Muslim sejati. Berharap mendapatkan keberkahan dan kebaikan dari bulan yang didalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan merupakan keinginan yang logis sebagai muslim yang yakin akan janji Allah. Kebaikan bulan ini memiliki nilai yang luar biasa sehingga sungguh beruntung jika kita masih dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Menyambut gembira dan bersyukur dengan datangnya bulan suci Ramadhan adalah amalan yang disyariatkan. Katakanlah, Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, maka dengan itu hendaklah mereka bergembira. Sebab karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan. (QS Yunus: 58). Bahkan, Nabi SAW telah men-tarhib Ramadhan dua bulan sebelumnya. Sebagaimana diriwayatkan Anas bin Malik RA, ketika memasuki bulan Rajab Nabi SAW berdoa: Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah umur kami di bulan Ramadhan. (HR Imam Ahmad dan Ath Thabrani)
Gaes, apa yang sudah kau siapkan dan akan kau lakukan dalam bulan Ramadhan tahun ini untuk mensucikan dan menempa diri agar menjadi pribadi yang jauh lebih baik. Tentunya kebiasaan baik harus dipertahankan, terus berkarya dan bila perlu ditingkatkan. Meninggalkan perbuatan sia-sia yang tidak menghasilkan kebaikan apa-apa, hanya ingin menuruti nafsu untuk bersenang-senang. Chattingan berkonten sampah dan permainan game online sebaiknya ditinggalkan dan diganti dengan ibadah untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Di bulan Ramadhan, bulan istimewa untuk kita semua, mari kita hiasi dengan banyak kebaikan yang bisa diteruskan dan pertahankan sepanjang tahun kedepan. Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat mengawali sebuah perubahan, hijrah dan berislam kaffah.
Buat capaian-capaian kecil yang dilakukan secara Istiqomah yang nanti bisa dilanjutkan terus setelah bulan Ramadhan. Hasilnya akan nyata jika kebaikan bisa terjaga secara terus menerus apalagi dilakukan di bulan mulia dan penuh berkah. Sekecil apapun kebaikan Itu tidak ada yang sia-sia jika dilakukan ikhlas untuk mencari ridho Allah. Gaes, Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk berbenah dan berubah menjadi lebih baik. Gunakan kesempatan ini untuk memperbaiki diri, mengingat tahun depan belum tentu kita bisa bertemu dengan bulan ini dengan keimanan dan keislaman yang masih terjaga di dalam dada. Atau bisa jadi jatah waktu kita sudah habis sehingga tidak ada lagi kesempatan untuk berbenah dan berubah menjadi lebih baik dengan capaian-capaian kecil yang dilakukan secara Istiqomah.
Baca al-Qur'an Itu harus dan paling tidak dalam satu bulan bisa menyelesaikan untuk membacanya 30 Juz. Kalau bisa sih diulang beberapa kali khatam. Tidak hanya Itu, membaca dalam arti yang sesungguhnya, tidak hanya melafathkannya saja tapi juga memahami kandungan yang tersimpan didalamnya, karena al-Qur'an diturunkan kepada manusia sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa.
Bisa juga dilanjutkan menghafalkanya, menganalisa artinya kata per kata sambil belajar bahasa arabnya. Satu Hari satu ayat bukan hal mustahil untuk dilakukan. Harapannya satu tahun kedepan sudah bisa menghafal 30 Juz beserta artinya. Keren, saat ketemu bulan Ramadhan tahun depan memori otak kita sudah terisi lembaran ayat ayat al-Qur'an. Jadi satu waktu saat jasad ini harus dikubur didalam tanah, akan ada penolong yang menemani kita yakni ayat-ayat al-Qur'an yang sudah menjadi hafalan kita dan tersimpan dalam otak.
Persiapan untuk menyambut bulan Ramadhan penting untuk dilakukan untuk menanamkan kerinduan kepada Ramadhan sekaligus sebagai upaya persiapan mental , spiritual, dan intelektual. Tanpa persiapan mental, spiritual, dan intelektual puasa Ramadhan hanya akan menjadi kegiatan ritual keagamaan tahunan tanpa makna, tanpa pahala, dan tidak mampu memberikan pengaruh positif bagi kehidupan. Perhatikan sabda Nabi SAW: Berapa banyak orang yang puasa tidak mendapatkan kecuali lapar dan dahaga. (HR An Nasa'i dan Ibnu Majah)
Sebaliknya, dengan persiapan dan perbekalan yang maksimal akan mampu meraih sukses Ramadhan secara optimal. Untuk itu, di hari terakhir Sya'ban, Rasulullah SAW kembali mengkondisikan umatnya dengan menyampaikan pidato 'kenegaraan' menyambut Ramadhan dengan menjelaskan keutamaan-keutamaannya:
Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung, bulan penuh berkah. Di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasanya wajib dan qiyamul lail-nya sunah. Barang siapa yang mendekatkan diri dengan kebaikan, maka seperti mendekatkan diri dengan kewajiban di bulan yang lain. Barang siapa yang mengerjakan kewajiban, maka seperti mengerjakan 70 kewajiban di bulan lain.
Ramadhan adalah bulan sabar, dan sabar itu balasannya surga. Ramadhan bulan solidaritas dan bulan ditambahkan rezeki orang mukmin. Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka diampuni dosa-dosanya dan dibebaskan dari api neraka dan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa dikurangi sedikit pun pahalanya.
Rasulullah SAW bersabda: Allah memberi pahala kepada orang yang memberi buka puasa meskipun hanya dengan seteguk susu atau satu biji kurma atau seteguk air. Barangsiapa yang membuat kenyang orang berpuasa, maka Allah akan memberikan minum dari telagaku satu kali minuman yang tidak akan pernah membuatnya haus sampai ia masuk surga. (HR Ibnu Huzaimah, Al Baihaqi).
Semoga puasa Ramadhan kita tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya sehingga menjadi momentum perubahan diri, keluarga, masyarakat, dan bangsa. Kesungguhan kita bertaubat, beribadah, dan berdoa di bulan terkabulnya doa ini menjadi wasilah (perantara) cepat terangkatnya wabah virus corona ini dari kehidupan kita. Dan Semoga Ramadhan ini juga mampu memancarkan berbagai macam bentuk ketakwaan. Sebab satu tujuan utama diwajibkannya puasa Ramadhan adalah agar menjadi hamba yang bertakwa. (reper/rmn)


Posting Komentar untuk "Gaes, Apa Yang Sudah Kau Siapkan Untuk Menyambut Ramadhan?"