Bagaimana Menyikapi Teman yang tidak Suka atau Membenci Kita
Oleh: Mochamad Efendi
Gaes, apakah pernah kamu tidak disukai atau bahkan dibenci seseorang, padahal kamu tidak pernah merasa melakukan sesuatu kesalahan pada dia. Mungkin, kamu dikasih tahu teman bahwa Si-A tidak suka kepadamu. Atau bisa jadi kamu, bisa mengetahui dari perubahan sikap yang tidak biasa yang menunjukkan rasa tidak suka. Tiba-tiba dia bersikap aneh, tidak seperti biasanya. Berpaling saat disapa, atau pergi saat kita datang menghampiri. Seolah, dia menghindar dari kita dan tidak mau diajak berbicara. Kalaupun menjawab, rasanya tidak enak terdengar di telinga. Pasti, kamu merasa tidak nyaman saat terpaksa harus bersama dengannya.
Saat ada satu orang yang tidak suka pada kita itu biasa karena kita tidak bisa membuat semua orang suka pada kita. Namun, jika semua orang tidak suka, itu baru ada yang salah pada diri kita, mungkin lisan atau perbuata kita yang suka membuat orang sakit hati. Bahkan rasullulah saja yang maksum, ada juga yang tidak suka pada beliau karena penyakit hati mendorong mereka untuk membenci sehingga menghilangkan akal sehat mereka.
Apalagi kita gaes, orang yang banyak dosa. Sudahlah jangan terlalu dipikirkan jika ada yang tidak suka atau benci pada kita. Bersikap biasa saja, karena jika tidak, semua itu akan menjadi beban dalam hidupmu. Hati jadi terasa sakit, dan pikiran kalut membuat susah tidur. Semua menjadi masalah dalam hidup karena terlalu memikirkan apa kata orang yang didalam hatinya tersimpan kebencian pada kita. Lalu bagaimana gaes kita bersikap jika ada salah satu teman kita yang resek dan tidak suka pada kita?
Pertama, introspeksi diri gaes karena bisa jadi ada yang salah dengan kita baik kata-kata atau perbuatan yang mungkin telah melukai hati teman kita. Jika ketemu dengan dia, coba tanyakan apa ada yang salah dan sampaikan permintaan maafmu atas kesalahan yang tidak disengaja. Harus dong kita minta maaf agar tidak menjadi penghalang bagi kita untuk meraih surgaNya, karena ada yang tersakiti tanpa kita sadari. Kita selesaikan semua masalah dengan dengan kepala dingin, sehingga tidak ada lagi perasaan tidak enak saat berinteraksi dengannya. Semua harus jelas dan permasalahan harus diselesaikan secara tuntas, jangan lagi bermain prasangka yang hanya membuat hati terluka.
Kedua, bersikap biasa saja seolah memang tidak ada masalah. Sapa jika ketemu dengannya, dan gak perlu baper jika dia tidak membalas salammu. Siapa tahu dia lagi tidak fokus karena pikiran lagi kalut dan perasaanya lagi bad-mood sehingga tidak tahu saat kau menyapanya. Berfikir positif aja gaes, agar langkahmu ringan dan tidak ada perasaan tidak enak yang bisa menjadi penyakit di dalam hati. Jika ada waktu datang ke rumahnya dan ajak ngobrol dari hati ke hati. Siapa tahu ada kesalahpahaman diantara kalian sehingga membuat hubungan persahabatan menjadi merenggang. Gak usah ragu untuk minta maaf agar kebekuan diantara kalian bisa segera mencair dan hubungan persahabatan menjadi normal dengan hilangnya prasangka dan kebencian diantara kalian.
Ketiga, tidak usah ikut membenci meskipun tahu dia memang tidak suka dan benci pada kita. Membenci hanya melukai diri sendiri dan tidak ada sama sekali manfaatnya bagi diri kita apalagi untuk orang lain. Membenci adalah penyakit hati. Ingat gaes, musuh sejati manusia adalah syaitan yang suka menggelincirkan manusia pada permusuhan. Manusia bukanlah musuh kita apalagi sesama Muslim adalah bersaudara. Tidak seharusnya kita bermusuhan dan saling membenci, apalagi ada usaha ingin menjatuhkan karena didorong rasa tidak suka. Harusnya kita kasihan pada teman kita yang membenci karena dia telah menyimpan penyakit hati yang hanya menyakiti dirinya sendiri.
Empat, mendoa'kan agar dia menyadari kesalahannya. Bagaimanapun dia adalah teman kita yang tidak boleh dijadikan musuh. Setelah kita coba luruskan dengan mengajak bicara dengan baik, dengan kepala dingin tanpa ada amarah, langkah terakhir adalah kita do'akan agar dibukakan pintu hatinya untuk menyadari kesalahannya. Sabar adalah solusi saat kita dibenci kemudian serahkan segala urusan pada Allah SWT. Insyaallah hati kita menjadi tenang dengan berserah diri pada zat yang membolak-balikan hati manusia. Mohoh perlindungan pada Allah agar bisa terhindar dari kejahatan orang-orang yang membenci kita.
Daripada menebar kebencian, lebih baik menciptakan banyak kebaikan. Kebencian sering memantik permusuhan, berbuat tidak adil dengan mengorek dan mencari kesalahan orang yang dibenci dan bahkan tidak sedikit yang membuat fitnah. Kebencian juga menjauhkan kita dari ketaqwaan pada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Kebencian adalah penyakit hati yang tidak hanya menyakiti diri sendiri, tapi juga membawa kerusakan pada orang lain. Ganti kebencian dengan cinta sehingga insyallah hidup ini jadi indah dan berkah. Kebahagian hakiki akan kita rasakan karena dikelilingi oleh orang - orang yang hatinya penuh cinta, karena benih-benih cinta yang kita tebar telah tubuh dihati mereka bukan menebar kebencian yang hanya menumbuhkan permusuhan diantara teman dan saudara. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Bagaimana Menyikapi Teman yang tidak Suka atau Membenci Kita"