Puasa Bukan Penghalang untuk Terus Berkarya
Oleh: Mochamad Efendi
Bedan terasa lemas, panas dan haus serta pinginnya tidur di puasa hari pertama mungkin dialimi banyak orang yang sebelumnya tidak terbiasa berpuasa. Namun komitmen untuk berkarya harus terus menyala, apalagi di bulan Ramadhan yang penuh berkah dan mulia. Sungguh rugi jika tidak menghiasinya dengan karya, berupa tulisan yang dikaitkan dengan ajaran Islam yang lurus dan mulia. Puasa bukan penghalang untuk semangat beribadah kepada Allah SWT dan berdakwah lewat tulisan untuk menginspirasi umat agar mau berubah, hijrah dan berislam kaffah. Bersyukur dan bergembira sudah dipertemukan bulan suci Ramadhan tahun ini dan jadikan sebagai momentum untuk berbenah dan berubah menjadi pribadi bertaqwa.
Ujian berat memang di hari pertama namun jangan membuat kita kehilangan semangat dan berhenti berharap rahmatNya. Meskipun berat, puasa tidak boleh ditinggalkan, begitu juga kewajiban ibadah yang lain. Puasa jangan menjadi penghalang untuk kita berkarya, menggoreskan ide-ide Islami yang menginspirasi. Banyak hati bertaqwa karena puasa Ramadhan, sehingga lebih mudah menerima kebenaran Islam. Waktu yang tepat untuk menyeru pada umat untuk berislam kaffah. Mereka yang selama ini setengah-setengah dan memilih yang disukai saja dalam beragama, saatnya untuk memasuki agama Allah secara kaffah, insyaallah hidup akan terasa indah dan berkah. Bersyukur masih diberi kesempatan untuk berubah dan bertaubat di bulan Ramadhan tahun ini.
Memang berat puasa di hari pertama, tapi Insyaallah perlahan akan terbiasa, di hari kedua, ketiga dan berikutnya. Kebaikan memang harus dipaksa agar terbiasa. Jangan gampang menyerah, semakin berat harusnya semakin bersemangat. Yakinlah di bulan Ramadhan membawa banyak kebaikan dan keberkahan. Apalagi, di sepulah hari terakhir yang kita yakini ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Iman dan taqwa harus terus ditingkatkan. Berkarya lewat tulisan juga tidak boleh kendor agar hidup kita tidak dalam kesia-sia seperti yang dijelaskan dalam surat al-Asr. Sungguh manusia dalam kerugian. Agar tidak merugi tentunya kita harus tingkatkan keimanan, kemudian banyak berbuat kebaikan dan saling menasehati dengan kebenaran Islam baik secara lisan maupun tulisan dengan kesabaran. Semua harus dijaga dan tetap Istiqomah dilakukan. Jangan lemas, haus, dahaga maupun ngantuk dijadikan alasan untuk berhenti berkarya. Teruslah tulislah ide-ide Islami. Jangan berfikir hasil tapi teruslah menulis dengan tetap mengevaluasi diri serta mendengarkan kritik saran agar karya kita terus meningkat menjadi lebih baik.
Langkah pertama harus dijaga agar hari-hari berikutnya bisa tetap semangat dan terus ditingkatkan. Jika hari partama kendor dan loyo akan sulit untuk Istiqomah dalam amalan kebaikan di hari puasa berikutnya. Kalaupun sedikit kendor, harus segera bangkit dan istighfar karena sungguh merugi jika menyia-nyiakan hari-hari dan malam di bulan Ramadhan dengan amalan yang biasa saja apalagi yang menyibukkan diri dengan perbuatan sia-sia tanpa berkarya. Dan yakinlah Allah akan membalas setiap tetesan keringat dan usaha maksimal kita untuk mencerdaskan dan mencerahkan umat dengan Islam lewat postingan tulisan kita. Saat ada yang membaca tulisan kita kemudian tercerahkan dan mau berubah dengan mengikuti petunjuk agama yang lurus dan mulia, sungguh kita akan mendapatkan pahala jariyah dari mereka yang pemahamannya berubah dan tercerahkan oleh Islam. Berharap, Allah akan menghapus dosa-dosa kita karena sudah mencurahkan energi dan usaha terbaik untuk membela agama Allah di bulan suci Ramadhan.
Sekali lagi jangan berfikir hasil tapi buatlah tanda di alam semesta dengan karya kita. Jadilah orang yang beruntung karena sudah memanfaatkan waktu untuk berbuat banyak kebaikan dan menghasilkan banyak karya di bulan yang penuh berkah dan kemuliaan. Jangan jadi orang yang merugi dengan menyia-nyiakan waktu dan menghiasi Ramadhan dengan amalan biasa tanpa karya yang bisa menciptakan mesin-mesin pahala buat bekal kehidupan kita nanti di akhirat. Apa yang kita kumpulkan berupa kemewahan dan perhiasan dunia tidak lebih bernilai dari kebahagian kita dalam menyambut Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan mempersembahkan amalan terbaik dan juga karya inspiratif di bulan Ramadhan, bahkan kebiasaan baik Itu bisa dilanjutkan terus sepenjang tahun. Ramadhan tahun ini jadikanlah momentum untuk hijrah dan berislam kaffah serta untuk berkarya yang lebih baik lagi.
Jangan pula menunggu hebat baru berdakwah. Jangan pula menunggu nanti kalau sudah kuliah baru menulis. Semua harus dimulai sekarang meskipun usiamu masih remaja. Banyak generasi muslim yang masih berusia belia, namun karya dan prestasinya tidak diragukan, dan tertulis dalam sejarah dengan tunta emas menjadi generasi cemerlang dan gemilang. Berani mencoba, belajar dan berlatih, perlahan kamu akan hebat dan canggih. Jika tulisan dibuat oleh kaum akademisi apalagi professor dan Doktor Itu mah sudah biasa, namun Remaja dengan bahasanya yang khas mampu membuat tulisan yang inspiratif Itu baru luar biasa.
Ayo Gaes! jangan membatasi diri dan merasa tidak mampu, tapi beranikan dirimu untuk mencoba meniti jalan dakwah, jalan mulia karena dakwah adalah jalan nabi dan rasul. Melalui ide-ide Islami yang kau goreskan lewat tulisan kemudian diposting di sosial media, berharap menemukan pembacanya dan Ikut mewarnai pemahaman mereka dengan Islam. Dakwah Itu mudah karena tidak dilihat dari hasil tapi usaha maksimal untuk menyerukan kebenaran hakiki yang bersumber dari ajaran yang lurus dan mulia, Islam. Ayo Gaes! segerakan dirimu untuk masuk dalam barisan dakwah dan tinggalkan kebiasaan sia-sia agar kamu bisa menjadi generasi cemerlang dan gemilang dengan spirit Ramadhan tahun ini. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Puasa Bukan Penghalang untuk Terus Berkarya"