Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sebab Pertemanan Membawa Petaka atau Bahagia

Oleh: Lis Noviani (Mahasiswi STEI Hamfara Yogyakarta)


Saat ini, Indonesia menempati urutan ke-2 dunia dan ke-2 di Asia Tenggara sebagai negara dengan perkawinan anak tertinggi. Banyak yang mengira faktor agama menjadi penyebabnya. Terlebih dengan hebohnya kasus Aisha Wedding beberapa waktu lalu yang mempromosikan perkawinan anak usia 12 hingga 21 tahun dengan dalih ajaran agama. 


Namun, hasil penelitian membuktikan ternyata faktor agama bukanlah pendorong terbesar penyebab perkawinan anak. Fakta ini diungkap Peneliti Koalisi Perempuan Indonesia, Dian Kartikasari, yang telah melakukan survei di Indonesia selama hampir 1 tahun, setelah pandemi Covid-19 menghantam hingga April 2021. (Suara.com, 04/05/2021)


Berbeda dengan itu, tagar #AkuDewasa menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. #AkuDewasa adalah kampanye edukasi kesehatan seksual dan reproduksi remaja. Isu seksualitas masih tabu dibahas di kalangan masyarakat. Kondisi itu mengakibatkan persoalan seksualitas atau kesehatan reproduksi sulit dibicarakan secara gamblang dan tuntas. (kompas.id, 26/05/2021)


Memang manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, sehingga tidak dapat hidup sendiri dan butuh orang lain untuk tetap bertahan hidup. Sebagai makhluk sosial, wajar jika seseorang memiliki teman ataupun sahabat. Akan tetapi saat kini memilih berteman dan bersahabat dengan dengan lawan jenis.


Sehingga berdampak pada pergaulan bebas. Banyak remaja wanita yang hamil di usia sangat muda, bahkan saat masih duduk di bangku sekolah. Mengingat banyak risiko bahwa  hubungan pertemanan antara lawan jenis ini mendefinisikan hubungan mereka kurang bagus. Persahabatan yang menguntungkan dalam hal kemanfaatan, tidak mencederai, dan tidak merusak kehormatan satu sama lain antara laki-laki dan perempuan dalam kerangka Islam, maka hal itu diperbolehkan.

 

Namun, apabila persahabatan yang dibina itu mengajak pada kemaksiatan, seperti berdua-duaan, saling memandang dengan tatapan syahwat, maka hal tersebut jelas tidak diperbolehkan dalam Islam. Pertemanan yang dimaksud jika lawan jenis untuk mengenal, menghormati satu sama lain. Bukan sebaliknya, untuk melucuti kewibawaan satu sama lain. 

Menjalin pertemanan atau bergaul adalah salah satu cara untuk menjalin interaksi sosial dengan lingkungan sekitar. Pergaulan yakni proses interaksi yang dilakukan oleh individu dengan individu lain atau dapat juga antara individu dengan kelompok. Jika seseorang memiliki pergaulan yang sehat  akan membawa dampak positif untuk diri sendiri serta lingkungan sekitar, sedangkan pergaulan yang tidak sehat hanya akan membawa dampak negatif untuk diri sendiri.


Lalu Bagaimana Islam Memandang Persahabatan Antara Laki-Laki dan Perempuan?


Persahabatan dalam Islam boleh dilakukan oleh siapa pun. Tapi Islam tetap memberikan rambu-rambu dan aturan-aturan tentang hal tersebut.

Rasulullah ﷺ bersabda, yang artinya: “Seseorang bisa dilihat dari keberagamaan sahabatnya. Hendaklah setiap kamu memerhatikan bagaimana sahabatmu beragama” (HR. Tirmidzi no. 2378).


Islam memberikan aturan terkait hubungan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan. Terdapat beberapa batasan yang harus diperhatikan demi menjaga keduanya (laki-laki dan perempuan yang bersahabat) dari fitnah.


Rasulullah ﷺ bersabda, yang artinya: “Janganlah salah seorang di antara kalian berdua-duaan dengan perempuan kecuali ada mahram yang menyertainya” (HR. Bukhari no: 5233).


Sementara itu, Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Hujurat [49] ayat 13: “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti”.(reper/baim)

 

Posting Komentar untuk "Sebab Pertemanan Membawa Petaka atau Bahagia"