Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mencari Kebenaran Hakiki


Oleh: Mochamad Efendi


Dalam hidup ini, hanya manusia yang mau mendengar dan berfikir akan mampu menemukan kebenaran hakiki dalam pecariannya. Beruntunglah kita dilahirkan sebagai seorang Muslim, karena Islam adalah kebenaran hakiki. Namun demikian, kita harus memantaskan diri dengan keimanan yang kita miliki dengan proses berfikir sehingga keyakinan ini sungguh mengakar kuat, memuaskan akal dan menentramkan hati. Islam harus kita yakini sebagai kebenaran hakiki dan tidak ada keraguan sedikitpun dengan keyakinan yang kita peluk.


Coba gaes, perhatikan para mualaf yang bukan berasal dari keluarga Muslim, tentunya tantanganya lebih berat dari kita dalam pencarian kebenaran hakiki dalam hidup mereka. Seperti kisah pencarian yang dilakukan Felix Siauw yang sempat tidak mempercayai adanya Tuhan karena tidak menemukan jawaban tuntas atas pertanyaan-pertanyaan tentang hidup, sampai akhirnya dia dipertemukan dengan Ustad Fatih Karim. Terjadikah diskusi panjang mulai dari jam 8 malam hingga menjelang Shubuh. Kecerdasan, kemauan untuk mendengar serta berfikir mengantarkan Felix Siauw pada satu keputusan untuk bersyahadat, memeluk Islam tanpa ada keraguan sedikitpun didalam hatinya. 


Kemudahan lisan Ustad Fatih yang dituntun oleh Allah SWT. dalam menyampaikan Islam mampu menjawab semua pertanyaan dan keraguan dalam dada Felix. Sungguh benar Allah memberi petunjuk pada orang-orang yang dikehendaki yakni orang-orang yang mau mendengar dan memikirkan peringatan yang datang pada mereka. Sementara mereka yang menutup hati dan pendengarannya serta enggan memikirkan peringatan yang datang dalam hidupnya, mereka adalah orang-orang yang hatinya terkunci dan mereka tidak mendapatkan petunjukNya. Sungguh celaka, kelak mereka menjadi penghuni Neraka yang menyala-nyala karena mengabaikan peringatanNya. Penyesalan penghuni Neraka sia-sia karena taubat mereka sudah tidak diterima.


Sebuah kisah yang menyentuh hati dalam sebuah pencarianya untuk sebuah kebenaran hakiki. Gaes, pernahkah kau bertanya dalam dirimu, dari mana kau berasal, kemana setelah kau mati, dan untuk apa kau hidup di dunia. Tiga pertanyaan itu juga yang menggelitik dalam benak Felix Siauw yang akhirnya menemukan jawabannya dalam Islam secara tuntas, memuaskan akal dan menentramkan hati.  Perhatikan apa yang ada disekitarmu, tanda-tanda kebesaran Tuhan yang telah menciptakan semua yang ada di langit dan di bumi. Semua yang terhampar diatas bumi begitu pula apa yang kau lihat diatas langit pasti ada yang menciptakanya. Begitu pula berbagai kejadian yang menakjubkan yang merupakan tanda-tanda kebesaran Allah bagi mereka yang mau berfikir. Dia adalah  Allah SWT. Yang berkuasa atas segala sesuatu. 


Jadi kita berasal dari Allah SWT. yang sudah menciptakan manusia, hidup dan alam semesta. Dengan memperhatikan dan memikirkan ciptaanNya, kita akan takjub atas kesempurnaan ciptaanNya. Dan pastinya ada yang menciptakan. Al-Khalik Yang Maha Sempurna yang telah menciptakan semuanya tanpa cacat sedikitpun. Banyak perintah didalam al-Qur'an yang mengajak kita untuk memperhatikan tanda-tanda kebesaranNya, sehingga kita semakin yakin bahwa ada yang menciptakan semua itu. 


Setelah mati kita akan kembali kepadaNya dan mempertanggung jawabkan semua perbuatan kita selama hidup di dunia. Mereka yang mengikuti petunjukNya akan selamat dan kembali pada sebaik-baik tempat kembali, SurgaNya. Sebaliknya, mereka yang ingkar dan tidak mau mengikuti syariatNya, mereka disediakan neraka  yang menyala-nyala, seburuk-buruk tempat kembali.


Lalu untuk apa kita hidup di dunia? Manusia hidup di dunia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT, seperti yang dijelaskan dalam al-Qur'an Surat Az-Zariyat Ayat 56, "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."  Beribadah kepada Allah harusnya dijadikan tujuan hidup, sementara perhiasan dunia adalah ujian yang sering menggelincirkan manusia dari tujuan hidupnya.


Gaes, perhatikan alam semesta, hidup dan manusia karena tiga unsur itulah yang terjangkau oleh panca indra kita. Diluar tiga unsur tadi kita tidak mampu menjangkaunya. Untuk itu, kita perlu informasi dari yang Maha Maha Tahu tentang hal-hal ghoib yang manusia tidak mampu menjangkaunya. Manusia tidak boleh mengada-ngada tentang hal yang tidak diketahui. Itulah alasan pentingnya wahyu, al-Qur'an, Dan yang membawanya adalah Rasullulah.


Gaes, Al-Qur'an menantangmu untuk membuat satu Surat yang serupa dengan apa yang ada di al-Qur'an jika kamu ragu, bahkan satu ayat saja. Tapi yakinkah kamu tidak akan mampu untuk melakukannya.  Jika demikian, yakinkah bahwa al-Qur'an adalah firman Allah yang pasti benar dan tidak ada sedikitpun keraguan yang terkandung didalamnya. Sementara, yang membawa al-Qur'an, Muhammad SAW. Artinya Muhammad SAW adalah Rasulullah. Apakah kamu masih ragu dengan al-Qur'an yang penuh hikmah dan berisi ajaran tentang hidup serta menjadi petunjuk bagi yang bertaqwa. Semakin kau kaji Dan dakami apa yang terkandung didalam al-Qur'an semakin yakin Dan tidak ada alasan untuk menolak kebenaran al-Qur'an kecuali bagi mereka yang didalam hatinya ada penyakit. Mereka yang tidak mau mendengar dan menutup diri pada kebenaran hakiki. Mereka adalah hatinya sudah terkunci dan tidak mau menerima peringatan yang datang dalam hidupnya. 


Gaes, hidup ini pasti akan berakhir dan sudah terbukti dari orang-orang yang sudah mendahului kita. Sungguh, rugi jika kita menggunakan waktu yang tidak lama selama di dunia untuk hal yang sia-sia. Apapun yang kita lakukan harus dikaitkan dengan Islam, perintah dan larangaNya. Dengan mengikuti ajaran Islam yang lurus dan mulia, hidup kita akan selamat dunia dan akhirat, karena Islam adalah kebenaran hakiki. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Mencari Kebenaran Hakiki"