Kemerdekaan Hakiki Seorang Muslim Sejati
Oleh: Mochamad Efendi
Setiap bulan Agustus negeri ini meluapkan dan mengungkapkan kemerdekaannya yang diulang setiap tahun. Diawali dengan kerja bakti, Pengibaran Sang Saka Merah Putih disetiap rumah dan juga setiap gedung, kantor ataupun perusahaan sampai pada puncaknya tasyakuran di malam 17 Agustus. Banyak kegiatan dilakukan sebagai bentuk ungkapan kemerdekaan. Tapi, benarkah negeri ini sudah merdeka, sejak diproklamirkan kemerdekaan pada tahun 1945. Benarkah kemerdekaan hakiki sudah kita rasakan sebagai seorang Muslim sejati, yang hidup pada satu negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
Kemerdekaan belum dirasakan disaat kita sebagai seorang Muslim belum mampu mengatur hidup kita secara kaffah dengan Islam. Saat aturan hidup yang diterapkan tidak sesuai dengan keyakinan kita artinya kemerdekaan hakiki sebagai seorang Muslim belum benar-benar terwujud. Harusnya kita berani melakukan dan menyampaikan kebeneran hakiki yang bersumber dari keyakinan kita tanpa ada rasa takut maupun terancam. Kebebasan untuk mengatur hidup ini dengan ajaran yang benar secara menyeluruh adalah bentuk kemerdekaan hakiki. Faktanya kemerdekaan hakiki belum bisa dirasakan. Disana sini masih kita dengar kriminalisasi terhadap ajaran Islam dan juga para pengembannya yang konsisten menyuarakan kebenaran ajaran Islam yang lurus dan mulia.
Mereka yang bangga dengan keislamannya dianggap radikal, sebaliknya yang menganggap semua agama benar dianggap toleran. Mereka gamang dalam beragama karena yang berislam kaffah dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan dan budaya lokal. Lalu bagaimana mewujudkan kemerdekaan hakiki bagi Seorang Muslim sejati? Kemerdekaan Hakiki hanya bisa terwujud saat Islam diterapkan secara kaffah tidak hanya mengatur ibadah ritual tapi Islam dijadikan solusi fundamental untuk seluruh masalah kehidupan. Tentunya, Islam diambil secara total bukan setengah-setengah sesuai keinginan hati, apalagi hanya sekedar pencitraan.
Belenggu pemikiran yang menyesatkan harus dilepaskan satu-persatu dan ganti semuanya dengan Islam. Noda-noda yang menempel dalam pemahaman kita harus dibersihkan sehingga yang tersisa hanya pemikiran Islam yang murni, lurus dan mulia. Islam harus dijadikan sebagai landasan berfikir sehingga apapun yang kita sampaikan hanyalah kebenaran hakiki yang bersumber dari ajaran Islam. Saat kita mampu melepaskan semua pemikiran yang tidak sesuai dengan Islam barulah kemerdekaan hakiki bisa kita rasakan sebagai Muslim sejati. Tidak lagi takut menyampaikan kebenaran Islam meskipun bertentangan dengan kebenaran umum yang bersumber dari pemikiran yang berkembang di masyarakat, bahkan jikalau kebenaran hakiki Itu harus bertentangan dengan keinginan penguasa rezim. Saat kita berani dan tidak lagi ragu menyampaikan kebenaran Islam, barulah arti kemerdekaan hakiki bagi Seorang Muslim sejati terwujud.
Berkata apa adanya sesuai dengan Islam dan berbuat sesuai dengan keyakinan yang benar adalah arti dari sebuah kemerdekaan yang sesungguhnya. Bukan kepuraan-puraan dan pencitraan yang sering membohongi diri sendiri. Kayakinan sering tergadaikan oleh kepentingan dunia sehingga merampas kemerdekaan hakiki. Ketaatan total pada Sang Pencipta dan Penguasa Alam adalah ungkapan kemerdekaan sebagai seorang Muslim sejati. Bebasakan semua ikatan yang menghalangimu untuk melakukan ketaatann secara total tanpa ada keraguan sedikitpun. Ketakutan seorang Muslim sejati hanya pada Allah SWT., bukan selain padaNya. Saat itulah kemerdekaan Hakiki bisa terwujud dalam hidup apapun kondisi yang melingkupi hidup seseorang.
Mereka jiwa-jiwa yang terjajah, yang takutnya pada selain Allah. Dunia membuatnya hatinya tersandera dan takut kehilanganan semua nikmat yang sesaat dan menipu. Meskipun hidup dalam gelimang harta serta memiliki jabatan yang tinggi namun jiwanya tidak merdeka dan hanya menjadi boneka untuk menuruti nafsu agar terus berkuasa. Walaupun memiliki kekuasaan namun hati dan pemikirannya tidak merdeka karena tidak mampu berpihak pada kebenaran hakiki dengan kekuasaan dan harta yang dimiliki. Bahkan ketakutan yang berlebihan akan hilangnya apa yang sudah dalam genggaman membuat dirinya menjadi-jiwa-jiwa yang terjajah oleh kepentinganya sendiri karena takut kehilangan nikmat dunia yang semu dan menipu.
Jiwa-jiwa yang merdeka hanya bisa dirasakan oleh pribadi-pribadi bertaqwa yang bersuara dan berbuat sesuai dengan isi hati dan keyakinan yang dianggap benar. Banyak idealisme terjual sehingga berbicara tidak sesuai dengan apa yang diyakini benar, tapi perkataanya membela siapa yang berani bayar mahal dan bisa memberikan jabatan yang membuat hidupnya mulia di dunia, tapi tidaklah demikian mereka adalah orang-orang hina dan terjajah yang tidak mampu berkata sesuai dengan keyakinannya. Semua yang diucapkan hanyalah sesuatu yang menipu, bahkan orang yang terjajah ini telah menipu diri sendiri. Setiap perkataanya dalam kegamangan karena tidak dilandasi oleh keyakinannya. Mereka terlihat kuat, tapi sebenarnya rapuh dan tidak mampu mewujudkan kemerdekaan hakiki sebagai seorang Muslim sejati.
Gaes, hanya dirimu sendiri yang bisa melepaskan setiap belenggu dan ketakutan yang membuat dirimu menjadi jiwa terjajah. Jadilah jiwa-jiwa merdeka yang mampu mengatakan kebenaran hakiki dan berani mengatur hidup ini dengan Islam, ajaran yang kita yakini benar dan akan membawa kemaslahatan jika diterapkan secara kaffah dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Jadi jiwa-jiwa merdeka yang terus menyuarakan kebenaran dan berani melawan berbagai bentuk penjajahan sehingga benar-benar menjadi jiwa-jiwa merdeka yang mampu memghirup udara kebebasan, kemerdekaan Hakiki dalam hidup ini. (reper/toriq)


Posting Komentar untuk "Kemerdekaan Hakiki Seorang Muslim Sejati"