Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menulis Tanggung Jawab Dunia Akherat


Oleh: Kunjung S. (Komunitas Garis Bawah)


Saya belajar menulis ketika terlebih dahulu belajar tsaqofah Islam. Tentunya diawali dari gabung di Komunitas Garis Bawah, yang selain belajar menulis juga beraneka macam kegiatannya.


Mungkin jika tak mengkaji Islam, diri ini takkan bisa apa-apa. Dengan mengkaji Islam dan bergabung di komunitas, menuntun kita untuk menulis dari sudut pandang Islam. Tak lupa agar menginspirasi kebaikan bagi para pembacanya.


Setiap penulis atau tulisan pasti mempunyai visi dan misi. Ada yang orientasi keduniaan, untuk materi dan popular. Ada juga yang orientasi akherat, ikhlas dan dakwah demi perubahan.


Maka dari itu setiap apa yang kita tuliskan akan dipertanggung jawabkan dunia dan akherat. Apakah tulisan-tulisan kita menginspirasi kebaikan atau malah sebaliknya menginspirasi keburukan. Semua jelas tak luput dari pertanggungjawaban kelak di hadapan sang Khalik.


Allah SWT berfirman "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan"(QS Al-Hasyr:18)


Nilai dari sebuah kehebatan adalah tanggung jawab. Janganlah menjadikan tanggung jawab itu beban. Tetapi jadikan kesempatan untuk menjadi ladang amal sholeh kita dan kesempatan untuk sebuah kemajuan.


Pribadi seseorang yang tidak bisa bertanggung jawab atas diri dan masa depannya sendiri, niscahya tidak akan bisa bertanggung jawab atas diri dan masa depan orang lain. Terutama masa depan akherat yang itu kekal pasti disana.


Yang perlu dicatat lagi menulis bukan hanya mengikuti pasar yang sedang trend. Bukan pula untuk sekedar ada sebuah kata puas dari para pembaca. Fokus pada keyakinan kita untuk pengaruh agar pencerahan bagi pembacanya.


Sebuah perenungan pula apa yang pernah dikatakan oleh Sayyid Qutub "satu peluru bisa menembus satu kepala, namun satu tulisan bisa menembus ribuan bahkan jutaan kepala".


Keistiqomahan menulis harus terjaga, sebagai pemahaman dari narasi untuk kebaikan. Ketrampilan berbahasa, penyajian dan penampilan wajah tulisan semua sangat diperlukan, agar tulisan mengena pada pembacanya.


Maka mari menjadi penulis yang karyanya bisa dipertanggung jawabkan baik di dunia maupun di akherat. Tentunya saya yang jauh dari kata sempurna masih belajar terus. Sedikit sumbangsih buat pencerahan dan inspirasi perubahan Islam menuju peradaban Islam yang sempurna. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Menulis Tanggung Jawab Dunia Akherat"