Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Yuk Jadi Konten Kreator Dakwah

Oleh: Triana D.P (Pendidik)


Ga punya sosmed? Apa kata dunia? Hari gini siapa sih yang tak mengenal sosial media? Atau masih belum punya sosmed? Coba cung? Bisa dipastikan banyak yang tidak tunjuk jari. Iya kan? Ya iyalah karena sekarang jarang ditemukan orang masih buta sosmed.


Ngomong – ngomong soal sosmed, apa sih yang alasannya harus punya media sosial saat ini? Banyak jawabannya kan ya. Salah satunya, sosmed bisa dijadikan sebagai sarana untuk menjalin hubungan. Ga percaya, coba tengok tuh berapa banyak yang menjalin sila ukhuwah lewat media sosial, ga sedikit kan? Saat menjalin sila ukhuwah tetap jaga interaksi ya kalau sama lawan jenis, baik itu teman sekolah atau teman baru kenal. Lebih aman berteman dengan sesama jenis aja sih, apalagi sepaham islamnya.


Sosial media menawarkan banyak fitur. Tak hanya sebagai wadah berinteraksi saja, namun lebih dari itu. Tak sedikit yang memanfaatkan sosmed sebagai ajang eksistensi diri. Demi meraup like yang bejibun, konten unfaedah pun dibikin. Tak ayal, jagat sosmed dipenuhi tayangan tak mendidik, bahkan jauh dari kata kebaikan.

Kita cukup miris dengan banyaknya konten yang berseliweran dan tak memberikan kebaikan pastinya. Kadang ngelus dada jika liat konten sampah memenuhi jagat maya. Sudahlah tak bermutu, mana disukai banyak orang lagi. Astagfirullah, apa sih yang didapat dari konten begituan? 


Memang ya hidup di jaman serba boleh saat ini, kebebasan berekspresi benar-benar dijunjung tinggi. Saking tingginya sampai ga bisa melihat, mana konten bermutu mana yang tidak. Yang penting asal viral. Dan yang dipikirkan jadi orang terkenal. Terus diundang media jadi pembicara. Kalau konten mendidik sih tidak apa-apa, kalau sebaliknya, apa ya mau dikenal karena membuat konten buruk? Na’udzubillah


Melihat banyaknya konten tak bernilai, tentu tak ingin membuat kita berdiam diri. Hadirnya konten- konten tak bermanfaat jelas membawa dampak buruk bagi yang menikmatinya. Wah, bahaya kan! Maka dari itu, sebagai orang yang sadar bahwa berdiam diri saat ada keburukan bukan sikap yang benar, kita harus mengambil peran. 


Terus harus gimana dong? Ikut andil dalam meramaikan jagat media sosial dengan konten yang bernilai di mata Allah SWT. Hal ini sebagai upaya kita dalam mengcounter konten tak baik yang akan mewarnai hidup umat. Jangan biarkan umat diselimuti keburukan. Maka, kita bisa meramaikan jagat media sosial dengan membuat konten-konten syarat makna, sarana muhasabah bahkan seruan untuk taat kepada Allah SWT.


Karena sekarang eranya sosial media, maka ga salah nih kalau kita memanfaatkan sosmed yang dipunya untuk menyebarkan nilai kebenaran dan kebaikan. Buat konten yang isinya mendidik sebagai sarana untuk dakwah. Tujuannya agar umat paham tentang ajaran islam yang dipeluknya. Biar ga ikutan latah sama orang yang ga paham islam, tapi sok menyudutkan islam. Bisa berabe tuh. 


Dengan menyebarkan konten dakwah insyaalllah kita akan menabung pahala di akhirat. Siapa tahu seseorang tersadar akan kesalahannya setelah melihat konten dakwah kita. Jadi ladang pahala kan?. Hayo, ga mau nih berfastabiqul khoirot? Mau lah ya pastinya.


Nah, tunggu apalagi? Gerakkan segera jari jemari untuk memulai membuat konten syarat isi. Perbanyak asupan membaca buku atau tulisan “bergizi” yang membuat tercetusnya ide untuk menulis. Kemudian lanjut dengan merangkai kata-kata yang menggugah agar pembaca tergerak untuk berubah. Apa bisa langsung berubah? Oh tentu tidak. Namun, jika kita senantiasa membuat tulisan yang mengajak para pembaca berpikir, maka bisa jadi lama-kelamaan itu akan membuatnya berubah. 


Tidak hanya dari media menulis, membuat konten video syarat kebaikan juga akan bisa membuat kita menjaring pahala. Buat konten berfaedah agar umat senantiasa diliputi sesuatu yang baik. Jangan yang asal viral, tapi jauh dari kata menyebar kebaikan. Itu sih bisa mendatangkan dosa jariyah nantinya. Mau? Kalau aku sih enggak!


Dakwah via sosmed menjadi sebuah sarana untuk menyebarkan ide islam. Tak ada salahnya memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk menebar kemuliaan islam. Membuat konten baik atau buruk sama sama membawa konsekuensi. Nantinya akan diminta pertanggungjawaban atas konten yang telah dibuat. Dan akan ada pahala atau dosa yang menjadi akibat dari dibuatnya sebuah konten, apalagi sampai diunggah ke media sosial. Maka, bijaklah membuat konten untuk disebarkan di media sosial. Jika mau pahala, maka buatlah konten yang baik menurut kacamata syariat. (reper/yuni)

 

Posting Komentar untuk "Yuk Jadi Konten Kreator Dakwah "