Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ibadah Bukan Bahan Candaan


Oleh: Auliya Nuranis (Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung)


Hai gaes, sudah tahu belum apa yang viral belakangan ini di kalangan remaja milenial? pasti kalian tahu kan ya. Tapi jika disebutkan apa yang viral belakangan ini pasti bingung, karena banyak yang diviralkan. Zaman sekarang apa-apa yang unik pasti diviralkan oleh warganet.

Tapi, yang lebih menarik saat ini adalah bocah-bocah yang suka main game FF atau Free Fire. Mengapa menarik? Karena mereka melakukan dan meniru gerakan yang ada di game itu pada saat sujud. Istilah yang dikenalnya yaitu sujud freestyle. 


Dikutip dari Detik.com (25/4/2021), gerakan ini disebut-sebut terjadi di Bontang, Kalimantan Timur. Bahkan sudah menyebar ke daerah lain, karena anak-anak saat ini dapat mudah mengakses informasi yang sedang viral. Hal ini dilihat dari mereka yang sudah difasilitasi mempunyai handphone milik sendiri oleh orang tuanya. 


Mereka melakukan gerakan sujud freestyle ini saat shalat tarawih. Meresahkan bukan? Awalnya memang menganggap lucu, namun semakin lama banyak yang menghujat aksi tersebut. Salah satu akun Twitter mengunggah video aksi tersebut, “info mesjid di Bandung yang ada bocah2 bginian dong lurr ingin gw keplakinnnn,” tulisannya akun @wartafana.

Pertanyaannya, mengapa para remaja melakukan sujud freestyle itu?

Alasannya ialah karena meniru salah satu emoji yang ada di game Free Fire. Mereka menganggap bahwa itu adalah hal unik dan juga sedang tren saat ini. Ada juga yang hanya ikut-ikutan karena ingin FYP di tiktok dan menganggap hal ini stylenya anak FF (pemain FF).


Mengikuti zaman sih boleh ya, tapi jika dihubungkan dengan ibadah apalagi salat itu adalah hal yang tidak sepatutnya dilakukan. Karena jika dilakukan dalam salat, maka salatnya tidak sah atau batal. Ini hubungannya dengan Sang Pencipta loh, masa berhadapan dengan Allah melakukan candaan? Kan tidak etis. Yang lain ingin khusyu, ini merusak kekhusyuan. Lalu, apa sih hukum melakukan candaan dalam ibadah? 


Dalam Al-Quran Allah berfirman yang artinya, "Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?". Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa" (TQS. Al-Taubah : 65-66).


Aduh ngeri ya gaes, padahal sudah ada di dalam Al-Qur'an, tapi tetap saja ada yang melakukan candaan dalam beribadah. Naudzubillah. Hal ini lagi-lagi karena sistem pemerintahan saat ini yang diterapkan bukan sistem Islam ya. Padahal, akar dari permasalahan itu merujuk kepadanya. Sistem sekarang ini menjauhkan agama dari kehidupan atau sering kita sebut sebagai sekuler. Sampai umat Islamnya sendiri tidak memahami apa yang diterapkan Islam terdahulu, hingga perihal ibadah pun disepelekan. Ibadah bukan hal yang boleh dijadikan sebagai bahan candaan karena ibadah memiliki tata cara yang telah ditentukan oleh hukum syara. 


Jika yang melakukan aksi ini adalah anak-anak, maka peran orang tua sangat berpengaruh. Karena anak adalah cerminan bagaimana orang tua dalam mendidiknya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a ia berkata: Nabi SAW bersabda: “Tiap-tiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci), maka orang tuanyalah yang menjadikan ia Yahudi, Nashrani atau Majusi. (HR. Bukhari).


Karena itu, di sini peranan orang tua dalam memberi teladan dan pemahaman amatlah penting. Teladan dan pemahaman yang diberikan oleh orang tua sedari kecil akan membekas dalam diri anak. Orang tua juga memiliki tanggung jawab untuk mengajadi dan mengawasi anak-anak mereka dalam beribadah agar tidak salah. Selain itu, masyarakat dan khususnya negara bertanggung jawab menjaga generasi dari tontonan yang mampu merusak pemahaman dan akhlak generasi. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Ibadah Bukan Bahan Candaan"