Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bersyukur Kunci Kebahagiaan Hakiki


 Oleh: Mochamad Efendi


Orang kapitalis menganggap bahwa terpenuhinya hasrat dan keinginan dalam hidup itulah arti dari kebahagiaan, sehingga memiliki harta melimpah, jabatan dan kedudukan tinggi menjadi tujuan dalam hidupnya. Mereka mati-matian mengejar nikmat dunia dan apa saja yang menjadi keinginannya. Tapi, tidak jarang setelah mereka mendapatkan apa yang diinginkan, mereka masih merasa tidak bahagia. Merasa kurang dan mengeluh dalam hidupnya yang menjauhkan dari kebahagian hakiki, karena tidak pandainya hati untuk mensyukuri setiap nikmat yang sudah dirasakan.


Ternyata, harta kekayaan, dan jabatan serta terpenuhinya hasrat dan keinginannya bukanlah kunci kebahagiaan hakiki. Harta melimpah yang selama ini diingnkan membuat hatinya resah dan gelisah. Kedudukan dan jabatan tinggi yang selama ini diimpikan membuat hidupnya jauh dari Sang Pencipta. Hidup hampa dan tidak bahagia karena salah dalam memahami arti kebahagiaan sehingga salah pula tujuan hidupnya.

 

Sering keinginan besar untuk meraih nikmat Allah yang belum dirasakan membuat kita lupa atas nikmat yang sudah ada dalam genggaman. Begitu banyaknya nikmat yang kita rasakan, tapi hati tidak pandai bersyukur, sehingga selalu merasa kurang. Padahal kebahagiaan hakiki bukan terletak pada melimpahnya harta yang kita punya atau tingginya kedudukan dan jabatan yang mampu kita raih, tapi pandainya hati untuk  bisa menikmati setiap nikmat yang datang dan kita rasakan dalam hidup ini. Tidak usah takut ataupun kuwatir karena setiap jiwa yang hidup pasti ada rezekinya masing-masing dan tidak akan salah alamat. Bukankah bayi yang belum memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya bahkan tidak juga mampu mengurusi urusannya sendiri, tapi semua kebutuhannya tercukupi, itu karena rezekinya dititipkan pada kedua orang tua yang merawat dia. 


Jadi kata kunci kebahagiaan hakiki terletak pada pandainya hati untuk bersyukur. Hati yang tidak pandai bersyukur akan selalu merasa kurang dan berkeluh kesah.   Dengan selalu melihat keberhasilan orang lain, sering membuat hati merasa kurang dan bisa memunculkan perasaan iri dan dengki. Padahal, apa yang nampak baik pada diri orang lain belum tentu Itu baik buat kita. Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat (Ibrahim Ayat 7). 


Gaes, jika ingin nikmat ditambah, cara paling tepat adalah bersyukur atas nikmatNya apapun kondisi kita. Janji Allah itu pasti bagi mereka yang yakin, beriman dan bertaqwa. Takutlah akan adzab Allah yang sangat pedih dipuruntukkan bagi mereka yang kufur nikmat, padahal limpahan rezeki bisa jadi sudah menghampiri hidup ini tapi hati yang kering dan tidak pandai bersyukur membuat hidup terasa sulit. Apa yang keluar dari mulutnya hanyalah keluh kesah yang tidak membawa perubahan bahkan malah mendatangkan adzab Allah yang sangat pedih.


Masihkah kita ragu berbuat kebaikan, mengatakan kebenaran dan mengatur hidup ini dengan ajaran Islam yang lurus dan mulia. Ketaaan kita dengan mengikuti semua perintahNya dan meninggalkan segala apa yang dilarang adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT. Jangan berubah dan mundur dari hijrah hanya karena takut kehilangan rezeki yang kita harapkan datang menghampiri hidup kita. Tetap Istiqomah di jalan yang lurus, insyaallah rezeki yang barakoh akan menghampiri hidup kita sehingga kebahagiaan hakiki dan kemudahan akan kita rasakan dalam hidup ini.


Gaes, gak perlu takut kehilangan rezeki hanya karena melihat orang-orang sinis dan tidak suka atas kebaikan yang kita lakukan. Apapun yang mereka lakukan tidak akan mampu menghambat rezeki yang sudah Allah kehendaki untuk kita. Gaes, jalan terus dengan kebaikan yang kau yakini benar dan serahkan segala urusan pada Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Hatimu insyaallah akan tenang, perasan gelisah, keluh kesah akan hilang, kemudian diganti hati yang selalu merasa bahagia karena pandai bersyukur atas banyak nikmat yang melingkupi hidup ini. Dan yakinlah Allah akan terus menambah nikmat dan rezeki kita dari jalan yang tidak pernah kita sangka dan pikirkan sebelumnya.


Dengan bersyukur hidup ini akan terasa indah dan lebih berkah, sebaliknya kufur atas nikmat hanya akan membuat hidup terasa susah. Kata kuncinya pandainya hati untuk bersyukur akan mendatangkan banyak nikmat. Kebahagian hakiki akan kita rasakan dengan bersyukur, sementara kufur nikmat hanya akan mendatangkan adzab Allah yang pedih. Teruslah tingkatkan ketaatan kepada Allah SWT., sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kita. Semoga dengan Istiqomah dalam bersyukur, kita bisa termasuk orang-orang yang ditambah nikmat, bukan yang dapat murka Allah dan bukan pula yang tersesat. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Bersyukur Kunci Kebahagiaan Hakiki"