Tanpa Kalian My Soleha
Oleh: Kazhy Orange (Sahabat RePer)
Hampir dua tahun berlalu, rasa rindu itu semakin mengguncang kalbu. Takkala mimpi-mimpi untuk bertemu kalian semakin menyatu. Kalian adalah sahabat terbaik yang dikirimkan Allah kepadaku. Selama beberapa waktu kita menghabiskan banyak waktu bersama, tertawa dan bercanda dan menasehati untuk saling menguatkan barisan. Kini Allah menguji persahabatan kita untuk melihat seberapa cinta kasih kita terus membentang terpisah dengan jarak dan waktu.
Aku mulai berfikir, inikah yang dialami oleh para sahabat ketika Rasul wafat? Betapa rindunya Bilal bin Rabbah hingga tak sanggup mengumandangkan lagi azan meski diminta oleh sang cucu Rasulullah tercinta. Deraian airmata rindu membahana jiwanya hingga nyaris pingsan, sungguh sebuah epilog cinta yang tak pernah ada duanya di dunia ini. Begitu pula Umar bin Khatab yang mengetahui kepergian Rasul merasa sangat terpukul, bukan tak menyadari bahwa Rasul juga manusia biasa yang pasti akan pergi jua. Namun, karena cintalah membuat mereka menolak untuk menerima kenyataannya.
Mungkin itu pula yang dirasakan oleh para pemuja cinta, tak mengetahui apakah itu benar atau salah. Terhadap yang dicintanya, perasaan mabuk dicinta sehingga rela untuk terluka dan melukainya. Namun sahabat cinta kita karena perasaan yang menyatu di atas akidah yang benar, sehingga tegurlah aku jika memang salah, jangan mendiamkan aku. Itulah cinta yang sebenarnya, karena itu tanpa kalian aku merasa kesepian.
Dua tahun tanpa melihat kalian secara utuh, tidak bisa merangkul bahkan hanya beberapa yang masih tinggal dikota yang sama pun jarang bertemu. Terlalu banyak kendala, komunikasi pun kadang tak lagi mesra, merindui dalam lantunan doa dan bermimpi berkumpul bersama. Mimpi terindah yang semoga kita bisa berkumpul di jannah-Nya, untuk mu teman solehaku, sungguh aku mencintai kalian karena Allah. Sesuatu yang mungkin jarang kalian dengarkan dari lisanku.
Semoga akan segera berakhir pandemi ini, dan mengumpulkan kita lagi. Sungguh rindu menggebu kalbu terbawa dalam mimpi. Semoga masih diberi kesempatan untuk bisa terus membersamai kalian sampai waktunya tiba, dan kemenangan menyapa. Mari terus melakukan yang terbaik untuk umat, bergerak meski terbatas tak bisa didunia nyata maka masih bisa di dunia maya. Dan yang telah syahid, Allah sungguh-sungguh rindu terlebih pada kalian, diusaikan derita dan di cukupkan dakwah kalian untuk menjadi amalan terindah yang akan menemani kalian. Meski nantinya kami rindu, meski tak lagi bisa bertemu tapi kami yakin kau sudah tenang dan tersenyum. Dan kami pun bersaksi atas perjuangan kalian, dan hal ini pula yang kami harapkan kelak, banyak yang mendoakan dan bersaksi atas apa yang kami lakukan semasa dunia. Wallahu a’lam.(reper/baim)


Posting Komentar untuk "Tanpa Kalian My Soleha"