Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tidak Usah Sedih, Meskipun Terbaring Sakit di Rumah Sakit...

Oleh: Mochamad Efendi


Tidak seorangpun suka sakit apalagi di bulan Ramadhan. Memang tidak menyenangkan, terpaksa harus berbaring di rumah sakit. Tubuh lemah, bernafaspun susah dan harus dibantu alat pernafasan. Baru kita sadari nikmat sehat yang mungkin sebagian orang sering menyia-nyiakan, lupa untuk mensyukurinya. Padahal, selama ini kita gratis menghirup udara kehidupan dengan nyaman tanpa alat bantu pernafasan. Kitapun bisa merasakan makan dan minum enak dan tidurpun terasa nyenyak. Ah, begitu nikmatnya hidup namun terkadang manusia tidak pandai bersyukur sehingga sering berkeluh kesah saat sedikit masalah menghampiri hidupnya.


Gaes, tidak ada dosa atas sakit yang menimpa hidupmu karena Itu bukan kemauanmu. Bahkan, dengan sakit yang kau rasakan akan menghapus dosa-dosamu yang terdahulu. Jadi tidak perlu sedih, susah atau marah atas sakit yang kau derita. Dengan bersabar, Insyaallah akan mempercepat kesembuhanmu dan lebih dari Itu Allah akan mengampuni kesalanmu yang pernah kau perbuat. Sakit di Bulan Ramadhan jadikanlah momentum untuk bertaubat dan berubah menjadi lebih baik. Apalagi di Bulan suci Ramadhan, adalah kesempatan untuk berubah menjadi pribadi bertaqwa bagi yang mampu untuk berpuasa. Bagi yang sakit, bersabarlah. Bisa jadi adalah teguran agar kita mau berbenah, hijrah, dan berislam secara kaffah. Artinya Allah masih sayang pada kita dengan memberikan teguran dan peringatan, apalagi di bulan penuh berkah. Mumpung pintu taubat masih terbuka lebar serta karunia Allah dan rahmataNya sungguh besar di bulan Ramadhan.


Allah tidak membebani hambaNya diluar batas kemampuanya. Gak usah bersedih jika masih belum bisa berpuasa karena sakit. Yakinlah ada hikmah dibalik setiap masalah yang membelit hidup kita. Permasalah membuat kita kuat, dan sakit bisa jadi peringatan agar kita tersadar untuk mengikuti petunjukNya, ajaran agama yang lurus dan mulia. 


Dengan ridho atas musibah termasuk sakit, membuat hati kita lapang menerima semua masalah hidup dan tetap senang meskipun diuji oleh Allah. Artinya Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, sesungguhnya mencintai kita dengan memberikan ujian berupa sakit.  “Sesungguhnya Allah ketika mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka dengan musibah. Siapa yang ridha dengan musibah itu maka dia akan mendapatkan ridha Allah. Sebaliknya, siapa yang marah dengan musibah itu maka dia akan mendapatkan murka Allah.” (HR. Ahmad 23623, Tirmidzi 2396 dan dishahihkan al-Albani).


Amarah dan kesal tidak membawa kebaikan apa-apa, bahkan bisa jadi memperparah penyakit yang kau derita. Sebaliknya jika kamu ridho dan sabar atas musibah, kamu akan tetap merasa senang dan Itu akan mempercepat kesembuhanmu. Lebih baik berikhtiar berobat dan patuhi saran dan larangan dokter demi percepatan kesembuhanmu. Sekali lagi, dengan bersabar kamu akan dapat banyak kebaikan dari sakit yang kau alami. Apalagi di bulan Ramadhan yang penuh berkah, hidupmu akan terasa indah jika kamu bisa bersabar dalam sakitmu. Jadi tidak ada alasan untuk bersedih meskipun Allah memgujimu dengan sakit karena sebenarnya Allah sayang kepadamu.


Berfikir positif juga akan baik dampaknya pada kesehatanmu. Yakinlah bahwa kamu akan sembuh segera, jangan putus asa atas sakit yang kau derita karena Allah sesungguhnya bersama prasangka hambaNya. Dari Abu Hurairah RA, dia berkata,”Rasulullah SAW bersabda,’ Sesungguhnya Allah berkata: "Aku sesuai prasangka hambaku pada-Ku dan Aku bersamanya apabila ia memohon kepada-Ku" (HR Muslim). 


Jangan berhenti berharap atas atas RahmatNya karena Allah tidak suka pada hambaNya yang berputus asa. Ikhtiar dan do'a harus terus dilakukan agar kita selalu dalam lindunganNya dan Allah segera mengangkat penyakit kita sehingga kita bisa segera beribadah untuk mengikuti petunjukNya lebih maksimal. Semoga saudaraku yang masih berbaring di rumah sakit masih diberi kesabaran. Ini adalah kehendak Allah agar kita bisa lebih dekat kepadaNya. Dengan sakit kita dipaksa untuk istirahat untuk lebih mengingat Allah. Kita yang selama ini disibukkan untuk kepentingan dunia, dipaksa untuk berbaring ditempat tidur maka gunakan untuk berdzikir dan mengingat Allah. Mungkin selama ini kita kurang mengindahkan peringatan Allah, saatnya untuk memikirkan peringatanNya agar kita tidak menyesal sebelum malaikat maut datang menjemput.


Alhamdulilah masih diberi kesempatan untuk bertaubat,  berubah dan  berbenah menjadi pribadi yang lebih baik. Sungguh beruntung masih dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan, karena banyak dari saudara kita yang umurnya tidak sampai pada bulan Ramadhan tahun ini. Sungguh celaka bagi mereka yang tidak mau mendengar dan memikirkan peringatanNya, maka bersyukurlah masih diberi kesempatan hidup di bulan yang penuh berkah, kemuliaan dan pengampunan. (reper/az)

 

Posting Komentar untuk "Tidak Usah Sedih, Meskipun Terbaring Sakit di Rumah Sakit..."