Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Akankah Kita Diam?


Oleh: Diyanatul Izzah


Hari raya adalah hari dimana umat Islam merayakan hari kemenangan, hari dimana umat Islam merasakan ketenangan. Bertemu dengan sanak saudara penuh dengan keceriaan, saling bercerita tentang suka dan duka dengan keadaan tenang.


Tapi tidak untuk saudara kita di Palestina, sejak akhir - akhir ini mereka tidak merasakan ketenangan, hari dimana mereka seharusnya merasakan kegembiraan justru mereka harus merasakan duka yang panjang.


Sudah kita buktikan dari berbagai media yang menunjukkan, aksi zionis yang tidak biadap terhadap saudara kita. Mulai dari bom, penggerebekan yang tidak wajar, penyerangan, dan banyak lagi. Memang, benar kata Ustadz Abdul Somad "Tak perlu engkau menjadi Muslim untuk peduli kepada Palestina, cukup menjadi manusia saja!" Ya karena perlakuan zionis yang tidak diajarkan di agama manapun.


Akan menjadi aneh, apabila ada saudara sesama Muslim justru membela zionis yang jelas musuh kita bersama. Akan menjadi aneh apabila ada saudara Muslim yang dengan tenang membolak balikkan fakta untuk menjatuhkan Palestina. Ingat wahai saudara bahwa hubungan kita terhadap Palestina tak hanya sekedar hubungan kemanusiaan, tetapi lebih kuat dari itu yaitu hubungan keimanan dan ketaqwaan.


Sehingga menjadi bukti bahwa apabila ada yang diam apabila saudara mengalami kedzaliman maka perlu dipertanyakan keimanan dan ketaqwaannya. Apa yang akan kita jawab kelak ketika saudara kita mengadu kepada Allah atas kediaman kita?


Konflik Palestina tahun ini bukanlah konflik pertama kalinya, sudah beberapa tahun Palestina menghadapi kebiadapan zionis dan kedzalimannya. Ini menjadi pertanyaan kita semua, solusi apa yang pantas hingga saudara kita disana tak mengalami kedzaliman yang berulang? Pasti ini bukan solusi yang biasa.


Doa dan donasi adalah solusi yang bisa kita lakukan hari ini, apakah cukup dengan itu? Layaknya apabila ada tetangga kita yang sedang di rampok, sedang di jajah, sedang di dzolimi akankah kita hanya berdoa dan donasi? Sedangkan dihadapan kita tetangga kita yang masih dijajah? Tentu kita akan bergerak untuk membantu saudara kita tersebut.


Ini sama halnya dengan saudara kita di Palestina, memang doa dan donasi adalah solusi yang baik tetapi ada solusi yang terbaik daripada itu yaitu berjuang mengembalikan perisai yang selama ini hilang. Ya, karena ketika perisai itu tegak, maka bukan hanya Palestina yang akan dilindungi, Yaman, Suriah, Rohingnya, Uyghur akan juga dilindungi, umat - umat Islam yang dilecehkan akan dilindungi, bahkan kafirz dzimmi akan dilindungi!


Karena itu, sudah saatnya umat ini bangkit, sudah saatnya umat ini bangun dari tidurnya, untuk bersama - sama berjuang kembali menegakkan perisai yang telah lama hilang. In Sya Allah perjuangan ini akan menjadi saksi bahwa kita tidak diam apabila ada saudara yang ditimpa kedzaliman! Allahu Akbar! (reper/az)

 

Posting Komentar untuk "Akankah Kita Diam?"