Gaes, Kenapa Kita Harus Membela Palestina?
Oleh: Mochamad Efendi
Konflik di Palestina menyedot perhatian dunia, khususnya bagi umat Islam dengan menggelar aksi bela Palestina. Namun ada saja yang tidak terima dengan seruan untuk membela Palestina. Ada juga sebagian yang diam, yang tidak mau Ikut dalam pusaran perdebatan antara yang Ikut membela Palestina atau yang menganggap Palestina sebagai urusan dalam negeri satu negara, sehingga tidak perlu Ikut campur. Diam juga merupakan bentuk sikap yang tidak perduli dengan saudara kita di Palestina yang mempunyai satu ikatan akidah. Lalu, kenapa kita harus membela Palestina?
Pertama, apa yang dilakukan Israel terhadap Palestina adalah bentuk penjajahan. Israel tidak punya hak tinggal di bumi Palestina. Dia hanya pendatang, tamu yang kurang ajar. Setelah dipersilahkan masuk dia ingin menguasai al-Quds dan tanah Pelestina. Sikap kita harus tegas pada penjajah yakni harus dihapuskan dari muka bumi ini karena tidak sesuai dengan pri kemanusian dan pri keadilan. Sepenggal kalimat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 sudah jelas menegaskan bagaimana kita harus bersikap, “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa, oleh sebab itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan”.
Bahkan Palestina juga pernah mendukung kemerdekaan RI sebelum Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Pada September 1944, Mufti Besar Palestina Syaikh Muhammad Amien al-Huseini menyatakan dukungannya bagi kemerdekaan RI. Oleh karena Itu, Indonesia tidak boleh diam, tapi harus aktif memberikan dukungan nyata untuk kemerdekaan Palestina. Presiden RI pertama juga mendukung kemerdekaan Palestina. Bunyi pernyataan presiden pertama RI Soekarno (Bung Karno), "Selama kemerdekaan Bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel" (https://amp-kompas-com.) Jadi Palestina bukan sekedar urusan dalam negeri suatu negara, tapi sudah menjadi permasalahan dunia yang kita tidak bisa toleran dengan berbagai bentuk penjajahan di muka bumi ini.
Kedua, umat Islam ibarat satu tubuh yang mana jika ada salah satu bagian tubuh terluka, bagian tubuh yang lain akan merasakanya. Ikatan akidah yang kuat akan membangun ukhuwah, persatuan umat. Ini juga bukti keimanan seorang Muslim sejati, tidak tinggal diam saat saudara seiman disakiti dan didzolimi, tidak juga rela saat agama diinjak-injak dan dinistakan. Bagaimana bisa umat Islam yang sedang melaksanakan sholat tarawih, mendekatkan diri pada Allah SWT. ditembaki dan dibunuh, bahkan didalamnya ada anak-anak dan perempuan. Sungguh perlakuan biadab Zionis Israel harus dilawan dan dihentikan sebagai bentuk solidaritas dan juga bukti keimanan seorang Muslim sejati. Semua umat Islam seluruh dunia harus Ikut mendorong penguasa di negerinya untuk memberikan bantuan nyata, tidak hanya mengecam saja, tapi juga harus berani menghentikan agresi militar Zionis Israel dengan mengirim bala tentara, karena Israel tidak mengenal bahasa diplomasi, tapi perang. Saat terdesak Israel, dia ingin melakukan genjata senjata, namun setelah Itu, begitu mudahnya melanggar janjinya sendiri, saat kondisinya sudah merasa kuat.
Ketiga, Masjid al-Aqsa memiliki nilai sejarah yang luar biasa bagi umat Islam. Sebelum Ka'bah dijadikan kiblat oleh umat Islam, jauh sebelum itu Masjid Al-Aqsa adalah kiblat pertama. Dan meski sekarang bukan lagi menjadi arah kiblat, Masjid Al-Aqsa tetaplah masjid yang sangat istimewa bagi umat Islam, bukan hanya fungsinya sebagai tempat ibadah tapi juga karena sejarahnya. Pernahkah kamu bertanya-tanya, masjid mana yang pertama kali dibangun di dunia? Masjid Al-Haram di Makkah adalah masjid pertama yang dibangun dan di sinilah Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS biasa berdoa. Sedangkan Masjid Al-Aqsa yang berada di Yerusalem adalah masjid tertua kedua di dunia. Abu Dzarr (ra) meriwayatkan bahwa ia bertanya kepada Nabi (saw), “Wahai Rasulullah, masjid mana yang pertama kali dibangun di permukaan bumi?” Dia berkata, “Al-Masjid-al-Haram (di Makkah). Saya berkata," Yang mana yang dibangun selanjutnya? " Dia menjawab "Masjid Al-Aqsa (di Yerusalem).".
Gaes, sungguh orang yang tidak perduli dengan Palestina, mereka sudah tidak punya hati, tidak lagi punya iman serta tidak paham sejarah, terlebih bagi umat Islam. Jelas kita harus perduli dengan saudara kita di Pelestina. Pemimpin dunia harus juga Ikut aktif membela Palestina secara nyata, tidak hanya bisa mengecam dan mengutuk saja pada Israel, tapi juga harus berani memutuskan hubungan diplomatik bahkan bila perlu mengirim tentaranya untuk menghentikan aksi brutal tentara Israel.
Gaes seberapapun kontribusimu bukankah hal yang terpenting, tapi keberpihakanmu pada Palestina akan tercatat sebagi amal kebaikan, meskipun saat ini kamu hanya bisa mendoa'kan saja untuk Palestina, ataupun jika berdonasi tidaklah berarti. Sebaliknya, pembelaan terhadap Israel adalah bentuk kejahatan, meskipun itu hanya terucap dalam kata-kata dan tidak memiliki pengaruh apa-apa. Ingatlah kisah burung pipit yang usahanya tidak bisa memadamkan api yang membakar nabi Allah, Ibrahim, tapi dia yakin bukan usahanya dalam menyelamatkan Nabi Ibrahim tapi keberpihakan dia dalam kebenaran itulah yang terpenting yang semua Itu akan mengantarkanya pada sebaik-baik tempat kembali, SurgaNya. Sebaliknya, siapa yang Ikut bergembira atas kejahatan dan Kedzaliman dicatat sebagai amalan buruk karena berpihak pada keburukan. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Gaes, Kenapa Kita Harus Membela Palestina?"