Kebahagiaan Yang Hakiki
Oleh: Haura Aini
Hai sobat! Bagaimana perasaanmu hari ini??? Bahagia atau sedih??? Itulah kehidupan sobat tidak lepas dari perasaan bahagia dan sedih sebagai manusia. Terus apa sih definisi kebahagiaan? Pasti kita semua menginginkan kebahagiaan kan?lantas Bahagia menurut kalian itu apa sih? Apakah dengan banyaknya harta, prestasi,kecantikan, atau popular layaknya artis idola kalian?Ataukah Bahagia itu dengan hidup berkecukupan dan selalu bersyukur atas semua nikmat yang Allah berikan??
Saat ini kita berada di zaman kapitalisme yang mengukur kebahagiaan dari banyaknya materi, sedangkan materi itu mempunyai sifat terbatas,dan kalau kita hanya mengejar materi, maka kita tidak akan merasa puas, sama saja seperti kita cinta banget sama ayam goreng, setiap makan ayam goreng tak pernah absen, lama kelamaan kita pasti kita akan merasa bosan kan dengan ayam goreng? Begitu juga dengan ‘Materi’ ini..semakin kita menikmati, maka kita akan semakin merasa bosan dan tidak puas apalagi lewat bisikan syetan dan hawa nafsu semata.Jika kita terus mengejar dunia, maka dunia akan semakin menjauh dari kita makanya kita haus untuk mengejar dunia seperti minum air laut dan semakin sulit merasa Bahagia karena manusia sulit untuk menentukan standar kebahagiaannya sendiri.
Sesungguhnya manusia Lantas bahagia yang hakiki tuh seperti apa sih?
Bahagia yang hakiki yaitu Ketika kita dapat meraih Ridho Allah ta’ala, maka kita akan selalu merasa puas dan tidak akan bosan meski kita sudah lama merasakan kenikmatan itu. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS.Al Fath:4 yang artinya “ Dialah yang te;ah menurunkan ketenangan dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka yang telah ada….” Dan untuk menggapai ridho Allah kita harus menjadi hamba Allah yang taat. Namun pada zaman kapitalisme ini, hal ini sulit dipahami karena masyarakat hanya berpikir bahwa standar kebahagiaan ada pada materi, semakin banyak materi yang didapat, maka kita akan semakin dihargai dan dikagumi.
Kapitalisme adalah pandangan hidup yang memandang hidup ini hanya untuk meraih sebesar-besarnya keuntungan materi tanpa peduli halal dan haram. Akibatnya seseorang hanya akan menstandarkan kebahagiannya pada materi yang didapat dan tidak ingin meraih kebahagiaan dengan mencari ridho Allah. Akibatnya orang-orang akan mengejar materi sebanyak-banyaknya melalui film ataupun tayangan TV yang tidak mendidik sehingga yang dikejar untuk mendapatkan materi seperti idola mereka.
Tapi ternyata kita tidak akan Bahagia jika hanya mematok kebahagiaan ala kapitalis ini, sebab kita akan lebih susah untuk Bahagia jika harus mengikuti era kapitalisme ini. Maka kita harus mengkaji islam lebih dalam lagi agar bisa memahami makna kebahagiaan hakiki menurut islam, karena islam itu indah dan memuaskan akal kita, membuat kita selalu Bahagia dengan atas ridho Allah ta’ala. Dan tidak cukup Bahagia untuk diri kita sendiri oleh karena itu kita harus berdakwah agar masyarakat juga ingin Bahagia yang hakiki.
So, yuk kita raih kebahagiaan yang hakiki dengan menggapai ridho Allah subhanahu wa ta’ala.(reper/baim)


Posting Komentar untuk "Kebahagiaan Yang Hakiki"