Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ramadhan, Bulan Latihan yang Penuh Keberkahan


Oleh: Rosna (The Voice of Muslimah Papua Barat)


Marhaban ya Ramadhan, telah tiba bulan suci yang penuh ampunan dimana bulan ini merupakan bulan yang dilipat gandakan pahalanya, yaitu mengerjakan amalan sunnah akan dinilai berpahala sesuai amalan wajib & mengerjakan amalan wajib akan dilipatgandakan pahalanya. Dibulan ramadhan ini ibadah puasa merupakan rukun islam yang ke empat (4) serta menjadi salah satu ibadah yang menentukan dinaikannya derajat seseorang dan memetik buah taqwa. Bagi kaum muslimin ini adalah momen berharga untuk berlomba-lomba dalam mencari pahala serta kebaikan untuk memperbaiki iman dan ikhlas dalam menjalaninya, karena bulan puasa merupakan kewajiban bagi setiap kaum muslimin yang harus dijalankan, bahkan ibu hamil atau ibu menyusui diwajibkan berpuasa apabila mereka sanggup untuk menjalankannya. Namun harus diperhatikan dibulan puasa ini apakah kita sebagai kaum muslim menjalani ibadah puasa hanya untuk keinginan atau keimanan? 


Dalam sebuah hadits mengatakan, “Barangsiapa berpuasa karena iman dan ikhlas, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” Kalimat ini adalah kutipan dari hadits Abu Hurairah ra dimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ


”Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni”. (HR. Bukhari dan Muslim)


Salah seorang ulama di kota Riyadh, Syaikh ‘Ali bin Yahya Al Haddady hafizhohullah memberikan faedah tentang hadits di atas:


1. Amalan yang dilakukan seseorang tidaklah bermanfaat sampai ia beriman kepada Allah SWT & mengharapkan pahala dari Allah (ikhlas). Jika seseorang melakukan amalan tanpa ada dasar iman seperti kelakuan orang munafik atau ia melakukannya dalam rangka riya’ (ingin dilihat orang lain) sebagaimana orang yang riya’, maka yang diperoleh adalah rasa capek dan lelah saja. Kita berlindungi pada Allah SWT dari yang demikian.


2. Sebagaimana orang yang beramal akan mendapatkan pahala dan ganjaran, maka merupakan karunia Allah SWT ia pun mendapatkan anugerah pengampunan dosa selama ia menjauhi dosa besar.


3. Keutamaan puasa Ramadhan bagi orang yang berpuasa dengan jujur dan ikhlas adalah ia akan memperoleh pengampunan dosa yang telah lalu sebagai tambahan dari pahala besar yang tak terhingga yang ia peroleh.


4. Sebagaimana ditunjukkan dalam hadits yang lain, pengampunan dosa yang dimaksudkan di sini adalah pengampunan dosa kecil. Adapun pengampunan dosa besar maka itu butuh pada taubat yang khusus sebagaimana diterangkan dalam hadits Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di antara shalat yang lima waktu, di antara Jum’at yang satu dan Jum’at yang berikutnya, di antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, maka itu akan menghapuskan dosa di antara dua waktu tadi selama seseorang menjauhi dosa besar.” (HR.Muslim) 


Itulah mengapa kita sebagai umat muslim harus benar-benar memahami arti puasa di bulan ramadhan ini, bukan sekedar menahan haus dan lapar, serta hawa nafsu melainkan memperbaiki iman kita serta hubungan kita kepada Allah SWT. Ramadhan juga merupakan bulan latihan dimana selama sebulan penuh diisi dengan berbagai ibadah, baik yang wajib maupun yang sunnah. Agar menjadi kebiasaan untuk tetap dilakukan pada bulan-bulan berikutnya, tidak hanya berhenti di bulan ramadhan saja. Dengan iman dan ikhlas kita bisa menjalani puasa di bulan ramadhan tanpa ada rasa lelah serta akan ada kebaikan hati juga kesabaran hati dalam menjalaninya. Wallahu 'alam bishowab. (reper/rmn)

Posting Komentar untuk "Ramadhan, Bulan Latihan yang Penuh Keberkahan"