Berani Jujur Menyuarakan Kebenaran Islam
Oleh: Mochamad Efendi
Kejujuran mahal harganya dalam satu sistem yang menghalalkan segala cara. Sejak anak duduk di bangku sekolah, budaya curang dan perilaku tidak jujur dilakukan agar bisa meraih prestasi belajar yang diinginkan. Sering kejujuran dikalahkan oleh mereka yang tidak jujur dalam meraih prestasi belajar. Menyontek seolah menjadi cara wajib jika ingin meraih kesuksesan.
Apalagi, pada masa pandemi yang mana tidak ada tatap muka langsung antara guru dan peserta didik. Guru juga jarang menjelaskan materi ajar. Tiba-tiba, anak diberi ulangan. sebagian anak mengerjakan asal-asalan sehingga bisa dipastikan nilainya juga asal-asalan, hanya mendapatkan nilai keberuntungan dan tidak perlu berfikir karena jawaban tinggal memilih. Sementara, yang masih ada keinginan dapat nilai bagus tidak dicapai dengan cara jujur. Ada yang minta kakaknya atau orang tuanya membantu mengerjakan. Sebagian mengerjakan sendiri tapi sambil membaca buku atau cara termudah dengan menanyakan mbah google. Jadi tidak ada proses belajar agar pintar atau berlatih agar canggih. Banyak orang meragukan kualitas peserta didik di masa pandemi ini.
Ternyata bersikap jujur memang tidak mudah dan mahal harganya. Namun kejujuran harus dilakukan meskipun pahit dan beresiko karena kebohongan yang dilakukan terus menerus, perlahan akan membawa kerusakan dan kehancuran. Ibarat, orang yang kecanduan narkoba harus dihentikan jika ingin sembuh, meskipun Itu tidak mudah, karena impian yang menipu membuat seseorang takut berkata jujur. Jujur mamang pahit gaes, tapi ibarat obat akan membawa kondisi yang lebih baik.
Berani Jujur Itu baru hebat, dan hanya orang yang mampu berfikir sehat akan memilih untuk jujur, karena berbohong hanya akan menyakiti diri sendiri dan tidak jarang juga melukai orang lain. Jujur membuat hati tenang dan melangkahpun terasa ringan. Sebaliknya, kebohongan membuat hati gusar karena takut kebenaran terungkap, langkahpun menjadi terasa berat karena hati merasa selalu waswas. Kebenaran pasti terungkap dan saat itulah kehinaan menimpa seseorang yang menyimpan kebohongan. Jika jujur sudah menjadi kebiasaan dan melekat pada diri seseorang, dia akan menjadi orang yang dipercaya, sebaliknya seseorang tidak lagi dipercaya, karena sering berbohong.
Jangan takut dipecat atau gagal mendapatkan apa yang kau inginkan. Yakinkah, Allah bersama orang-orang yang selalu berpegang pada kebenaran Islam. Jangan kau gadaikan iman dan Islammu hanya untuk dunia yang semu dan menipu. Katakan dengan tegas bahwa kamu tidak akan menduakan al-Qur'an yang berisi kebenaran hakiki tanpa ada sedikitpun keraguan meskipun resikonya kamu kehilangan pekerjaan atau sesuatu yang kau impikan. Al-Qur'an harga mati dan tidak mungkin digantikan dengan yang lain. Tidak perlu ragu ataupun takut menjadikan Islam sebagai landasan berfikir ataupun solusi fundamental. Tidak perlu menyembunyikan keyakinanmu yang pasti benar.
Jangan tutupi keyakinanmu dan jangan berhenti untuk berfikir menggunakan perspektif Islam karena itulah yang benar. Sementara perspektif yang lain, tinggalkan saja. Dengan menggunakan berbagai sudut pandang pemikiran, yang jelas haram masih diperdebatkan, sementara yang wajib masih ada pemikiran untuk melarang. Haruskah menyembunyikan keyakinanmu hanya karena ingin dianggap moderat dan berwawasan kebangsaan. Haruskah meninggalkan kewajiban menutup aurat, hanya karena ingin diakui memiliki wawasan kebangsaan. Hijab bagi Muslimah adalah kewajiban, jangan ditinggalkan hanya karena takut kehilangan pekerjaan. Jujur dan terus menyuarakan kebenaran Islam meskipun banyak orang mulai melepaskan pegangannya pada ajaran Islam kaffah. Keyakinan mulai goyah dan setengah hati dalam derasnya arus Islamophobia dan gencarnya perang melawan radikalisme yang ditujukan pada Islam.
Berkatalah jujur dari hati yang terdalam dalam menyuarakan kebenaran Islam. sungguh semua terasa menyenangkan jika kita melakukan sesuatu yang benar sesuai dengan keyakinan kita . Sebaliknya, jika kamu tidak berani jujur, kamu akan dihantui oleh perasaan bersalah, dan perasaan takut jika kamu akan ketahuan jika berbohong. Gaes, kamu bisa saja menyembunyikan sesuatu dari manusia tapi tidak dari Allah Yang Maha Mengetahui atas apa yang kau nyatakan maupun yang kau sembunyikan dalam hati. Keburukan akan tetap mendapatkan balasan keburukan sekecil apapun bahkan sesuatu yang tersimpan dalam hatimu. (reper/armn)


Posting Komentar untuk "Berani Jujur Menyuarakan Kebenaran Islam"