Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jodohku Pilihanku

Oleh: Cut Zhiya Kelana, S. Kom (Aktivis Pemuda dan Peradaban Aceh)


Pada dasarnya semua yang telah Allah ciptakan itu berpasangan, terlebih fitrahnya manusia untuk saling mencintai. Dimana Allah telah meletakkan diantara kedua manusia rasa cinta, atau biasa disebut gharizatun na’u (naluri untuk mempertahankan keturunan/berkasih sayang). Setiap manusia pasti punya rasa ini, itu sesuatu yang tak dapat kita pungkiri, namun bagaimana caranya kita mengelola rasa ini agar tidak salah?


Jika kita sudah merasa bahwa rasa ini mulai menghampiri ada baiknya kita mulai belajar mengelola rasa, agar kemudian tak menjerumuskan kita kedalam kemaksiatan. Caranya mengikuti jalur yang sudah ditentukan oleh syara. Kita bisa ikut bertaaruf melalui perantara yang memang sudah mengetahui tentang kita, sehingga mereka menjadi pengontrol/pengingat ketika melihat kita sudah mulai tidak berada dijalurnya.


Banyak yang kemudian salah dalam tahapan ini, yaitu setelah taaruf komunikasi dengan ikhwan semakin lancar. Padahal itu sudah melanggar hukum syara, bukan berarti komunikasi tidak dibolehkan. Tapi hanya seperlunya saja, selebihnya bisa melalui perantara. Agar kemudian kita bisa saling menjaga rasa dan agar tak ada setan yang membisikkan telinga kita. Jika sudah mantap maka dibolehkan lanjut ketahap berikutnya. Ini berbeda dengan pacaran.


Pacaran : Jalinan Cinta Terlarang

Pacaran pada umumnya adalah aktivitas dimana keduanya sepakat untuk saling menjalin hubungan terlarang, tak ayal kadang mereka beranggapan bahwa pacaran ini adalah cara menentukan jodoh kita. Ini salah, ada yang bertahun pacaran tak juga menikah. Gak heran juga kalo kemudian ada sebuah kalimat sindiran seperti ini “pacaran apa kredit motor sampai bertahun-tahun”.


Dan hubungan terlarang ini kadang bisa sangat membahayakan pihak perempuan sendiri, harus di ingat bahwa “tidak ada yang gratis”. Ketika laki-laki memberikan semua yang kita inginkan pahamilah bahwa ini adalah salah satu cara dia untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Mereka lebih ingin hubungan terlarang ini berlanjut ke tahap yang sangat ekstrim, karena mereka sudah membayar untuk itu semua. Maka tak akan dilepas jika belum dapat, dan titik terlemah seorang wanita adalah ketika dia jatuh cinta akan diberikan segalanya, karena dia yakin cinta yang mereka punya pasti berakhir dipelaminan, ini salah ya?


Survey membuktikan bahwa anak SMP sudah kehilangan keperawanannya, dan belum lagi anak SMA yang sudah mulai melakukan aborsi. Dan tak heran saat ini anak SD sudah mengenal kata pacaran karena banyaknya tanyangan dewasa yang semakin mudah untuk diakses. Bisa kita bayangkan bagaimana hancurnya generasi saat ini, konon lagi dinegeri yang mayoritas muslim terbanyak didunia. Sakit, hancur ketika melihat survey ini, namun inilah kenyataan yang luput dari pengawasan kita dan negara memberikan fasilitas untuk menyuburkan kemaksiatan itu terjadi.


“Dan janganlah kamu mendekati zina, itu sungguh suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al-Israa : 32)

“Apabila telah marak perzinahan dan praktek ribawi disuatu negeri, maka sungguh penduduk negeri itu menghalalkan dirinya untuk di azab Allah” (HR. Al-Hakim)


/Taaruf Bukan Pacaran Islami/


Taaruf adalah pengenalan dengan cara yang syari. Taaruf biasa dilakukan ketika kita sepakat untuk menjalin sebuah hubungan yang serius dengan cara menukar biodata melalui perantara pasangan yang sudah menikah pula. Pihak istri menjadi perantara si wanita, sedangkan suami menjadi perantara si laki-laki. Jika tidak ada perantara ini bisa melalui orangtua saja, namun harusnya ortu juga paham akan hal ini. Agar tak salah jalur, dimana nantinya setelah tahap pengenalan ortu kadang melepaska komunikasi diantara keduanya.


Jika taaruf ini lost control maka akan bisa dipastikan bahwa tidak adanya pengingat diantara keduanya dan akan berbalik menjadi hubungan terlarang bernama “pacaran”. Taaruf bukan berarti pacaran islami yang dimana boleh telponan sampek malam tapi kalo ketemu kita selalu bertiga, tidak saling menyentuh dan panggilan juga berubah “Abi-Umi”. Ataupun karena sudah di khitbah kita boleh duduk berduaan dengan izin ortu, inilah letak kesalahan yang sering terjadi pada pemahaman masyarakat kita. 


