Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Say No To Ghibah


Oleh: Dea Nurwangi (Ma'had Darul Bayan Sumedang)


Didalam hidup kita tak bisa lepas berhubungan dengan orang lain. Ada ortu, keluarga, saudara, tetangga, teman sekolah, teman kerja, penjual, konsumen. Semakin beranjak dewasa, kita telah semakin berjumpa dengan banyak orang ditambah di era teknologi saat ini kita juga berhubungan dengan orang yang tidak kenal atau orang yang tidak kenal kita. Semisal kita selaku netizen yang berkomentar, berbalas komen diposting publik figure baik ustadz, aktivis, artis, youtuber, influencer, hingga selebgram. Begitulah hidup kita selalu berhubungan atau berinteraksi dengan orang lain apa yang kita ketik sama seperti apa yang kita ucap. Terkadang kita menganggap remeh enteng ucapan kita kepada orang padahal bisa jadi dari ucapan kita berdampak buruk terhadap orang tersebut. Tentu sudah tidak asing bahkan kita tahu betul bahwa bergunjing mengumbar aib, mengumbar kejelekan  atau biasa disebut ghibah bin nyinyir alias gosip itu berdosa. 


Seperti diriwayatkan dari abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW pernah bertanya kepada sahabat " Tahukah kalian apa itu ghibah" ? Para sahabat menjawab Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui beliau berkata ghibah adalah engkau menceritakan hal-hal tentang saudaramu yang tidak dia suka. Ada yang menyahut bagaimana apa yang saya bicarakan itu benar-benar ada padanya. Beliau menjawab bila demikian itu berarti kamu telah melakukan ghibah terhadapnya, sedangkan bila apa yang kamu katakan itu tidak ada padanya, berarti kamu telah berdusta atas dirinya. (HR. Muslim) 


Wah ngeri ya teman-teman ghibah itu akan menyebabkan sifat dusta pada diri kita terlebih di zaman ini banyak dikalangan millenial mudahnya bullying, sindiran, menertwakan orang lain sebagai konten dimana itu semua merupakan bentuk menjatuhkan kehormatan seseorang seringkali seseorang ketika berucap tidak menyadari kesalahan ucapannya dan boleh jadi dari ucapannya berdampak buruk terhadap orang yang dibicarakan nya maka selamat lah orang yang tidak banyak bicara "barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata baik atau diam" (HR. Bukhari dan muslim). 


Dan yang tidak kalah penting di zaman ini kita wajib memperhatikan dari setiap yang kita post, share atau bagikan karena jika apa yang kita bagikan merupakan sesuatu yang buruk makan bisa jadi orang terpengaruh buruk dari postingan kita. Tidak salah jika memposting momen sebagian bentuk kebahagiaan kita dan alangkah lebih baik juga digunakan untuk berbagi hal yang baik juga. 


Nah manteman agar tidak mudah memposting/ngeshare konten-konten buruk maka jauhilah lingkungan yang tidak bermanfaat atau unfaedah karena jika kita berada di lingkungan yang buruk seperti apa yang dikatakan Rasulullah SAW  kita sedikit banyaknya akan kecipratan bisa terpengaruh buruknya begitu juga jika kita berada di lingkungan yang baik, kita sedikit banyaknya akan ketularan baiknya. 


Lingkungan di zaman now ini tidak hanya sebatas kehidupan nyata (offline) tetapi juga di media sosial (online) maka filterlah lingkungan yang baik dan buruk. Hindarilah akun yang tidak bermanfaat terlebih yang menimbulkan dosa semisal akun gosip, komedi yang merendahkan, yang menjatuhkan orang lain dan konten-konten buruk lainnya. Follow ikuti media sosial para ulama ikuti akun media sosial yang berbagi hal positif yang bermanfaat baik untuk kehidupan dunia dan akhirat. Dan agar lebih tercipta lingkungan yang berfaedah ya kita harus melaksanakan islam secara kaffah ya man teman-teman yuk ngaji! Tanpa tapi tanpa nanti! 

(reper/az)

Posting Komentar untuk "Say No To Ghibah"