Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Benarkah Indonesia Sudah Merdeka Seutuhnya?

Oleh: Azizah Ratna (Mahasiswi STEI Hamfara Yogyakarta)


Memperingati hari kemerdekaan HUT RI yang Ke-76, 2 tahun di lalui dengan keadaan yang tidak normal. Tahun lalu dan Tahun ini, tetapi tahun lalu masih banyak dari daerah-daerah yang mengadakan berbagai macam kegiatan, guna memeriahkan hari jadi Indonesia. 


Sangat berbeda dengan tahun ini, yang di mana tidak banyak dari daerah-daerah yang memeriahkan hari jadi Indonesia. Dengan adanya pandemi, dan PPKM yang selalu di perpanjang membuat warga tidak melakukan kegiatan yang setiap tahunnya di lakukan.


HUT RI yang Ke-76 ini pun di beri tema besar “Indonesia Tumbuh, Indonesia Tangguh”. Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono menuturkan melalui pesan singkatnya “Indonesia Tangguh menghadapi berbagai krisis yang selama ini menempa” Kamis (17/06/2021). 


"Dengan ketangguhan dan berbagai upaya yang dilakukan di masa pandemi maka Indonesia akan tumbuh," ujar Heru.


Logo HUT Ke-76 RI sendiri merupakan visualisasi dari tema Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh. Tema ini berisi pesan tentang ketangguhan dan semangat pantang menyerah untuk terus maju menyongsong masa depan. Hal itu digambarkan dalam komposisi dinamis antar bentuk geometris yang sederhana tetapi kokoh dan dalam perpaduannya bergeliat dengan energi yang lincah.

Tema dan logo peringatan HUT Ke-76 RI sebelumnya resmi dirilis di situs Setneg. Mensesneg Pratikno mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada pimpinan lembaga negara, menteri Kabinet Indonesia Maju, Gubernur Bank Indonesia, Panglima, Kapolri, hingga seluruh kepala daerah di Indonesia.


"Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon kiranya Bapak/lbu berkenan memperbanyak dan mensosialisasikannya di lingkungan kerja Bapak/lbu serta membantu menyebarluaskan kepada masyarakat umum," demikian penggalan bunyi surat edaran tersebut.


Selain itu, Mensesneg mengeluarkan keputusan terkait panitia pelaksana perayaan HUT Ke-76 RI. Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menjadi Ketua Pelaksana dan Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar sebagai Wakil Ketua Pelaksana. (news.detik.com, 17/06/2021)


Kemerdekaan bukan sekadar hak yang harus diperjuangkan, tetapi juga menjadi misi risalah Islam itu sendiri. Misi agung inilah yang terus menjadi pengobar semangat juang, pemantik keberanian para duta Islam sekalipun berhadapan dengan musuh yang kuat. Misi ini bukanlah ditetapkan oleh manusia, tapi amanah dari Pencipta manusia. Allah Swt berfirman, “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS Adz-Dzariat: 56).


Imam Syafi’i mengaitkan kemerdekaan seorang manusia dengan penciptaannya. Pernyataan tersebut muncul ketika beliau memberikan nasihat pada seseorang sebagai wujud kemerdekaan yang hakiki bagi seorang manusia adalah mampu menunjukkan ibadah yang sempurna di hadapan sang Pencipta, sesuai syariat-Nya. 


Kemerdekaan tidak bisa dipisahkan dari perjuangan. Senantiasa dibutuhkan upaya untuk mewujudkannya dan menghilangkan semua hambatan dan rintangan. Ketika umat memiliki kesadaran yang benar tentang hakikat kemerdekaan hakiki, akan muncul semangat untuk mewujudkannya.


Lahir dorongan untuk memberikan kontribusi dalam merealisasikan kemerdekaan tersebut, sebagai gelora semangat yang terus diserukan oleh para ulama dan aktivis yang terlibat dalam mengusir penjajah Belanda dan Jepang. Pekik takbir terus berkumandang.

Semangat menyemat jiwa dan menjadi amunisi ampuh yang akan membangkitkan keyakinan bahwa hidup mulia ketika kalimat Allah tinggi dan mati syahid dalam memperjuangkannya adalah kemuliaan yang akan mengantarkan pada derajat tinggi di sisi Allah Swt.


Allah Swt. telah menyatakan bahwa Islam diturunkan untuk membebaskan manusia dari penjajahan menuju kemerdekaan, dari kezaliman menuju keadilan, dari kesesatan menuju jalan hidayah. Kekuatan risalah Islam ini akan muncul dan dirasakan hanya ketika seluruh ajarannya yang ada dalam Al-Qur’an diterapkan.


Tanpa penerapan aturan Allah SWT, kemerdekaan masih harapan yang harus diwujudkan. Terlebih saat ini, umat masih hidup dalam belenggu penjajahan dengan berbagai ragam bentuknya. Mulai dari penjajahan pemikiran, budaya, politik, ekonomi, sampai hilangnya kebebasan untuk menjalankan syariat agamanya secara kaffah. Totalitas di seluruh aspek kehidupan. (reper/baim)

 

Posting Komentar untuk "Benarkah Indonesia Sudah Merdeka Seutuhnya? "