Kajian Sambut Ramadhan 1442 H Bersama Remaja Waru Sidoarjo
Alhamdulilah sudah terlaksana acara pengajian untuk menyambut Ramadhan 1442 H bersama remaja Waru Sidoarjo pada Ahad 11 April 2021 pukul 19.00 di rumah makan Nelongso lt.2 depan Pom Bensin Tropodo, Waru Sidoarjo. Dihadiri sekitar 20 Remaja Muslim di sekitar Waru, acara berjalan dengan lancar, menyenangkan serta menerapkan protokol kesehatan.
Menyambut Ramadhan dengan suka cita dan menyenangkan adalah sesuatu amalan yang disyariatkan dalam Islam, seperti apa yang dijelaskan Ustad Efendi dalam mengawali kajian malam Itu. Menukil dari Surat Yunus 58, Katakanlah (Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.” Perhiasan dunia, harta benda dan kemewahan yang kita miliki tidak lebih baik, dari kegembiraan dalam menyambut karunia dan rahmatNya yang luar biasa yakni datangnya tamu agung, bulan suci Ramadhan yang didalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, kemudian kita siapkan dengan usaha maksimal menghiasi Ramadhan dengan ibadah untuk mendekatkan diri pada Allah SWT, dan melakukan banyak kebaikan yang dikaitkan dengan ajaran Islam yang lurus dan mulia.
Berharap bahwa Ramadhan Tahun ini akan lebih baik dan bermakna jika kita semua menyiapkannya dengan baik dan usaha maksimal untuk berbuat banyak kebaikan. Jangan sampai Ramdhan yang memiliki keutamaan, keberkahan dan banyak kebaikan hanya menjadi rutinitas keagamaan tanpa makna yang bisa membawa perubahan pada diri kita, keluarga, masyarakat serta kehidupan berbangsa dan bernegara. Rasullulah mengingatkan kita dalam sebuah hadisNabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam Nasa’i dan Ibnu Majah: “Banyak di antara orang yang berpuasa tidak memperoleh sesuatu dari puasanya, kecuali rasa lapar dan dahaga.”Sungguh, rugi jika tidak menggunakan momentum Ramadhan tahun ini untuk berhijrah total dan berislam kaffah."
Pada sesi tanya jawab ada satu pertanyaan menarik dari peserta kajian tentang malam lailatur qodar yang memiliki keutamaan lebih baik seribu bulan. Dia bertanya bagaimana usaha kita agar mendapatkan keutamaan dan kebaikan dari malam lailatur qodar. Tentunya, pertama harus yakin dengan berita tentang datangnya malam lailatur qodar yang pasti akan datang di malam-malam di bulan Ramadhan. Kemudian, mempersembahkan ibadah terbaik untuk mendekatkan diri pada Allah SWT, serta menghiasinya dengan banyak kebaikan sebagai ciri orang beriman. Kebiasaan baik harus dipertahankan, terus berkarya dan berprestasi dan tentunya lebih ditingkatkan lagi di sepulah malam terakhir di bulan Ramadhan. Sebagian umat Islam beri'tikaf di masjid dengan harapan mendapatkan keberkahan dan kebaikan dari malam lailatul qodar.
Peserta yang lain juga mengisahkan apa yang dilakukan di bulan Ramadhan tahun lalu yang terpaksa membatalkan puasa karena sakit. Memang dalam Islam diperbolehkan tidak puasa karena sakit tapi harus mengqodho'nya dilain hari. Oleh karena Itu, kita perlu berikhtiar menjaga kesehatan agar tetap fit sehingga bisa kuat dan maksimal dalam menjalankan serangkaian ibadah di bulan Ramadhan tahun ini. Mereka semua berjanji untuk menjalankan ibadhah puasa Ramadhan lebih baik lagi di tahun ini. Setidaknya mereka berjanji untuk menghiasi bulan Ramadhan dengan membaca al-Qur'an paling tidak 30 Juz, dan bahkan ada yang berkeinginan untuk mengkhatamkan tidak hanya satu kali khatam selama bulan Ramadhan.
Ustad Efendi, menyarankan untuk tidak hanya membaca dengan melafathkannya, meskipun itu juga berpahala, namun perlu ditingkatkan dengan memahami artinya dan merenungkan kandungan isinya, sehingga al-Qur'an bisa menjadi petunjuk bagi kita, hambaNya yang bertaqwa. Bisa juga buat target, satu hari harus menghafal satu ayat beserta artinya sehingga tidak hanya memahami kandungan Isi al-Qur'an tapi juga belajar bahasa Arab. Luar biasa dan bukan hal mustahil saat bertemu Ramadhan tahun depan, memori kita sudah terisi dengan lembaran ayat suci al-Qur'an. Semoga dari tahun ke tahun kita bisa menggunakan momentum Ramadhan untuk menempa diri menjadi pribadi sholih dan muslikh yang perduli dan tanggap dengan fakta yang terjadi disekitar sehingga perubahan hakiki akan segera terwujud dan kehidupan Islami bisa kita rasakan bersama.
Kajian ditutup dengan makan serta foto bersama. Mereka berjanji untuk menjadikan Ramadhan seperti Ramadhan terakhir sehingga tidak lagi main-main, melakukan dengan usaha terbaik menghiasi Ramadhan kali ini dengan ibadhah mendekatkan diri pada Allah SWT dan banyak kebaikan yang dikaitkan dengan ajaran Islam yang lurus dan mulia. Nampak dari wajah mereka penuh kegembiraan karena sebentar lagi bertemu tamu agung, Bulan Suci Ramadhan. Ya Allah kabulkankah semua yang menjadi keinginan baik mereka dan teguhkanlah mereka dalam keputusanya untuk Istiqomah dijalan dakwah dengan mengajak remaja yang lain untuk hijrah total dalam barisan dakwah sehingga mereka menjadi remaja terbaik setelah menempa diri mereka dalam bulan yang penuh berkah, keutamaan dan kebaikan. (muh/reper)


Posting Komentar untuk "Kajian Sambut Ramadhan 1442 H Bersama Remaja Waru Sidoarjo"