Palestina Tanah Yang (Pernah) Dijanjikan?
Oleh: Meutia TS. Kelana, S.Kom
(Aktivis Muslimah Peradaban Aceh)
Bagi bangsa Israel, Palestina adalah tanah yang dijanjikan Tuhan (The Promised Land) kepada mereka. Klaim sepihak itu, menurut Abdul Wahab Almessiri, seorang intelektual Mesir, merupakan penegasan bahwa tidak ada bangsa lain yang berhak menduduki Palestina kecuali umat pilihan Tuhan. Israel mengklaim, merekalah umat pilihan Tuhan tersebut. Tidak peduli, apakah sebelum dan sesudah mereka hidup bangsa-bangsa lain di sana. Atas nama Tuhan, tanah Palestina adalah mutlak milik mereka. Banyak pihak menilai klaim Israel itu berlebihan. Faktanya, memang demikian. (Republika.co.id)
Benarkah Palestina Tanah Yang Dijanjikan Bagi Yahudi?
Pada Tahun 2000 SM – 1500 SM, Ibrahim as. Memiliki putra bernama Ismail as. (Bapak bangsa Arab) dan Ishak as. Ishak memiliki putra bernama Ya’kub as. alias Israel. Ya’kub punya anak Yusuf as, yang ketika kecil dibuang oleh saudaranya, namun belakangan menjadi bendahara kerajaan Mesir. Ketika dilanda paceklik, Ya’kub as. sekeluarga atas undangan Yusuf berimigrasi ke Mesir. Populasi anak keturunan Israel (bani Israel atau bangsa Israel) membesar.
Pada Tahun 1550 SM – 1200 SM, Politik di Mesir berubah. Sehingga Bani Israel dianggap suatu masalah, dan akhirnya oleh Fir’aun statusnya diubah menjadi budak. Tahun 1200 SM – 1100 SM, Musa as. memimpin bangsa Israel meninggalkan Mesir, mengembara di padang Sinai menuju tanah yang dijanjikan, bila mereka taat kepada Allah. Namun saat mereka diperintah memasuki Filistin (Palestina), mereka membandel dan mengatakan:
“Hai Musa, kami sekali-kali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi ada orang-orang yang gagah perkasa di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Rabbmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja”. (QS. 5:24)
Akibatnya mereka dikutuk dan hanya berputar-putar saja di sekitar Palestina. Belakangan agama Musa as disebut “Yahudi” – menurut nama salah satu marga Israel yang paling banyak berketurunan, yakni Yehuda, dan bani Israel -tanpa memandang warga negara atau tanah air- disebut juga orang-orang Yahudi.
Sangat jelas bahwa mereka mengabaikan perintah Allah untuk berjuang bersama nabi Musa, lalu mengapa saat ini mereka sangat berani mengklaim bahwa palestina adalah tanah yang dijanjikan untuk mereka? Karena di negara manapun mereka berada tidak diterima, sehingga mereka di usir, dibunuh bukan oleh muslim tapi oleh kaum kafir. Dan selama ini yahudi dimanfaatkan oleh barat untuk mendapatkan keinginannya dan bekerjasama untuk meruntuhkan daulah Islam. Dimana selama ini daulah Islam sudah menampung mereka dengan baik. Karena itu mereka berharap bisa kembali masuk ke palestina tanah yang diberkahi.
Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israel, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini hawa nafsu mereka, maka sebagian rasul-rasul itu mereka dustakan atau mereka bunuh. (QS. 5:70)
Bahkan meraka juga membunuh para nabi yang diutus Allah untuk membawa Risalah. Lalu bagaimana mungkin mereka berani mengklaim bahwa Palestina adalah tanah yang dijanjikan untuk mereka setelah semua itu dengan mudahnya sejarah dilupakan. Merekalah kaum yahudi yang selalu ingkar janji, bahkan saat berada didalam daulah Islam pun mereka berani melakukan persengkokolan untuk membunuh Rasul yang sudah memberikan izin tinggal disana. Maka Rasul pun dengan tegas mengambil tindakan untuk mengusir mereka dari Daulah Islam.
Dendam Yahudi Kepada Islam
Pada dekade 60-an, Eugene Rostow, Kepala Bagian Perencanaan pada Kementrian Luar Negeri Amerka, kala itu, yang juga menjadi Penasehat Presiden Johnson pernah menyatakan : “Tujuan dunia Barat di Timur Tengah adalah menghancurkan peradaban Islam. Berdirinya Israel sebenarnya merupakan bagian dari rencana ini. Itu tidak lain merupakan kelanjutan dari Perang Salib”.
