Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Catatan Kelam : Rapot Merah Covid 19 di Indonesia

Oleh: Agus Zhubairi


Indonesia kau sudah 1,5 tahun bersahabat dengan yang namanya Pandemi Covid 19, memang saat ini kau sedang berada pada kondisi & situasi yang teramat berat. Banyak hal yang telah terjadi selama awal Pandemi Covid 19 hingga saat ini, berubahnya kehidupan sosial masyarakat kian dirasakan, pola hidup, aturan, dsb. Menjadi saksi perjalanan Indonesia dalam menghadapi Pandemi Covid 19. Banyak yang terdampak salah satunya Rakyat Miskin yang tak berdaya menghadapi kenyataan bahwa Pandemi telah merenggut segalanya dari mereka mulai dari keluarga, pekerjaan, aturan hidup, dan tentunya berkurang nya pendapatan mereka. Sungguh ironis dan patut menjadi perhatian bersama.


Siapa sangka yang awalnya hanya dua kasus terkonfirmasi Covid 19 sejak awal Pandemi tepatnya pada tanggal (13/03/2020) yang lalu Indonesia mencatat kisah awal Perjalanan melawan Pandemi Covid 19 hingga saat ini sudah berubah menjadi jutaan kasus terkonfirmasi Covid 19, Hingga saat ini Indonesia terus menulis kisah perjalanannya menghadapi situasi & kondisi sulit serta berjuang untuk lepas dari Pandemi Covid 19. 


Berselang terus meningkat nya kasus Covid 19 di Indonesia pada tahun 2020 yang lalu, menyisakan kisah pahit dan kelam bagi sejumlah pekerja dimana pada bulan April 2020 yang lalu, peristiwa sekaligus menjadi saksi atas dampak awal Covid 19 yang terjadi, apakah yang terjadi saat itu? Ya, catatan kelam & ujian mental serta psikologis pekerja dipertaruhkan dimana PHK Massal akibat dampak Pandemi di rasakan oleh perusahaan dan para pekerja dirasakan kala itu, ribuan bahkan puluhan ribu pekerja terkena PHK Massal, ada pilihan dikala itu yaitu gulung tikar jika mempertahankan pekerja atau mengurangi para pekerja untuk tetap bertahan. Inilah kisah kelam & menyakitkan para pekerja yang terkena PHK. 


Tak hanya itu saja, kisah pahit & kelam juga terjadi pada sektor pendidikan, dimana pada saat yang bersamaan Pemerintah mengumumkan bahwa perubahan pendidikan tengah terjadi hal ini berdampak pada dimulainya era pendidikan berbasis daring (online) atau disebut PJJ (pembelajaran jarak jauh) yang mengakibatkan melemahnya sistem pendidikan yang ada di Indonesia, derita ini tengah dirasakan oleh Guru, Orang Tua, & Siswa. Ujian mental & psikologis tengah di rasakan oleh Dunia Pendidikan Indonesia di saat itu. 


Catatan pahit & kelam juga dirasakan oleh para pedagang di pasar tradisional & pedagang kaki lima yaitu menurunnya minat masyarakat untuk belanja langsung di pasar tradisional karena takut tertular Covid 19, di tambah lagi menurunnya pendapatan mereka dikala itu, menambah catatan kelam bagi perjalanan Covid 19 di Indonesia. 


Di tahun yang 2020 seluruh tatanan kehidupan masyarakat kian berubah yang awalnya tidak pakai masker, mencuci tangan, & menjaga jarak seketika dipaksa untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru alias New Normal. Perubahan ini jelas terasa dimana pola kehidupan masyarakat menjadi jauh dari kata normal yaitu mereka memakai masker, mencuci tangan, & menjaga jarak. Pandemi Covid 19 telah merubah segalanya dan telah membuat era baru di seluruh dunia. 


