Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berfikirlah Sebelum Berbuat


 Oleh: Mochamad Efendi


Setiap manusia memiliki naluri atau ghorizah dalam dirinya, begitu pula dorongan untuk memenuhi hajat hidupnya, kebutuhan jasmani. Dorongan ini adalah potensi yang ada dalam diri manusia yang membuat seseorang berbuat untuk melakukan sesuatu. Hewan juga memiliki petensi ini, yakni ingin memenuhi hasrat dari naluri serta dorongan untuk memenuhi kebutuhan jasmani. Tentunya yang membedakan adalah bahwa manusia memiliki akal sedangkan hewan tidak. Artinya hewan melakukan sesuatu hanya atas dorong Naluri ataupun keinginan untuk memenuhi kebutuhan Jasmani, tidak perduli caranya benar atau salah, haram atau halal. Dan inilah yang membedakan antara manusia dan hewan. Manusia akan berfikir dulu sebelum berbuat apakah apa yang hendak dilakukan benar atau salah, baik atau buruk serta halal atau haram. Proses berfikir dan mengkaitkan setiap perbuatannya dengan keyakinannya, Islam membuat manusia menjadi mulia, sebaliknya jika manusia sudah tidak mau berfikir dan tidak pula mau diatur dengan ajaran dari Yang Maha Mulia, kemuliaanya sebagai manusia menjadi hilang bahkan dia akan menjadi seburuk buruk makhluk, lebih hina dari binatang. 


Manusia akan menjadi makhluk mulia saat mau menggunakan akalnya sebelum memutuskan untuk berbuat sesuatu. Apa bedanya kita dengan binatang jika kita hanya menuruti hawa nafsu. Mencintai lawan jenis adalah naluri yang jika dibiarkan tanpa diatur akan membawa manusia pada kerusakan dan kehinaan yang nyata. Sebagai Muslim sejati, keinginan kita harus dikaitkan dengan ajaran Islam yang mengatur dalam sistem pergaulan. Mereka yang tidak mau mengatur hidupnya dengan Islam dan lebih memilih pergaulan bebas, akan tergelincir pada dosa besar. Awalnya hanya pacaran, berujung pada perbuatan Zina, kemudian tidak jarang mereka tega membunuh janin yang tidak berdosa. Rentetan dosa besar dilakukan dan tentunya berakhir dengan kehinaan dan kerusakan karena tidak mau mengatur hidupnya dengan Islam. 


Manusia punya semangat untuk bekerja dan berusaha untuk mencapai kesuksesan dalam hidup juga tidak bisa dilepaskan dari adanya dorongan Naluri dan juga memenuhi kebutuhan Jasmani. Gaes, dua potensi ini patut untuk disyukiri karena bisa membuat kita terus semangat untuk berbuat. Tidak salah jika manusia ingin jabatan, dihornati dan menjadi orang kaya. Namun semua Itu harus diraih dengan cara yang benar dengan mengikuti petunjukNya, bukan cara curang dan  mendzolimi orang lain.


Gaes, kamu belajar sungguh-sungguh agar berprestasi di sekolah juga didorong potensi yang ada dalam dirimu. Namun, bedanya antara yang beriman dan tidak adalah cara untuk meraih prestasi belajar. Jika kamu kaitkan dengan Islam, tentunya kamu harus tinggalkan cara curang dengan menyontek. Harusnya Kamu belajar sungguh sungguh agar pintar dan berlatih agar canggih sehingga kemampuan yang kau peroleh sesuai dengan nilai yang kau raih. Ingat, kamu belajar sungguh-sungguh karena Itu adalah perintah Allah. Bukan menghalalkan segala cara untuk mencapai prestasi dengan nilai yang memuaskan, tapi tidak sesuai dengan kemampuan yang dikuasai. Untuk apa nilai bagus, jika tidak bisa apa-apa. 


Naluri maupun dorongan untuk memenuhi hajat hidup bisa menjadi potensi yang positif jika diatur dengan akal yang sudah tertunjuki ke ajaran yang lurus dan mulia, Islam. Sebaliknya, potensi Itu akan merusak baik diri sendiri maupun orang lain jika dibiarkan liar, seperti bola api yang siap membakar siapa saja yang ada disekitarnya. Namun, api Itu sangat dibutuhkan untuk membakar semangat untuk berbuat dan bersikap yang benar dengan mengikuti petunjukNya.


Naluri dan dorongan memenuhi hajat hidup ibarat kuda liar akan bisa membawa kita pada tujuan hidup jika bisa dikendalikan oleh akal yang sudah tertunjuki ke jalan lurus. Namun kuda liar Itu, akan membuat kita terjatuh dan membawa kita jauh dalam kesesatan yang nyata saat akal kita terkalahkan dan membiarkan nafsu menguasainya. Karena itulah sangat penting untuk berfikir sebelum berbuat dan mengkaitkan perbuatan dengan ajaran yang benar sehingga kita bisa selamat tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat. Dan semoga Kita termasuk orang-orang yang diberi nikmat dan mendapatkan kebahagian hakiki dari Yang Maha Pengasih dan Penyayang, bukan yang dapat murkaNya, bukan pula yang tersesat. 


Gaes, Berfikirlah sebelum berbuat dan kaitkan setiap pemikiran dan perbuatanmu dengan Islam agar kamu tertunjuki ke jalan yang lurus. Kepribadian Islam yang kau miliki menjagamu dari berbagai pengaruh buruk yang ada disekitarmu. Kepribadian Islam yang kokoh tidak mudah goyah dan diwarnai, tapi akan menginspirasi orang lain untuk berubah menjadi lebih baik. Berfikir membuat kamu hidup, mengkaitkan pemikiranmu dengan Islam membuat kamu mulia yang menghasilkan perkataan dan perbuatan sesuai dengan Islam yang mulia. (reper/ar)

Posting Komentar untuk "Berfikirlah Sebelum Berbuat"