Majalah Der Spegel, Jerman, pernah mempublikasikan kajian tentang ancama Islam terhadap peradaban Barat, pada edisi ke –VIII tahun 1991. Majalah itu mengatakan : “Dendam Barat atas kekalahannya terhadap Shalahuddin di Al-Quds menyebabkan terjadinya 2 kali perang salib. Pertama, ketika Barat mendukung Mustafa Kamal menghancurkan khilafah Islam. Kedua, ketika barat mendukung Yahudi mendirikan negara mereka di palestina”. Artinya dendam perang salib masih memenuhi hati barat kafir selama ratusan tahun.
Maka tidak heran jika saat ini ketika Israel menjadi sebuah negara dan mencaplok Palestina hingga berani masuk ke dalam mesjid Al-Aqsa dan melakukan serangan. Semata-mata itu wujud dari dendam mereka terhadap kekalahan yang luar biasa oleh shalahuddin al-Ayyubi. Meski sudah ratusan tahun, maka doktrin kebencian mereka terhadap Islam telah mendarah daging hingga ke anak cucunya. Gema islamophobia pun digencarkan semata untuk menghancurkan Islam agar tak pernah bangkit lagi.
Sungguh mereka mengira bahwa kaum muslim ketika dicerai beraikan setelah ketiadaan khilafah tak akan mampu bangkit dan bersatu lagi. Mereka lupa bahwa dibawah nina bobok sekulerisme masih ada anak cucu shalahuddin al-ayyubi yang masih berjuang mempertahankan palestina, masih ada sekumpulan para pejuang dari anak cucu sultan muhammd al-fatih. Dan mereka lupa akan ada banyak singa seperti sultan abdul hamid yang hingga nafas terakhirnya masih berharap daulah islam masih bisa dibangkitkan.
"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu." (QS Al-Baqarah [2]: 120).
Tentu saja benar seperti firman Allah bahwa mereka tidak akan senang samapi kita mengikuti agama mereka. Para kafir harbi ini seolah mereka bersatu namun pada akhirnya mereka akan tercerai beraikan dan saling memusuhi ketika keinginannya terpenuhi.
Membebaskan Palestina Dengan Khilafah
Ramadhan yang lalu palestina kembali terluka, disaat mereka harusnya menikmati moment indah ramadhan, namun saat itu juga ibadah mereka terganggu dengan lemparan rudal yang menuju pemukimannya. Anak-anak, wanita dan orang tua menjadi korbannya. Tapi lagi dan lagi media bungkam hingga akhirnya sosmedlah mengambil alih pemberitaan yang kemudian menjadi viral didunia. Tak sedikit warga dunia yang kemudian turun ke jalan meminta agar yahudi menghentikan perang. Namun tak sedikit pun digubris, malahan sosmed juga mulai dibanned agar bisa menghentikan suara hati kaum muslimin.
Meski pada akhirnya palestina menang dan Israel menyerah kalah dan meminta dilakukan gencatan senjata, namun hanya berselang beberapa jam saja yahudi mulai menyerang palestina lagi. Memang mereka adalah kaum yang tak bisa dipercayai. Pemimpin muslim tak berkutik, hanya bersuara nyaring namun tak pernah mengirimkan militernya. Berapa banyak lagi tangisan dan jeritan anak-anak dan wanita palestina yang akan bisa merobek hati dan telinga mereka?
Jika saja kekuatan militer kaum muslim digabungkan akan bisa membebaskan palestina untuk selamanya, namun penguasan negeri kaum muslim hanya mampu berdiam diri karena terjerat utang yang menggunung tinggi. Maka kita tidak bisa berharap pada kapitalis untuk membebaskan palestina dari penjajahan yahudi, dimana kapitalis lahir dari Negara adidaya yang saat ini menjadi penguasa dunia. Pada siapa kaum muslim palestina, uigur, rohingya, Kashmir akan meminta pertolongan?
Hanya dengan daulah khilafah islamiyah lah semua itu dapat terwujud. Bukan hanya membebaskan penjajahan yahudi, memberikan perlindungan, dan memperbaiki semua situasi saat ini. Mengirimkan militernya yang langsung dipimpin oleh khalifah. Membebaskan negeri ini beserta utangnya, memutuskan semua hubungan yang merugikan rakyat dan mengembalikan harta kekayaan umat. Sehingga terciptalah negeri yang rahmatan lil a’lamin, bahkan non muslim pun akan aman hidup didalamnya.
Masihkah kita ragu untuk memperjuangkannya? Kitalah anak cucu dari umar bin khatab yang gagah berani, kitalah anak cucu shalahuddin al-ayubbi yang akan membebaskan palestina kembali. Kitalah anak cucu Muhammad al-fatih yang akan menaklukkan roma. Kitalah anak cucu sultan abdul hamid yang akan mempertahankan palestina dan khilafah kelak. Maka siapkah kita untuk mengambil bagian dari perjuangan ini? Perjuangan menuju kemuliaan dan kemenangan yang akan segera tiba. Insyallah… tidak akan lama lagi. Wallahu ‘alam.
(reper/baim)


Posting Komentar untuk "Palestina Tanah Yang (Pernah) Dijanjikan?"