Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Melanjutkan Kehidupan Islam dan Menegakkan Hukum Allah itu Wajib

Oleh: Rantika Nur Asyifa


Sobat Perubahan yang dirahmati Allah, Hari ini kaum muslimin mengalami penderitaan demi penderitaan dan cobaan demi cobaan. Solusi yang terbaik bagi mereka bergantung pada pemahaman mereka mengenai penting dan urgentnya melanjutkan kembali dan menegakkan hukum Allah di muka bumi.


Sepanjang pemahaman tersebut tidak menguasai jiwa kaum muslim serta lingkungan mereka, maka mereka akan terus berada dalam keadaan terbelakang dan terpuruk.


Nah sobat, Realitas yang dihadapi oleh Kaum Muslim saat ini, dapat dirasakan oleh setiap Muslim tanpa memerlukan penjelasan atau uraian lagi. Negeri-negeri mereka diatur dengan sistem kufur sehingga secara pasti menjadi negara kufur. Mereka semua terlalu lemah untuk berhadapan dengan negara-negara kafir.


So gais, sebenarnya masalah utama kaum Muslim adalah mengubah negeri Islam menjadi negara Islam dan menyatukannya. Ini merupakan tujuan yang harus direalisasikan kaum Muslim. Metode yang digunakan untuk merealisasikan tujuan tersebut adalah melanjutkan kehidupan Islam.


Kaum Muslim tidak memerlukan pemikiran yang mendalam atau perenungan untuk dapat menyadari bahwa perkara yang mereka hadapi adalah masalah utama. Because gais, hal ini tampak jelas sejak awal, sebagaimana pula pada saat ini, bagi setiap orang yang dapat melihat.


Sementara itu, golongan orang-orang yang munafik dan murtad begitu jahatnya dalam menindas kaum muslim. Mereka akan selalu berupaya semampunya untuk memerangi kaum Mukmin yang berjuang untuk merebut kekuasaan dari tangan mereka dalam rangka menegakkan hukum-hukum Allah dan menjaga kesucian Allah melalui penegakkan hudud (syariah).


Sobat perubahan, tau ga sih ? Kalau Rasulullah saw telah mengajarkan kepada kita bagaimana membatasi masalah utama dan memerintahkan kita untuk menjadikan tindakan hidup atau mati dalam setiap masalah utama. Ketika Allah mengutus Beliau dengan risalah Islam, dan Beliau memulai dakwahnya melalui pertarungan pemikiran, Beliau menetapkan masalah kemenangan Islam sebagai masalah utama yang harus dihadapi dengan tindakan hidup atau mati.


Diriwayatkan bahwa Beliau pernah diberitahu oleh pamannya, Abu Thalib, bahwa kaum Quraisy menginginkan agar Beliau berhenti dakwahnya kepada kaum Quraisy. Abu Thalib berkata, " Kaummu telah datang kepadaku dan mengatakan begini dan begitu, jadi selamatkan diriku dan dirimu, dan jangan engkau bebani aku dengan (masalah) yang tidak sanggup aku hadapi."


Mendengar itu Rasulullah saw. Lalu bersabda :


Wahai Paman, demi Allah, apabila mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku menghentikan dakwahku, aku tidak akan menghentikannya sampai Allah memberikan kemenangan atau aku mati karenanya. Oleh karena itu, aku tidak akan menghentikannya (dakwah). (HR. Ath-Thabari).


Andaikata sobat, Rasulullah saw. Tidak menjadikan masalah ini sebagai masalah utama dan tidak menjadikan tindakan hidup dan mati untuk menghadapi masalah ini, Islam tidak akan memperoleh kemenangan, baik pada saat penyampaian dakwah melalui perjuangan pemikiran ataupun pada saat dakwah melalui perjuangan bersenjata (jihad).


Nah Sobat lalu apa hubungannya peristiwa yang dialami oleh Rasulullah saw. dengan realitas saat ini ???


Peristiwa ini mirip dengan realitas kaum Muslim saat ini, yaitu pada saat kaum Muslim didominasi sistem kufur serta umat Islam berada dalam kekuasaan kaum kafir dan para munafik.


Jika kaum Muslim tidak menganggap kemenangan Islam dan Umat Islam sebagai masalah utama, dan tidak menjadikan tindakan hidup dan mati untuk menyelesaikan masalah utama itu, maka segala upaya yang dilakukan tidak akan menghasilkan apapun, sehingga mereka tidak akan mampu maju ke depan, walau selangkah.


Rasulullah saw. bersabda :

Demi Allah, aku akan meneruskan jihad untuk apa yang Allah sampaikan kepadaku sampai Allah memberi kemenangan atau salifah (permukaan leher) ini terpisah. (HR. Ahmad). Wallahu a’lam bisshawab  (reper/baim)

 

Posting Komentar untuk "Melanjutkan Kehidupan Islam dan Menegakkan Hukum Allah itu Wajib"