Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bisakah Kita Menjadi Bidadari Syurga?

Oleh : Cut Zhiya Kelana, S.Kom

(Aktivis Peduli Remaja Aceh)


Standar menjadi bidadari syurga sebenarnya cukup gampang, yaitu menjadi wanita soleha. Namun standar ini semakin sulit diwujudkan karena jauhnya kita dari Allah. Mungkin kita juga sering mendengar banyaknya wanita yang menjadi penghuni neraka. Apa yang bisa menyebabkan hal itu terjadi? Inilah hadisnya yang kemudian di komentari oleh seorang Imam.


“Aku melihat ke dalam surga, maka kebanyakan penduduknya adalah para fuqara 9orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka, maka kebanyakan penduduknya adalah wanita” (HR. Bukhari dan Muslim)


Imam Qurtubi mengomentari hadist diatas

“Penyebab banyaknya kaum wanita yang masuk neraka adalah karena hawa nafsu yang mendominasi mereka. Kecondongan mereka pada kesenangan duniawi dan berpaling dari akhirat. Mereka mudah tertipu oleh kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah beramal saleh. Mereka juga menjadi penyebab yang paling kuat untuk memalingkan kaum pria dari akhirat karena hawa nafsu dalam diri mereka. Kebanyakan mereka memalingkan diri dan selain mereka di akhirat. Cepat tertipu jika diajak pada penyelewengan terhadap agama dan sulit menerima jika diajak pada akhirat”. (Jahannam Ahwaluha wa Ahluha hlm 29-30 dan At-Tadzkirah hlm 369)


Benar seperti yang dikatakan oleh Imam Qurtubi bahwa kebanyakan wanita sekarang jika diajak kedalam kebaikan banyak terjadi penolakan. Karena hawa nafsu mendominasinya, perasaan mencampuri kebimbangan hatinya tanpa harus berfikir dulu. Kesenangan dunia telah meracuni jiwanya, dengan kebebasan yang ditawarkan kapitalisme, tak heran jika kemudian kebanyak penghuninya adalah para wanita.


Wanita Soleha Dicemburui Bidadari Syurga

Banyaknya ujian ketika hidup didunia ini jika tanpa pegangan maka akan menjadikan kita rapuh dan hancur. Terutama kita para wanita, dimana perasaan kita menjadi andilnya, harusnya tidak demikian.  Jika saja kita menyadari bahwa hidup kita hanya untuk beribadah kepada Allah maka pasti kita akan sedikit sekali menikmati kesenangan duniawi, dan lebih giat mencari ilmu akhirat.


Allah memberikan kita predikat terbaik menjadi seorang muslim, yang kemudian Islam memuliakannya sebelum dulunya kita dihinakan oleh peradaban manusia. Yang dimana tercantum surat an-nisaa (Wanita), Allah mengangkat derajat kita ketempat paling tinggi, menjadi seorang ibu peradaban yang melahirkan generasi. Yang wajib dihormati dan dimuliakan, maka sungguh menjadi wanita soleha adalah pilihan terbaik yakni yang mampu membuat sekumpulan bidadari syurga pun cemburu padanya. 


Dari Ummu Salamah R.A berkata, saya bertanya kepada Rasulullah manakah yang lebih utama wanita di dunia atau kah bidadari bermata jeli? Kemudian Rasul menjawab lebih utama wanita di dunia, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya diwajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutia dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata “Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridho dan tidak bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah oarna yang memiliki kami dan kami memilikinya” (HR. Thabrani)


Karena dialah sebaiknya perhiasan dunia yang bertakwa kepada Rabb-Nya. Alasan inilah yang membuat bidadari syurga tak akan mampu menandingi wanita soleha yang berada didunia. Sudah tidak ada lagi perhiasan dunia manapun yang secantik wanita soleha, kalo wanita sekarang berlomba menjadi cantik dimata manusia, kita cukup jadi soleha saja. 


Wanita mulia dalam islam adalah para muslimah sholeha yang di dalam sebuah hadist Rasul menyebutkan : “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita shaleha” (HR. Muslim dari Abdullah bin Amr). Wallahu A’lam.

Wallahu A’lam. (reper/az)

 

Posting Komentar untuk "Bisakah Kita Menjadi Bidadari Syurga?"