Jangan Kendor Semangat, walau Ramadhan Sudah Lewat
Oleh: Shafa Nayla Rahma Herlambang
Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarakatuh
Gaez, engga kerasa yaa hari raya idul fitri sudah tiba. Padahal, rasanya baru kemarin kita memulai puasa dan tarawih. Kalian sadar ga sih, hari raya idul fitri tahun ini menjadi sangat berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. Seperti yang kita ketahui, virus covid 19 masih melanda di Indonesia, banyak kebijakan yang akhirnya harus diberlakukan demi mencegah penyebaran virus covid 19 ini, salah satunya dengan larangan mudik. Banyak orang diluar sana yang akhirnya harus merayakan lebaran tanpa bisa bertemu langsung dengan keluarganya, bagi kita yang masih dapat berkumpul bersama keluarga dalam momen lebaran tahun ini harus bisa bersyukur yaa gaez, karena banyak yang juga ingin bisa menikmati momen lebaran ini dengan keluarga, tapi apa daya, tidak bisa pulang ke rumah karena harus mematuhi kebijakan yang ada.
By the way, gimana sih perasaan kalian menyambut lebaran tahun ini? Mungkin ada yang gembira karena bisa makan opor ayam dan kue kue lebaran, tapi ada yang juga yang sedih karena harus berpamitan dengan bulan ramadhan. Sebagian merasa masih belum maksimal dalam menggunakan bulan ramadhan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri lebih baik lagi, dan juga tak yakin akan bisa bertemu kembali dengan bulan ramadhan tahun depan. Tapi, dengan berakhirnya bulan ramadhan, engga menjadikan kita kehilangan kesempatan untuk memperbaiki diri, selama kita masih hidup, mau itu bulan ramadhan atau bukan, kita bisa memperbaiki diri kita dan menjadi pribadi yang lebih bertaqwa kepada Allah. Jadi berakhirnya bulan ramadhan ini bukan akhir dari segalanya, malah ini adalah awal mula atau garis start nya gaez..
Kita bisa membiasakan diri sebagaimana kebiasaan di bulan ramadhan, seperti lebih rajin tadarus, shalat tahajud, berdzikir, dan bersedekah. Hal-hal tersebut jika kita biasakan lambat laun akan mengubah kita menjadi pribadi yang lebih baik. Momen ramadhan memang sudah usai, tapi ibadahnya harus tetap jalan. Waktu dan kesempatan yang ada harus pandai kita manfaatkan. Pasti semua ingin menjadi bagian dari orang-orang yang beruntung kan? Sebagaimana firman Allah dalam surat Al- Asr ayat 1-3 yang artinya “1. demi masa, 2. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, 3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.”
Karena itu, semangat kita dalam beribadah harus tetap berkobar. Apalagi di akhir ramadhan ini banyak berita tentang saudara kita yang ada di palestina yang tidak bisa beribadah dengan tenang karena terus menerus di ganggu dan dizholimi oleh zionis israel, sebagai saudara muslim, kita harus membantu mereka, di mulai dari mendoakan mereka dan memberikan bantuan berupa sumbangan untuk mereka, walaupun tidak seberapa, tapi kontribusi yang kita berikan dalam hal sekecil apapun insyaAllah dapat membantu mereka dan juga menjadi kontribusi kita dalam membela agama Allah.
Tanpa kita sadari, ternyata ibadah bisa kita lakukan dimana saja dan kapan saja, bahkan semua yang kita lakukan, jika kita niatkan karena Allah dan mengutamakan ridho Allah, insyaAllah kita akan mendapatkan pahala dari hal apapun yang kita kerjakan. Dan semoga, dari mengerjakan hal-hal tersebut, kita menjadi orang-orang yang semakin bertaqwa kepada Allah, aamiin.
Ramadhan yang berakhir engga berarti mengakhiri semangat kita dalam beribadah dan bertaqwa kepada Allah, yuk kita terus biasakan amalan amalan yang kita lakukan di bulan ramadhan agar kelak dapat menjadi teman yang menyelamatkan kita di akhirat, dan semoga Allah memberi kita umur dan kesempatan untuk dapat bertemu kembali dengan bulan ramadhan berikutnya, aamiin yaa Rabbal ‘alaamiin. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Jangan Kendor Semangat, walau Ramadhan Sudah Lewat"