Perhiasan Dunia Itu Ujian, Bukan Tujuan
Oleh: Mochamad Efendi
Banyak orang mati-matian mengejar perhiasan Dunia; uang, kemewahan dan jabatan bahkan tidak sedikit mendapatkannya dengan cara haram. Perhiasan Dunia dijadikan tujuan hidup sehingga menghalalkan segala cara hanya untuk mendapatkannya. Cara dzalim mengambil hak orang lain, seperti korupsi atau cara curang yang merugikan orang lain dilakukan dengan mengabaikan peringatan dari Sang Pemilik Hidup. Hukum dunia terkadang tidak bisa secara langsung menjerat mereka, apalagi saat mereka sedang berkuasa. Namun pasti di akhirat akan dapat balasan yang setimpal sesuai dengan perbuatannya.
Jika kita menyadari bahwa hidup di dunia ini sebentar dan pasti akan berakhir, sungguh rugi jika menjadikan dunia sebagai tujuan. Manusia pasti akan mengalami mati dan itu sudah terbukti dari orang-orang yang sudah mendahului kita. Harusnya kematian bisa dijadikan pelajaran untuk menyikapi perhiasan dunia sebagai ujian, karena semua yang dikumpulkan di dunia harus ditinggalkan saat datang waktu menutup mata untuk selama-lamanya. Lalu untuk apa semua perhiasan dunia yang kita banggakan dan kita cintai selama hidup di dunia. Harusnya semua itu digunakan untuk bisa mendekatkan diri pada Allah yang sudah menciptakan kita. Beribadah pada Pencipta alam semesta, manusia dan kehidupan harusnya dijadikan tujuan. Manusia yang mampu berfikir cerdas dan cemerlang pastilah tidak mau diperbudak oleh harta . Jangan sampai kita disibukkan dengan kepentingan dunia sehingga lupa dengan kampung akhirat tempat kembalinya kita nanti. Seburuk-buruk atau sebaik-baik tempat kembali tergantung amalan kita selama di dunia yang mana Allah akan menguji kita dengan perhiasan dunia.
Sungguh rugi dan bahkan celaka orang-orang yang menjadikan perhiasan dunia sebagai tujuan. Dalam surat al-kahfi ayat 7 kita diingatkan, "Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya." Manusia diuji dengan perhiasan dunia berupa kesenangan yang menggoda apakah mereka mengikuti nafsunya atau tetap berpegang pada petunjukNya. Tentunya orang yang menyadari bahwa semua yang ada di dunia ini ujian, maka mereka akan berhati-hati agar tidak digelincirkan olehnya sehingga menjadi orang yang celaka.
Memang kesenangan dunia adalah sesuatu yang nyata dan menyenangkan bagi manusia. Perhiasan dunia nampak ada didepan mata dan bisa dirasakan saat ini juga di dunia, sementara akhirat adalah perkara ghoib. Jadi hanya orang-orang yang beriman yang mampu berfikir cerdas dan cemerlang menjadikan perhiasan dunia sebagai ujian, dan ibadah kepada Allah sebagai tujuan. Dengan mengikuti petunjukNya, kita akan selamat tidak hanya di dunia tapi juga akhirat nanti. Perhiasan dunia sering menggelincirkan manusia yang tidak memiliki iman kuat, karena mereka menganggap dunia adalah segala-galanya. Padahal dunia hanya sementara, sedangkan akhirat untuk selama-lamanya. Oleh karena itu kita butuh pegangan agama yang lurus dan mulia.
Orang yang mampu berfikir cerdas dan cemerlang, tidak hanya menyibukkan dengan urusan dunia. Dia tidak lupa menyiapkan bekal di akhirat nanti. Nikmat dunia hanyalah semu dan untuk sementara tergantung hati bagaimana bisa mensyukuri. Bukan kemewahan, harta atau jabatan yang bisa memberi jaminan kebahagiaan. Sungguh, perhiasan dunia tidak membuatnya silau dan lupa hakekat atas penciptaan mereka yakni beribadah kepada Tuhan yang telah menciptakan mereka. Seperti yang dijelaskan dalam al-Qur 'an Surat Az-Zariyat Ayat 56 bahwa Allah telah menciptakan jin dan manusia agar mereka beribadah kepadaNya. Beribadah kepada Allah harus menjadi tujuan hidup manusia, bukan perhiasan dunia.
Sebaliknya, mereka yang hanya memikirkan dunia dan menjadikanya sebagai tujuan akan menabrak aturan yang berasal dari Tuhan yang menciptakan manusia. Mereka enggan diatur dengan hukum Allah yang diturunkan pada RasulNya untuk disampaikan pada umat Manusia. Curang, culas dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan karena tidak ada kesadaran bahwa bahwa Allah akan membalas setiap keburukan yang mereka lakukan. Manusia menjadi seburuk-buruk makhluk karena meninggalkan ajaran yang lurus dan mulia. Nafsu untuk menguasai perhiasan dunia membuat manusia lupa tujuan hidupnya, sehingga mereka berakhir dalam kehinaan dan tempat kembalinya, Neraka yang menyala-nyala.
Perhiasan dunia memang diperuntukkan bagi manusia agar bisa diketahui siapa yang memiliki amalan yang lebih baik. Artinya, kita boleh menikmatinya tapi dengan cara yang benar. Allah telah menurunkan sebuah aturan berupa agama yang lurus dan mulia. Namun, siapa saja yang menjadikan perhiasan dunia tujuan, mereka mengabaikan aturan dari Tuhan yang telah menciptakan mereka. Mereka akan tersesat dan jauh dari hidayahNya, karena menuruti nafsu untuk menguasai perhiasan dunia. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Perhiasan Dunia Itu Ujian, Bukan Tujuan"