Banyak yang sudah melalui proses taaruf namun tak juga menikah, ada juga sampai yang khitbah jelang seminggu/sehari pernikahan ternyata juga gagal. Karena itu semua proses yang kita jalani ini juga berupa ujian yang Allah berikan untuk menetapkan hati kita atau kita goyah sehingga melanggar prosedur syara. Proses taaruf dan khitbah benar-benar harus terjaga, dan tak lupa terus istiqarah meminta diyakinkan oleh Allah. Karna Allah lah yang hanya mengetahui siapa jodoh kita sesungguh setelah semua pilihan yang kita lakukan berupa ikhitar yang sesuai koridor syariat. 


/Ikhtiar menjemput jodoh/


Banyak yang mengatakan bahwa jodoh itu adalah sesuatu yang sudah ditakdirkan Allah, benarkah? Ya, memang benar jodoh kita sudah Allah tentukan, namun taukah kita bahwa jodoh itu adalah pilihan yang Allah berikan pada kita. Bisa jadi kita Cuma taarufan aja, atau sudah sampai jenjang khitbah namun gagal menikah. Berarti itu bukanlah jodoh kita, kita memahaminya seperti itu agar kemudian kita ridho bahwa mereka yang datang dan pergi ibarat “iklan lewat” yang Allah uji untuk melihat seberapa kita mampu melewatinya dengand penuh syukurkah atau mengutuk diri dengan kesialan dan menangis meratapinya.


Jodoh itu adalah pilihan, dimana Allah memberikan kita kekuasaan penuh untuk menentukan siapa yang layak mendampingi kita kelak. Kayakah dia, tampankah dia, pintarkah dia, seperti apa gambaran calon imam yang kita inginkan itu adalah pilihan kita didaerah yang kita kuasai. Pasti semua perempuan menginginkan calon imam yang sempurna, pertanyaannya adakah yang seperti itu?


Meski pun ada namun semua itu pasti sulit untuk kita temui karna standar jodoh ala kapitalis dan Islam itu beda. Jika standar kapitalis, kaya, tampan, sukses dan pintar tapi mines iman, belum lagi kalo dia dulunya aktivis pacaran yang punya banyak deretan mantan terindah. Paket komplit deh, gak heran jika standar bahagia itu hanya bertahan sesaat saja, ketika sedang manis-manisnya gak taunya diselingkuhin yang kadang kita kenal sendiri “ku menangis...(versi koreanya)” bukan happy ending tapi sad ending. Karena pada dasarnya mereka tak akan tahan godaan, konon lagi iman yang setipis rambut. Dan masih banyak rahasia yang disembunyikannya agar istri tak tahu dan mudah baginya berbohong dengan dalih ingin menjaga rumah tangga agar terus harmonis.


 “Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan keji pula. Sedangkan perempuan-perempua yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik pula” (QS. An-Nuur : 26)


Sangat beda dengan Islam karna standarnya itu hukum syara, dalam memilih jodoh juga hal ini berlaku. Seorang muslimah pasti menginginkan rumah tangga sakinah mawaddah warahmah hingga ke jannah. Karena itu dia sangat berhati-hati memilih pasangan hidupnya, yang akan menemaninya kelak dalam suka duka perjalanan bahtera rumah tangganya. Bertahan hingga maut memisahkan dan mampu mendidik anak menjadi generasi soleh dan soleha yang mengantarkan mereka ke syurga. Karena itulah visi mis pernikahan harus jelas saat bertaaruf, jika pasangan kita tidak memahaminya maka jelaskan secara perlahan betapa pentingnya hal ini. Dan kita bisa sama-sama belajar, jangan hanya menginginkan pasangan soleh namun tak pernah memperbaiki diri. 


Bagaimana seseorang memilih calon pasangan hidupnya seraya menunjukkan bagaimana yang seharusnya. Rasulullah bersabda :

“Seorang wanita dinikahi karena 4 hal, yaitu karena hartanya, keturunan (nasabnya), kecantikannya dan agamanya. Maka utamakanlah karena agamanya, hal itu menghalangi tangannya” (Diriwayatkan oleh Abu Hurairah)


Seseorang yang memahami agamanya, maka akan terus menjaga cintanya agar tetap suci. Meski dulunya dia adalah seorang yang selalu berbuat salah, namun hidayah Allah datang dan kemudian bertaubat berharap bisa memperbaiki dirinya. Dan dia juga akan tau bagaimana menempatkan cintanya agar tak salah, karna cinta yang ditititpkan pada manusia hanya bersifat sementara dan bisa berubah. Tapi dia menyakini cinta Allah padanya akan terus ada untuk membimbingnya. Kita hanya mampu berikhtiar dan serahkan semuanya hanya pada Allah saja. Dan ingatlah jodoh kita adalah pilihan yang akan kita buat dimasa depan, baik buruknya hanya kita yang terima dan mengalaminya. Jodoh terbaik yang datang dari Allah adalah dia yang  mampu membawamu ke jannahnya. Wallahu a’lam. (reper/az)

 

Posting Komentar untuk "Jodohku Pilihanku"