MERDEKA YANG HAKIKI
Oleh: Auliya Nuranis (Mahasiswi)
Mengingat bulan ini adalah bulan yang memperingati hari kemerdekaan di Indonesia, jadi banyak tulisan dan kajian yang membahas tentang merdeka. Tulisan ini juga terinspirasi dari salah satu kajian remaja dan juga postingan dari hijab alila.
Kamu tahu gak guys arti merdeka yang hakiki itu seperti apa? Hmmm, jawabannya pasti beragam karena memang kita mempunyai jawaban masing-masing, ya gak? Jawabannya ada yang menyangkut ke akhirat dan ada juga menyangkut ke ranah hidup di dunia saja. Seperti misalnya, "merdeka itu ketika terbebas dari kemaksiatan", "merdeka itu ketika gak ada penjajah", "merdeka itu ketika gak ada tugas", dan masih banyak lagi.
Ternyata oh ternyata, sebenarnya kita masih belum merdeka guys, wah kenapa ya? Memang sih kita sudah terbebas dari penjajahan secara fisik, tapi kalo pemikiran gimana guys? Masih kan? Jika kita merdeka, maksudnya itu kita bisa berbuat suka suka gitu? Hmmm.
Ada yang mengatakan merdeka itu bebas tanpa batas dan bisa berbuat suka-suka. Ketika ada yang salah dan diberitahu, jawabannya, "Apaan sih, gimana aku aja, jangan ikut campur, dan jangan bawa-bawa agama ya!"Hadeh, ampun bang jago. Saking bebasnya, mereka lupa dengan aturan yang Allah tetapkan. Baginya agama itu membuat kerisihan dan kesengsaraan dalam hidup. Naudzubillah.
Padahal, jika dipikirkan dengan kepala matang, apa susahnya mengikuti apa yang telah ada, yang telah diatur, dan dibuat oleh Allah Swt. yang Mahamengetahui segalanya.
Seperti dalam tafsir al-qurthubi 16/163:
"Aku jadikan kamu berada di atas manhaj (jalan hidup) yang jelas dalam urusan agama, yang akan mengantarkan kamu menuju kebenaran".
Tujuan syariat dibuat yaitu agar manusia berada dalam kebenaran, dan akhirnya bisa senang di akhirat nanti. Tetapi, lagi-lagi ya manusia memang gitu, inginnya bebas tanpa terikat apa pun. Suka membuat aturan sendiri padahal itu merepotkan dirinya dan juga ia tahu itu menjerumuskan kepada kebinasaan. Ya itulah manusia, ada yang patuh ada juga yang ingkar.
Guys pada hakikatnya memang kita sudah merdeka secara fisik, namun secara pemikiran dan bangsa kita ini masih dijajah karena mengikuti pemikiran dan aturan yang dulu dipakai dan diterapkan oleh penjajah, yang mana sistemnya itu berupa sistem yang sekuler atau memisahkan agama dari kehidupan.
Nah, selanjutnya apakah kita sudah memerdekakan diri kita sendiri? Tentunya dari perkara dunia ketika telah masuk waktu untuk bersimpuh pada-Nya?
Jawabannya simpan di hati kita masing-masing sebagai bagian tugas kita. Jika belum saatnya kita berhijrah kepada jalan kebaikan, kapan lagi? Suarakan dakwah yang menyeru untuk berIslam kaffah. Tugas kita saat ini adalah berjuang untuk bisa mewujudkan kemerdekaan yang hakiki yang sempurna, di antaranya adalah :
- Melepaskan diri dari belenggu sistem yang bertentangan dengan tauhid, yakni kapitalisme maupun komunisme dan ide-ide turunannya.
- Seraya menegakkan pelaksanaan syariah Islam secara menyeluruh.
Dengan itu kehidupan yang gemilang, kehidupan berkemakmuran dan mulia akan dapat dirasakan oleh semua anggota masyarakat. In syaa Allah aamiin
Wallahu 'alam. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "MERDEKA YANG HAKIKI"