Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Demokrasi Suburkan Penista Agama


 Oleh: Nur Khalifah, Anggota KOMMA (Komunitas Muslimah Muda) 


Penistaan terhadap nabi terus berulang. Dengan dalih kebebasan berekspresi semua hal dilakukan, aqidah pun terpinggirkan. Katanya demokrasi menjamin kebebasan? Omong kosong bukan? Sistem demokrasi yang catat ini telah menumbuhsuburkan para penista agama. Tak bisa di pungkiri, selanjutnya  akan muncul orang-orang baru yang menistakan agama Islam. 


Hidup di sistem kapitalis sekuler ini, banyak melahirkan maksiat-maksiat yang merajalela. Sangat disayangkan para penista yang katanya beragama Islam, tetapi minim ilmu agama bahkan berani melecehkan agamanya sendiri demi ketenaran dan cuan! Sangat miris ketika menggadaikan akhirat demi dunia yang fana!


Tentunya berbanding terbalik dengan sistem Islam. Islam punya aturan yang fundamental dan mempunyai konsep hizfud-din (menjaga agama) sehingga tegas dalam menghukum dan mengambil keputusan untuk para penista agama. Haibah Islam pun terjaga. 


Sebagaimana yang terjadi pada masa Sultan Abdul Hamid II, sultan ke-34 Kekhalifahan Utsmaniyah. Beliau pernah marah dengan tindakan pemerintah Prancis. Saat itu, surat kabar Prancis memuat berita tentang pertunjukan teater yang terdapat tokoh Nabi Muhammad. 


Sang Sultan siap bangkit dari kematian jika terjadi penghinaan atas agama Islam dan Nabi Muhammad. “Akulah Khalifah umat Islam Abdul Hamid! Aku akan menghancurkan dunia di sekitarmu jika kamu tidak menghentikan pertunjukan tersebut,” ucap Sultan dengan nada geram sembari melemparkan koran kepada delegasi Prancis.


Seharusnya pemimpin yang memimpin negara ini seperti Sultan Abdul Hamid. Inilah sikap pemimpin Islam terbaik. Ketika Nabi Muhammad dilecehkan dan agama dinistakan, para pemimpin seharusnya langsung mengambil tindakan yang tegas demi menjaga kemuliaan Islam. Agar tak dinodai oleh orang-orang yang hina! Begitulah sistem Islam menjaga kemuliaan Islam. Sungguh hanya sistem Islam lah yang mampu menjaga marwah din ini! 

Wallahu alam bissawab. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Demokrasi Suburkan Penista Agama"