Remaja Nikah, Banyak Masalah?
Oleh: Fani Ratu Rahmani (Pemerhati Remaja)
Ciyee anak remaja sekarang seneng banget ngomongin nikah yak. Pengen uwu-uwu katanya. Bawaannya pengen tikung doi di sepertiga malam. Kalau lulus sekolah maunya nikah aja. Makanya rame terus nih istilah "Nikah Dini" di kalangan remaja. Dan hal ini terus menuai pro dan kontra.
Bagi yang kontra, mereka bilang kalau nikah dini justru menimbulkan masalah bagi remaja, terutama perempuan nih. Nikah dini bikin terjadi kekerasan, perceraian meningkat, sampai kematian terhadap ibu dan anak. So, banyak banget yang ngelarang jangan sampe remaja nikah dini.
Nah tapi akan lebih bijak kalau kita caritau dan berfikir kenapa sih sampe anak remaja sekarang pengen nikah dini. Ya, ada yang faktor ekonomi jadi orangtua meminta agar segera menikah. Ada juga faktor 'desakan naluri' lah ya, suasananya sekarang emang serba 'merah jambu'. Dan ada juga faktor pergaulan bebas, udah 'isi' duluan dan ujungnya mesti nikah.
Uniknya, kalau kita lihat justru kondisinya sekarang penuh kerancuan. Di satu sisi ada larangan untuk nikah dini, tapi di sisi lain remaja justru disuguhkan berbagai hal yang memicu mereka pengen nikah atau terpaksa nikah. Tayangan yang vulgar, pergaulan yang gak ada batasan, konten serba uwu-uwu, kondisi ekonomi sulit, ini kan yang memicu. Ya gak sih ?
Tapi gini, ini kondisi yang wajar banget terjadi karena kita hidup dalam kondisi yang liberal (serba bebas). Tanpa sadar, remaja juga digiring untuk hidup bebas. Rasanya tuh gini "Boleh gaul bebas, tapi ga usah nikah ya, bikin masalah. Masa muda disuruh nikmatin aja, nikah mah bikin ga bisa nikmatin masa muda karena harus bertanggung jawab kan lu.". Itu liberal.
Kondisi gini tuh ga sehat bagi remaja. Remaja cuma disibukkan dengan gejolak naluri (gharizatun nau') nya aja. Karena sistem terus membangkitkan itu, bukan membangkitkan pemikiran para remaja. So, wajar banget remaja udah baligh tapi masih childish. Remaja udah baligh tapi ga siap untuk bertanggung jawab, ga siap untuk nikah.
Trus, apa remaja nikah bakal banyak masalah? Gini loh, namanya hidup itu pasti ada masalah. Tapi dengan Islam, masalah itu ga akan nambah masalah baru. Why ? Karena Islam itu adalah aturan yang berasal dari Allah, Al Khaliq (pencipta seluruh makhluk, termasuk manusia). Aturan Allah gak mungkin salah, gak mungkin bikin masalah. Islam hadir membawa maslahat bukan mudhorot.
Ketika ada remaja yang nikah dini trus berujung masalah, apa salah pernikahannya? Apa salah syariatnya? Enggak kan. Karena syariat Islam tak pernah salah. Yang salah adalah manusia yang menjalankan. So, supaya gak salah jalan, manusia ini harus tau toh gimana Islam. So, remaja harus tau toh bagaimana pernikahan, bagaimana peran sebagai suami-istri, sebagai orangtua, pergaulan dan sebagainya dalam Islam. Jadi mereka siap dan gak labil, karena paham Islam.
Dalam Islam, yang namanya pernikahan adalah ibadah. Salah satu ibadah yang bisa mengantarkan pada ridho Allah. Islam pun gak membatasi pernikahan berdasarkan usia. Misal udah baligh, siap bertanggung jawab sesuai hukum syara' ya silahkan. Yang jelas, Islam punya sistem bagaimana mengedukasi umat terhadap syariat termasuk pernikahan, jadi remaja menikah bukan karena nafsu tapi karena taat pada syariat. Dan juga menjadikan remaja bertaqwa sehingga mampu membentengi dirinya dari syahwat dan juga pergaulan yang gak sehat. Semua hanya bisa terwujud jika kita kembali pada Islam. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Remaja Nikah, Banyak Masalah?"