Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hati-hati Pergaulan Bebas nan Bablas


 Oleh: Auliya Nuranis (Pelajar)


Hai guys, pernah denger ada bayi yang dibuang di jalan atau di tong sampah atau di tempat yang lainnya gak sih? Ada loh berita dari Republika.co.id (16/7/2020) setahun yang lalu diberitakan bayi perempuan ditemukan tak bernyawa di dalam plastik putih, di tempat pembuangan sampah. mungkin juga di tahun ini ada kasus seperti itu. Duh, jangan jauh-jauh deh. Satu kasus saja misalnya, “NARKOBA”. Dikutip dari berita harian CNN Indonesia (25/7/21) ada selundupan sabu dari Malaysia, lalu di Jateng wanita penjual ikan terkait sabu, kemudian ada yang merayakan ulang tahunnya dengan menyewa hotel dan melakukan perbuatan yang tidak pantas. Contohnya melakukan seks, minum, bahkan ada yang sampai mengonsumsi narkoba. Duh, ngeri banget ya.


Pergaulan di zaman sekarang ini banyak fenomena yang menyimpang di kalangan remaja. Salah satunya adalah pergaulan bebas, bahkan ada yang sampai kecanduan narkoba. Naudzubillah. Ini terjadi karena sistem yang dipakai di Indonesia itu liberal alias bebas, tidak mengenal batasan pertemanan atau pergaulan, hanya orang-orang tertentu yang menjaga agar tidak terjerumus. Coba lihat saja di sekeliling atau lingkungan sobat, gak sedikit perempuan yang banyak bergaul dengan laki-laki. Alasannya, “ini zaman modern, hal biasalah, daripada bergaul dengan perempuan lagi yang banyak drama, mending sama laki-laki yang asik nan simpel”. Ada juga yang seperti ini, “gak keren dong kalo ga gabung sama anak nakal nan bebas, pasti asik, sabi-lah (bisalah)”. Duh, ada-ada saja asmeralda.


Jika pergaulan bebas ini sampai lewat batas, hal yang negatif pun akan bermunculan. Bertindak ceroboh, berpikir bodoh, berbuat yang tidak senonoh, khalwat sana-sini, berikhtilat, rusaknya moral, dan masih banyak lagi. Awalnya saja sudah berbuat dosa, apalagi akhirnya. Tidak hanya di dunia, kita sebagai muslim juga akan mempertanggungjawabkan perbuatan kita di akhirat kelak. Jangan asal nikmat, tapi ingat rasa menyesal yang menyusul. Camkan itu ya sob!


Jika melihat temannya seperti itu, sejatinya seorang muslim sudah sepatutnya untuk mengingatkan. Karena kita dianjurkan untuk mengubah kemungkaran kepada kebaikan. Seperti dalam hadits berikut yang menyebutkan:


Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.” [HR. Muslim, no. 49].


Ketika kita bisa mengingatkan dengan ucapan tentu ada etikanya, yaitu harus baik dan benar. Atau bisa juga mengirimkan postingan-postingan tentang bahayanya pergaulan bebas dan yang lainnya agar dia tidak terjerumus. Atau kita bisa memberikan teladan dengan perilaku kita.


Oleh karena itu, remaja muslim sudah seharusnya menjaga pergaulan, harus pandai memilih dan memilah teman dekat. Karena pergaulan sendiri sangat berpengaruh pada etika, moral, dan akhlak seseorang. Tidak hanya itu, peran orang tua sangat penting dalam pembentukan karakter seseorang. Remaja muslim juga harus memperluas wawasan dan pengetahuan agar dapat menyaring informasi dan pengaruh buruk dari lingkungan. Kemudian, yang paling utama meningkatkan iman dan takwa dengan mendekatkan diri kepada Allah dan memohon agar dapat dilindungi dari hal-hal negatif. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Hati-hati Pergaulan Bebas nan Bablas"