Marilah kita lihat bersama-sama data Covid 19 saat ini yang terus menerus terjadi dalam beberapa Minggu terakhir, Berdasarkan data Nasional yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan data harian pada tanggal (28/07/2021) di laporkan bahwa :


- Terkonfirmasi (3.287.727 "+ 47.971 Kasus Positif")

- Sembuh (2.640.676 "+ 43.856 Pasien Sembuh")

- Meninggal (88.659 "+ 1.824 Pasien Meninggal")


Sumber : Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia


Trend kenaikan kasus Positif Covid 19 di Indonesia kian mengkhawatirkan dan membuat Faskes & Aturan Rumah Sakit berubah drastis sejak Awal Pandemi, Meskipun PSBB, PSBB Transisi, PSBB Ketat, PPKM Darurat, PPKM Level 3&4, & PPKM Level 4 dijalankan oleh Pemerintah hal itu tidak menurunkan kasus Positif Covid 19. Meskipun angka kesembuhan pasien Covid 19 meningkat drastis bukan sebuah jaminan untuk menurunkan kasus Covid 19, ditambah lagi angka kematian yang awalnya ratusan orang per hari kini berada di angka ribuan per harinya bahkan sempat berada di angka dua ribu orang per hari. Sejumlah pihak pun bersuara mengenai PPKM yang dinilai hanya mampu membatasi Mobilitas Masyarakat tetapi tidak mampu atau efektif menurunkan jumlah kasus Covid 19 yang ada meskipun sempat turun tapi faktanya sangat mengkhawatirkan, inilah ironi dan fakta yang terjadi di lapangan. 


Kendati demikian, seraya PPKM Level 4 dimulai Indonesia memasuki babak baru dengan bermutasinya dan berevolusi Jenis Covid Varian Delta (India) kini berubah menjadi Varian Delta Plus, Ikhtiar Pemerintah terus melakukan Program Vaksinasi terus bergulir hingga saat ini, di tengah Vaksinasi yang terjadi muncul pro & kontra di kalangan masyarakat (kekhawatiran) meskipun sosialisasi Vaksinasi dilakukan munculnya hoax yang bertebaran di Media Sosial yang membuat masyarakat resah dan khawatir akan Vaksinasi yang dilakukan oleh Pemerintah. 


Tak hanya itu, di media sosial juga sempat ramai diperbincangkan dengan adanya berita yaitu berkibar nya bendera putih oleh masyarakat di berbagai provinsi dimana hal itu dilakukan dalam rangka protes terhadap kebijakan Pemerintah atas diberlakukan nya PPKM Darurat yang diberlakukan sejak tanggal 1 Juli - 20 Juli 2021 yang kemudian Pemerintah melakukan perpanjangan dengan mengubah nama dari PPKM Darurat diganti dengan PPKM Level 3&4 yang diberlakukan sejak tanggal 21 Juli - 25 Juli, dan tak hanya itu Pemerintah terus berubah kebijakan dari PPKM Level 3&4 beralih status menjadi PPKM Level 4 yang di umumkan pada Minggu (25/07/2021) yang lalu dimana PPKM tersebut berlaku tanggal 26 Juli - 02 Agustus. Sampai kapan Pemerintah terus berubah kebijakan? Apakah PPKM yang di gaungkan Pemerintah berpihak kepada Rakyat atau Tidak? 

Dampak PPKM pun menembus jantung masyarakat kecil, saat semua masyarakat mencoba untuk bertahan di tengah kepungan Pandemi & PPKM. Ada yang usahanya merosot dan penghasilan nya menurun drastis. 


Indonesia juga tengah mengalami situasi & kondisi sulit dimana WNI dilarang masuk oleh beberapa negara di dunia bahkan Inggris memasukkan nama Indonesia dalam Daftar Merah Resiko Tinggi Covid 19, di tengah itu juga Arab Saudi tengah mempersiapkan evakuasi warganya yang tinggal di Indonesia untuk kembali ke Negara Asal hal ini disebabkan oleh terus melonjak nya kasus Covid 19 di Indonesia. Bahkan juga menjadi kepahitan bagi mereka yang akan melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah yang gagal berangkat kedua kalinya. 


Lantas, bagaimana penanganannya selama ini? Apakah upaya yang dilakukan selama ini terbukti gagal? Apakah kebijakan PPKM yang di gaungkan berpihak kepada Rakyat atau malah menciderai Rakyat? Tentunya kita sebagai rakyat jelas perlu bertanya akan kondisi yang terus mengkhawatirkan seolah-olah Pandemi Covid 19 tidak ada ujungnya, miris & prihatin. Semoga Pandemi segara berakhir dan situasi serta kondisi kembali normal, Aamiin Yaa Robbal 'Alamin. (reper/baim)

 

Posting Komentar untuk "Catatan Kelam : Rapot Merah Covid 19 di Indonesia"