Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Move Up dari Toxic Activity

Oleh: Nur Itsnaini Maulidia 


Sering kali kita dengar di sekitar kita tentang toxic relationship (Menjalin hubungan yang tidak baik) atau toxic people (Seseorang/teman yang merugikan), dan ternyata bukan hanya relationship atau teman saja yang bisa toxic, aktivitas kita sehari-hari pun juga bisa toxic.


Toxic adalah istilah untuk seseorang yang “beracun” atau sifat pribadi yang suka menyusahkan dan merugikan orang lain, baik itu secara fisik ataupun emosional. Jika dalam suatu hubungan toxic bisa merugikan orang lain, maka aktivitas yang toxic/toxic activity akan merugikan diri sendiri. 


Bagi seorang muslim toxic adalah sikap yang bertentangan dengan ajaran Islam. Dan faktanya banyak sekali aktivitas remaja masa kini yang toxic seperti pacaran, tawuran, narkoba, clubbing, aborsi, LGBT, pornografi, pornoaksi, pamer aurat, zina, maraton nonton drama series atau film hingga begadang, dan masih banyak lagi.


Jika kita teliti lebih dalam gaes, aktivitas-aktivitas toxic ini terjadi karena negara saat ini sedang menganut sistem kapitalisme sekuler (Memisahkan agama dari kehidupan) dan liberalisme sehingga melahirkan kebebasan beraktivitas dan berpendapat yang semuanya berbuah toxic karena bertentangan dengan Islam.


Sebagai seorang muslim, kita wajib move up (berpindah dari situasi tertentu ke situasi tertentu lainnya untuk memperbiki kulitas dalam diri) dari aktivitas toxic.  


Allah SWT berfirman:



وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ


“Kepunyaan Allahlah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan.” (QS. Ali Imrân [3]: 109).


Dari ayat tersebut kita dapat memahami bahwa segala hal di dunia ini harus dikembalikan kepada Allah. Segala hal yang melanggar atau bertentangan dengan aturan Allah harus kita hindari dan jauhi. Dengan cara ini, seorang muslim akan tumbuh menjadi pribadi non toxic.


Ciri-ciri muslim non toxic diantaranya senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, rutin mengikuti kajian keislaman, memahami dan memperjuangkan isi Al-Qur’an, berkumpul dengan orang-orang saleh, taat sepenuhnya kepada Allah bukan kepada lainnya, meminimalisasi perbuatan mubah dan memaksimalkan amal baik.


Aktivitas non toxic ini gaes akan terlaksana secara keseluruhan hanya dalam naungan Islam. Sejarah telah membuktikan bahwa Islam telah melahirkan generasi-generasi ulama dan ilmuwan yang namanya kekal hingga sekarang seperti Ibnu Sina (Father of modern medicine), Al-Jazari (Father of robotic), Ibnu Al-Haytami (Father of modern optics), dan masih banyak lagi lainnya. Hal ini terjadi karena Islam membuang jauh-jauh aktivitas toxic yang unfaedah. Islam menciptakan suasana yang bermanfaat dan penuh ketaatan kepada Allah. Sehingga para generasi saat itu berlomba-berlomba melakukan amal kebaikan, berijtihad, mendalami sains, memahami ilmu hadits dan fiqih, serta meningkatkan taqarrub kepada Allah, dan menjaga syariat Islam. 


Sangat berbeda sekali ya gaes dengan realita generasi sekarang yang masih banyak melakukan aktivitas toxic unfaedah, joget-joget di jalan bahkan pamer aurat agar viral di dunia, berzina untuk kepuasan syahwat semata dan berakhir dengan penyesalan.


So sebagai muslim sejati, wajib move up dari toxic activity seperti generasi terdahulu, berlom-lomba melakukan amal baik dan berjuang agar Islam kembali jaya di bumi ini. Wallaahu a’lam. (reper/az)

 

Posting Komentar untuk "Move Up dari Toxic Activity"