Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Duka di Negeri Para Nabi

Oleh: Aksara Jariyah


Jeritan yang terdengar menyakitkan.

Melukai batin yang mendengarkan.

Serbuan bom bagaikan hujan badai yang menerpa.

Serangan bertubi-tubi, tak sedikit melayangkan nyawa.


Jasad yang tak berdosa,

Terperangkap dalam puing bangunan.

Genosida pun tak luput dari mereka,

Tanpa belasungkawa.


Di atas tanah Quds yang mulia,

Anak belasan tahun membalas laras panjang dengan batu seadanya.

Disayati, dibuntungi tangan kaki, direnggut masa kecil mereka.

Kehilangan orang terkasih dalam sekejap,

Membuat lisan tak sanggup berucap.

Hanya air mata yang terusap oleh embusan angin yang turut iba.


Inilah Al-Quds, negeri suci yang pernah disinggahi Muhammad sebelum Muntaha, bertemu Sang Kekasih.

Tatkala Musa dikejar dan ingin dibunuh oleh mahanazi, laut terbelah atas izin Rabbul Izzati.


Tahukah kau?

Tentang tanah yang diberi tugas menjadi kiblat pertama bumi.

Tentang tanah yang merekam jejak histori para nabi.

Tentang tanah yang selalu disenandungkan kidung kematian, seraya menari-nari.


O, Al-Aqsa...

Engkau menjadi saksi atas pulangnya para mujahid dipangkuan Rabb-nya.


Dukamu, Al-Aqsa...

Duka kami semua.(reper/toriq)

 

Posting Komentar untuk "Duka di Negeri Para Nabi"