Islam Kaffah Solusi Tuntas Masalah Palestine
Oleh: Seftiana Lestari
Bisakah kita umat islam berlepastangan dan menganggap persoalan palestine bukan bagian dari urusan kita, malihat banyak sekali statement yang menarasikan bahwa persoalan tersebut hanya persoalan antara dua negara israel dan palestina maka tidak ada hubungannya dengan kita masyarakat indonesia atau umat muslim dari berbagai wilayah yang lain.
Nasionalisme menjadi sekat, tembok besar yang memisahkan antara umat muslim disuatu wilayah dengan wilayah yang lain, termasuk dengan umat islam dipalestina. Padahal hubungan umat islam dengan palestina sangat dekat dan erat, karena disanalah kiblat pertama umat muslim yaitu masjidil al- aqsa, tempat tersuci ketiga setelah masjidil haram dan masjid nabawi. Karena itulah umat islam harusnya lebih cemas untuk melestarikan dan membela masjid Al-aqsa. Selain itu umat muslim seharusnya tahu dalam sirah Rasulullah dimi’rajkan dari palestina menuju Arsy bertemu dengan Allah SWT hingga turunlah perintah sholat lima waktu. Tanah palestina adalah tanah wakaf urdul kharajiyyah yaitu tanah yang menjadi wilayah islam melalui penaklukan, maka jelas tanah ini milik umat dan tidak bisa dijadikan milik individu, diperjual belikan apalagi sampai diambil alih oleh kaum yahudi. Palestine berada di wilayah kekuasaan islam antara abad 634 dan 637 M sampai terbentuknya entitas zionis.
Dr. Theodor Herzl yang dikenal sebagai bapak zionis, seorang bani israil-yahudi. Mulanya ada dua gerakan zeonisme, yaitu zeonisme gerakan agama dan gerakan politik. Sekelompok orang dalam zionisme gerakan agama menginginkan adanya pusat peribadatan bagi kaum yahudi seluruh dunia, gunung zion dipalestine yang mereka sebut sebagai tanah yang dijanjikan. Berbeda dari zeonisme gerakan agama, sekelompok orang dalam zeonisme gerakan politik menginginkan adanya satu wilayah yang dapat mereka jadikan sebagai suttlement tempat tinggal orang-orang yahudi yang mengalami diaspora. Pada faktanya bukan palestine yang dijadikan sebagai target awal untuk mewujudkan cita-cita mereka. Pada saat itu mereka mengincar dua wilayah negara yaitu garda dan argentina, tetapi melihat potensi dari palestine cukup besar, karena bilamana zeonisme gerakan politik memutar balik targetnya ke palestine maka mereka akan mendapatkan legitimasi agama bersama dengan zionisme gerakan agama. Dengan kata lain kedua gerakan zionisme tersebut akan menyatu menjadikan palestine sebagai pusat pemerintahan dan peribadatan orang-orang yahudi.
Bani israil- yahudi adalah bangsa yang terusir dari seluruh penjuru dunia, mereka tidak memiliki tempat tinggal karena kepicikan dan keculasan mereka. Berbeda dengan orang-orang barat yang menolak keberadaan yahudi, umat islam dipalestine justru menerima dengan ketulusan hati orang-orang yahudi untuk tinggal dan hidup bersama diwilayah palestine. Tetapi pada kenyataannya orang-orang yahudi ibarat kata pepatah diberi hati malah meminta jantung. Dengan rencana awal mewujudkan cita-cita dari gerakan zionisme untuk mendirikan sebuah negara sebagai tempat kembbali dan pusat peribadatan kaum yahudi dari seluruh penjuru dunia. Padahal saat itu orang-orang yahudi tahu betul palestina bukan wilayah tak berpenghuni dan bukan pula wilayah tanpa penjagaan, kala itu ada penjagaan terkuat yaitu khilafah yang menaungi seluruh umat islam termasuk di wilayah palestine. Untuk mewujudkan cita-citanya bapak zionis yaitu Dr. Theodor Herzl menyiapkan berbagai rencana dan pendanaan yang luar biasa.
Dikisahkan bahwa Theodor Herzl pada suatu kesempatan menghadap khalifah Sulta Abdul Hamid II dan menyampaikan keinginannya untuk meminta sepetak tanah di palestine, dan dengan tanpa adab Theodor Herzl menawarkan imbalan atau lebih tepatnya uang suap sejumlah tiga triliun. Satu lah yang ia lupakan bahwa pemimpin umat muslim adalah orang terpilih yang paham betul dengan syariat-Nya sehingga tidak akan ada harga dan artinya berapapun nilai kekayaan yang ditawarkan. Sudah sangat jelas hasilnya Sultan Abdul Hamid II menolak dengan sangat tegas beliau mengatakan bahwa “aku tidak akan melepaskan walaupun segenggam tanah ini (palestine), karena ia bukan milikku. Tanah itu adalah hak umat Islam. Umat islam telah berjihad demi kepentingan tanah ini dan mereka telah menyiraminya dengan darah mereka”. Bahkan pada tahun 1935 para ulama berkumpul di masjid Al-aqsa dan sampai mengeluarkan fatwah larangan orang-orang palestine haram hukumnya menjual tanah.
