Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penyesalan Penghuni Neraka Yang Sia-Sia

Oleh: Mochamad Efendi


Penyesalan penghuni Neraka sungguh sia-sia, tidak ada gunanya karena tidak akan merubah keadaan dan kondisi yang sudah terjadi akibat dari apa yang sudah diperbuat selama kehidupannya di dunia. Mereka sudah mengabaikan peringatan yang pernah menghampiri hidupnya. Seperti yang disampaikan dalam surat al-mulk ayat 10, "Dan mereka berkata, “Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.” 


Penghuni Neraka ternyata sudah mendapatkan peringatan untuk mengikuti petunjukNya, agama yang lurus dan mulia. Namun mereka mengabaikanya, menutup telinga dan tidak mau mendengarkan karena kesombonganya. Mereka diberi akal tapi tidak digunakan untuk memikirkannya. Contoh nyata adalah Raja Fir'aun yang mana Allah sudah memberi peringatan melalui nabi Musa, namun dia menolak bahkan memusuhi dan ingin membunuh pembawa peringatan dengan kekuasaanya. Dan masih banyak lagi kisah terdahulu yang tercatat dalam lembaran ayat-ayat al-Qur'an agar bisa dijadikan peringatan bagi manusia yang masih hidup di dunia. Begitu juga kisah yang pasti akan terjadi yang menggambarkan penyesalan penghuni Neraka. Masihkah kita menyia-nyiakan waktu kita di dunia dengan terus berbuat dosa dan kesalahan. Bersegeralah bertaubat dan mengikuti petunjukNya agar hidup selamat di dunia dan akhirat.


Lalu bagaimana dengan kita, apakah kita termasuk orang yang mau mendengarkan atau acuh tak acuh atas peringatan yang datang menghampiri hidup kita, atau bahkan kita membenci dan memusuhi pembawa peringatan yang ingin menyelamatkan kita dari jilatan api Neraka yang menyala-nyala. Kita harus mau mendengarkan kata-kata yang terucap dari mulut seseorang, karena bisa jadi Itu adalah perkataan yang berisi peringatan dari Allah agar kita tidak tersesat dan agar kita selalu tertunjuki pada jalan yang lurus dan mulia.  


Oleh karena Itu jangan melihat siapa yang menyampaikan peringatan tapi apa yang disampaikan. Jika perkataan atau ajakan Itu adalah untuk mengikuti petunjukNya dan mengandung kebenaran hakiki kenapa harus ditolak dan bahkan dimusuhi. Ajakan untuk hijrah total dan berislam kaffah kenapa dicap radikal dan dianggap suka mencaci dan sok suci. Padahal kalau mau jujur, berislam kaffah adalah perintah Allah, dan untuk mengajak sesama agar selamat dunia dan akhirat. Mumpung pintu taubat belum ditutup marilah kita saling menasehati dan mengingatkan dengan Islam dan Kesabaran agar kita akan selalu tertunjuki ke jalan lurus yang membawa ke SurgaNya, bukan jalan sesat yang menjerumuskan manusia ke seburuk-buruk tempat kembali. Dengan mendengarkan peringatanNya dan juga memikirkannya dengan landasan pemikiran Islam, insyaallah kita akan selamat dan tidak akan mengalami penyesalan sia-sia yang diucapkan oleh penghuni neraka dalam surat al-Mulk ayat 10.


Agar tidak salah jalan dan menjadi penghuni Neraka tentunya dua hal yang harus dilakukan yakni mau mendengarkan dan berfikir atas peringatan yang datang pada hidup kita. Al-Quran diturunkan kepada umat manusia yang didalamnya juga berisi peringatan-peringatan agar kita tertunjuki ke jalan lurus. Berisi tentang kisah umat terdahulu yang bisa dijadikan pelajaran hidup sehingga kita tidak termasuk orang yang melampaui batas.


Di dunia penyesalan dan taubat masih diterima, namun pintu taubat sudah tertutup saat malaikat maut datang menjemput. Menggunakan Islam sebagai landasan berfikir dan solusi fundamental untuk seluruh masalah kehidupan adalah keharusan agar kita selamat di dunia dan akhirat. Seperti halnya do'a yang selalu kita panjatkan disetiap raka'at dalam sholat kita agar kita selalu tertunjuki ke jalan yang lurus, yakni jalan orang-orang yang telah diberi nikmat bukan jalan mereka yang dapat murka Allah, bukan pula mereka yang dalam kesesatan. Dua hal yang harus dilakukan agar tidak menyesal seperti penyesalan penghuni Neraka adalah mau mendengar dan berfikir atas peringatan yang datang saat kita hidup di dunia. Artinya kita tidak boleh menutup telinga karena merasa benar dengan mengabaikan petunjuk Allah berupa ajaran yang lurus dan mulia. Kedua, kita harus juga mau berfikir atas peringatan yang datang dalam hidup kita untuk mengajak pada kebenaran hakiki, bukan mengikuti hawa nafsu dan juga langkah-langkah syaitan yang akan membawa manusia ke neraka jahanam, seburuk-buruk tempat kembali. 


Sungguh rugi dan celaka manusia yang tidak menggunakan kesempatan hidup di dunia untuk mengikuti putunjukNya, jalan yang lurus dengan menerima dan memikirkan peringataNya. Sebesar apapun dosa dan kesalahan kita, insyaallah akan diampuni jika kita mau bertaubat sebelum jatah umur kita di dunia habis karena Allah adalah Maha Penerima Taubat.


Penyeselan penghuni Neraka yang sia-sia karena mengabaikan peringatan yang datang padanya. Memiliki pendengarkan tapi tidak digunakan untuk mendengar dan memiliki akal tapi tidak digunakan untuk berfikir. Kesombongan sudah membuat mereka tuli dan buta atas kebenaran hakiki. Perhiasan dunia, kemewahan dan jabatan membuatnya dungu sehingga tidak mampu berfikir cemerlang atas peringatan yang datang untuk  menyelamatkan mereka dari api Neraka yang menyala- nyala. Sebelum kondisi Itu datang pada kita yang mana penyesalan tidak ada gunanya, segeralah bertaubat dan sambut peringatan yang akan membawa kita ke surgaNya sebaik-baik tempat kembali. Semoga kita masih diberi kesempatan untuk bertaubat sebelum malaikat mau datang menjemput dengan menyambut peringatan dari Allah dengan hati yang bersih kemudian memikirkannya dengan pemikiran cemerlang karena menggunakan Islam sebagai landasan berfikir, sehingga kita tidak akan mengalami penyesalan yang dialami penghuni Neraka. (reper/baim)

 

Posting Komentar untuk "Penyesalan Penghuni Neraka Yang Sia-Sia"