Memelihara Semangat Ramadan
Oleh: Triana D.P (Pendidik)
Syawal telah menyapa. Idul fitri tengah kita rayakan. Semoga segala ibadah kita di bulan ramadan diterima oleh Allah SWT, Aamiin.
Ramadan baru saja meninggalkan kita. Sedih ya, bulan penuh kebarokahan telah pergi. Tapi yang penting, meskipun bulan ramadan pergi, semangat yang dibangun di bulan penuh kemuliaan tak boleh usai.
Ramadan adalah bulan penggemblengan. Bulan yang mengajarkan kita tentang kesabaran, pengorbanan dan semua kebaikan. Maka sudah seharusnya kebiasaan yang telah kita lakukan berlanjut di bulan-bulan setelahnya.
Ramadan menjadikan kita sebagai manusia yang dilatih menjadi taat dan bersemangat. Betapa tidak, dengan pahala besar yang Allah janjikan, membuat kita berduyun-duyun mengerjakannya ditengah kesibukan aktifitas. Berburu pahala menjadi sebuah kegiatan yang tak boleh ditinggalkan.
Sekarang, ramadan tak bersama kita lagi. Tapi, semangat memperbanyak pahala juga mesti terjaga. Ramadan jadi awal untuk kita mememelihara good habits.
Saat ramadan, kita berlomba-lomba mengkhatamkan membaca al-qur’an. Tak sedikit yang menambah hapalannya. Bahkan banyak kaum muslim yang mendatangi majlis-majlis ilmu ( meskipun secara daring) untuk mengetahui arti kandungan al-qur’an.
Seyogyanya kebiasaan- kebiasaan yang kita lakukan, harus terus dipelihara. Hal ini mengingat, bahwa seorang muslim akan diminta pertanggungjawaban atas segala yang dia lakukan. Maka menyibukkan diri dengan aktifitas kebaikan harus menjadi skala prioritas.
Namun sayang seribu kali sayang. Tak semua kaum muslim sadar bahwa datangnya ramadan menuntut kita menjadi manusia yang tunduk sepenuhnya kepada aturan Allah. Tak sedikit yang kembali menceburkan diri dalam kubangan dosa. Bukankah inti dari berpuasa adalah totalitas ketaatan?
Selepas ramadan banyak yang kembali pada aktifitas yang tak bernilai pahala disisi Allah. Kembali membuka aurat, melakukan riba, pacaran, korupsi, mendzalimi rakyat dan masih banyak perbuatan lainnya. Seolah-olah hanya ramadan saja kemaksiatan tiarap. Setelah ramadan berlalu, kemaksiatan hadir lagi.
Ide kebebasan yang dianut negeri ini, membuat nilai-nilai yang diajarkan dalam agama, tak mempunyai tempat untuk dijaga. Seringnya, memelihara ketaatan hanya difasilitasi saat ramadan saja. Selebihnya, harus kuat menjaga diri karena negara abai dengan aturan yang berasal dari Allah.
Taat butuh dukungan. Karena hidup dijaman jahiliyah modern membuat kita harus mempunyai ketaatan ekstra agar tak gampang ikut arus. Apalagi arus yang berkembang sekarang, justru arus yang bisa menenggelamkan kita dalam dosa.
Jadi, untuk bisa memelihara kebiasaan baik di bulan ramadan, maka aktifitas keseharian kita haruslah ditujukan sebagai sebuah bentuk ketaatan. Taat yang tak akan lekang oleh waktu. Bukan ketaatan yang sementara saja.
Maka teman-teman, kita bisa melakukan aktifitas berikut ini demi menjaga semangat ramadan, untuk menjadikan kita manusia yang tunduk atas perintah dan larangan yang sudah Allah berikan:
1. Belajar dan mengkaji islam kaffah secara kontinyu
Keberadaan islam menjadi sesuatu yang luar biasa. Islam hadir tidak hanya sebagai sebuah agama yang mengatur urusan ibadah saja. Namun, kehadiran islam membawa sebuah pedoman kehidupan agar hidup manusia tak tersesat di dunia. Maka sudah seharusnya, sebagai umat muslim kita harus mengetahui semua tentang apa saja perintah dan larangan yang telah Allah tetapkan untuk diaplikasikan dalam keseharian. Maka kita butuh meluangkan waktu untuk belajar islam lebih dalam.
2. Mengamalkan ilmu
Setelah mengkaji islam, pastilah kita mendapatkan ilmu dari apa yang kita pelajari. Maka, sudah menjadi kewajiban kita untuk mengamalkan ilmu yang kita peroleh. Karena ilmu agama, bukan sesuatu yang hanya butuh dipelajari saja, tetapi butuh juga untuk diamalkan. Kalau ilmu hanya sekedar diketahui, maka tidak akan berarti. Yang pasti, ilmu agama yang diamalkan ini, sudah jelas mendekatkan kita kepada Allah ya, bukan ilmu yang membuat kita malah dekat dengan kesesatan.
3. Mengajarkan ilmu
Masih ingatkan salah satu hadist nabi tentang sampaikanlah walau satu ayat? Ya, itulah pesan yang disampaikan kepada bahwa ketika kita mengetahui sesuatu yang berasal dari agama, maka kita berkewajiban untuk menyampaikan kepada orang lain. Karena dalam islam, kita diperintahkan untuk menyampaikan kebenaran meskipun ada yang tidak suka.
Dengan aktifnya kita menyebarkan kebenaran, maka akan menambah jumlah orang yang paham agama. Selanjutnya kita akan mendapati orang-orang yang menjalankan perintah dari tuhan-Nya. Jadilah ladang pahala mengalir kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.
Jadi nih teman-teman, kalau sesuatu itu bernilai kebaikan disisi Allah, maka tugas kita adalah menerapkan dalam keseharian hidup kita. Dan juga ikut aktif dalam menyebarkan kebaikan, meskipun berbuat baik akan mendapatkan rintangan dan hambatan. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Memelihara Semangat Ramadan"