Tetapi Theodor Herzl tidak menghentikan langkahnya sampai disitu, justru dia merencanakan untuk meruntuhkan ke khilafan turki ustmani yang saat itu menjadi tembok besar yang menghalangi perwujudan cita-citanya. Dr. Theodor Herzl bekerja sama dengan beberapa pihak saat itu diantaranya penghianat yang ada dalam lingkup khilafah ustmani yaitu kemal pasha, inggris dan beberapa negara eropa lainnya. Hingga khilafah turki ustmani saat itu terjebak dan harus turut serta dalam perang dunia I, karena kondisi internal khilafah turki ustamani kala itu juga sedang dalam goncangan akhirnya daulah islam kalah dalam perang dunia I dan akibatnya daulah islam juga harus menanggung beban kekalahan sesuai dengan ketentuan perjanjian saat itu. Dampak paling besar yang harus diterima oleh daulah islam adalah kehilangan wilayah, wilayah daulah islam harus diduduki dan dibagi-bagi oleh negara-negara pemenang perang dunia I.
Dengan berbagai konfllik baik dari internal maupun eksternal hingga pada akhirnya daulah islam runtuh, dan kini cita-cita yahudi untuk mendirikan negara sudah terwujud. Atas bantuan inggris yahudi berhasil menduduki wilayah palestine melalui perjanjian Sykes-Picot, yakni perjanjian pembagian wilayah daulah islam menjadi wilayah kontrol dan pengaruh inggris serta prancis. Kontrol inggris atas apa yang kini menjadi wilayah israel selatan dan palestina, yordania dan irak selatan, serta area kecil tambahan yang mencangkup pelabuhan Haifa dan acre, sedangkan kontrol prancis atas wilayah turki tenggara, irak utara suriah dan libanon. Selain itu dalam keberlangsungannya israel juga dibantu persenjataan oleh amerika untuk memerkuat militer israel, kemudian melalui PBB akhirnya diproklamirkan bahwa telah berdiri negara israel.
Dalam perjanjian awalnya yang memegang kontrol terhadap wilayah palestine adalah inggris tetapi kemudian inggris menempatkan orang-orang yahudi israel di palestine. Dengan keculasan dan ketamakan mereka pada akhirnya mereka bagaikan mengusir tuan mereka sendiri, inggris kemudian lepas tangan dan memilih menarik diri dari palestine. Sejak saat itu dan hingga kini israel bertindak dzolim dan semena-mena, wilayah palestine tahun berganti tahun mulai habis terkikis akibat keserakahan kaum yahudi israel. Mereka bahkan seperti tidak melihat adanya manusia di wilayah palestine, sudah tidak terhitung nyawa manusia yang mereka bunuh, dan yang lebih tidak berakal adalah mereka kaum yahudi di israel menjadikan total angka pembunuhan terhadap orang-orang palestine sebagai sebuah prestasi, semakin banyak nyawa semakin tinggi prestasinya.
Lantas apakah dengan membaca, mendengar kabar, dan menyaksikan semua itu belum cukup untuk mengetuk hati kita sesama muslim, sedangkan dikatakan bahwa tidak harus menjadi muslim untuk membela palestine. Umat islam yang seharusnya lebih perduli dan berusaha mencari solusi terbaik untuk persoalan tersebut. Dengan melihat bagaimana sejarahnya terlebih ketika umat melihatnya dengan lebih cermat solusi terbaik dari permasalahan palestine sudah ada, yakni dengan berdirinya kembali khilafah dan jihad fi sabilillah. Karena hanya dengan adanya khilafah umat islam bisa bersatu dalam satu komando sehingga dengan satu komando itulah jihad fi sabilillah bisa terwujud.Dengan persatuan umat dibawah naungan khilafah umat islam lebih terjaga dengan penerapan islam kaffah ditengah-tengah kehidupan mereka, dan dengan persatuan atas dasar ketaqwaan itulah umat islam akan menjadi umat yang paling kuat, umat terbaik sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS. Ali- Imran ayat 110. Dalam peperangan kekuatan dan kuantitas pasukan bukanlah penentu kemenangan, melainkan kualitas ketaqwaan seluruh komponen yang terlibat dalam perang itulah yang menjadi kunci kemenangan, karena Allah SWT lebih Ridho membantu orang-orang yang bersama-sama dengan ketaqwaan.(reper/baim)


Posting Komentar untuk "Islam Kaffah Solusi Tuntas Masalah Palestine"