Bersyukurlah atas Tiga Nikmat Tertinggi
Oleh: Mochamad Efendi
Tiga Alasan kenapa kita harus bersyukur meskipun kita tidak hidup dalam kemewahan dan bergelimang harta. Tiga hal ini yang membuat kita termasuk orang-orang yang beruntung, bukan karena punya jabatan tinggi ataupun banyaknya uang di bank. Bahkan, tidak jarang seseorang merasa resah dan waswas karena harta yang dimiliki. Nikmat Iman dan Islam, nikmat menjadi pengemban dakwah serta nikmat tergabung pada jamaah yang konsisten untuk memperjuangkan terwujudnya kehidupan Islami sungguh nikmat tertinggi yang tidak dimiliki orang biasa yang sibuk mengejar dunia dan lupa tujuan hidup mereka. Mereka merasa beruntung karena merasa hidup tidak dalam masalah, tapi mereka lupa masalah terbesar kita adalah saat kita jauh dari Allah SWT., sehingga kita dibiarkan tersesat dan tidak kembali ke jalan yang lurus. Padahal, orang yang diberi nikmat oleh Allah mereka yang selalu tertunjuki ke jalan yang lurus yang selalu kita ucapkan dalam setiap sholat kita dalam surat al-Fatihah.
Nikmat iman dan Islam adalah nikmat tertinggi pertama yang akan menjadikan setiap amal kebaikan bernilai ibadah. Sungguh beruntung bagi yang memiliki iman dan Islam masih yang terjaga didalam dada, sehingga setiap kebaikan yang dikaitkan dengan Islam bisa mengantarkan ke surgaNya, sebaik-baik tempat kembali. Ini adalah sesuatu yang dijanjikan Allah SWT. dan pasti benar dan akan terjadi, begitu juga hidup ini pasti akan berakhir pada satu titik yang mana dunia yang dibanggakan dan dikejar mati-matian tidak lagi berharga. Perhiasan dunia yang selama ini sangat kita cintai harus ditinggalkan untuk kembali kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, saat ajal datang menjemput. Sungguh merugi, mereka yang merasa berbuat banyak kebaikan, tapi semua yang dilakukan tidak berharga dihadapan Sang Pencipta Alam, hidup dan manusia karena semua tidak didasarkan pada iman yang benar dan tidak dikaitkan dengan ajaran Islam yang lurus dan mulia.
Nikmat kedua adalah nikmat menjadi pengemban dakwah yang meniti jalan para nabi dan rasul. Dalam hidup ini, selain kita dituntut menjadi pribadi sholih, kita harus juga menjadi pribadi muslikh yang perduli dengan orang lain dan mengajak mereka pada kebenaran Islam. Ketika ajakan untuk berbuat kebaikan sesuai dengan ajaran Islam yang lurus dan mulia disambut banyak orang dan mereka berubah menjadi lebih baik, sungguh pahala jariyah akan terus mengalir ke pundi-pundi pahala kita meskipun kita tidak lagi di dunia. Lebih dari Itu dengan, miniti jalan dakwah hidup kita akan menjadi mulia dan akan lebih dekat dengan Allah. Dan inilah nikmat tertinggi yang lebih berharga ada apa yang kita miliki di dunia. Kekayaan dan keluarga yang kita punyai tidak lagi bisa menolong kita dan semua amalan di dunia telah terputus saat hembusan nafas terakhir sudah terhenti dan saatnya kita kembali kepadaNya untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatan kita selama di dunia, kecuali amal jariyah dari usaha dakwah kita yang telah menginspirasi banyak orang untuk berubah mengikuti petunjukNya. Mereka yang awalnya tidak sholat jadi rajin sholat dan lebih mendekatkan pada Allah SWT. Mereka yang awalnya lebih suka hidup bebas mau mengatur hidupnya dengan Islam. Mereka yang dalam pemikirannya terjangkiti oleh virus liberalisme dan sekularisme kemudian berubah untuk berislam kaffah tidak lagi setengah-setengah dalam berislam. Sungguh beruntung jika banyak orang mau berubah karena usaha dakwah kita, sebaliknya banyak manusia sibuk dengan urusan dunia yang semu dan menipu.
Nikmat yang ketiga adalah bergabungnya kita dalam komunitas dakwah yang konsisten menyuarakan pada kebenaran Islam secara kaffah serta Istiqomah dalam memperjuangkan Islam untuk mewujudkan kehidupan Islami. Insyaallah, setiap langkah kita akan membuat jejak-jejak kebaikan, meskipun cita-cita besar Itu belum bisa diwujudkan saat ini. Namun, usaha dan perjuangkan kita dalam mewujudkan kehidupan Islami adalah jalan mulia dan tidak pernah sia-sia. Banyak kendaraan dakwah yang semula lurus untuk membela agama Allah namun dibelokan untuk kepentingan politik sesaat. Kekuasaan dijadikan tujuan sehingga segala cara digunakan agar tujuan politiknya tercapai. Banyak saudara kita yang salah jalan karena salah memilih kendaraan dalam berdakwah. Semangat ashobiyah untuk membela kelompoknya membelokan tujuannya dalam berdakwah, bahkan tidak disadari malah mendakwahkan pemikiran sesat dan meninggalkan pemikiran Islam yang lurus dan mulia.
Oleh karena Itu Nikmat tergabung pada jamaah dakwah yang konsisten membela Islam dan memperjuangkan terwujudnya kehidupan Islami adalah nikmat tertinggi yang patut disyukiri. Dakwah berjamaah seperti yang diperintahkan dalam surat ali-imron ayat 104, "Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (reper/armn)


Posting Komentar untuk "Bersyukurlah atas Tiga Nikmat Tertinggi"