Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Sombong dan Jangan Suka Berbohong!

 


Oleh: Mochamad Efendi

Banyak kita dapati saat ini para politisi, pejabat dan tokoh masyarakat mudahnya bersumpah untuk sesuatu yang belum terjadi tanpa mengucapkan "insyaAllah".  Mereka meyakini bahwa sesuatu akan terjadi, namun mereka lupa bahwa semua hanya bisa  terjadi jika Allah menghendaki. Terlalu yakin dengan pandangan dan kemampuannya sehingga berani memastikan sesuatu akan terjadi.  Ingatlah, kesombongan akan membawa kehancuran dan kesengsaraan jika mereka mengetahuinya, seperti yang terjadi pada Fir'aun dan bala tentaranya yang ditenggelamkan di laut Merah. 


Terlebih jika apa yang diucapkan sering tidak terbukti. Jejak digital menunjukkan ucapannya tidak sesuai dengan kenyataan. Namun, mereka tidak merasa bersalah dan terus menciptakan kebohongan. Mereka bangga akan mewujudkan sesuatu, namun perkataannya sering tidak terbukti benar. Balasan bagi orang yang suka berbohong dalam Islam meliputi hilangnya kepercayaan di dunia, mendapat laknat Allah, serta siksaan yang pedih di alam kubur dan neraka.


Kita diingatkan dalam al-Qur'an surat al-Qalam yang menceritakan tentang pemilik kebun Musyrik Mekah yang yakin pasti akan memetik hasil kebun mereka pada esok pagi hari. Mereka tidak mengucapkan "InsyaAllah". Mereka juga berusaha menghalangi orang-orang miskin untuk datang dan ikut menikmati hasil panen. Mereka enggan untuk berbagi padahal mereka mampu untuk membantu. Kemudian, Allah menguji dengan mendatangkan bencana.  Kebun mereka ditimpa bencana yang datang dari Tuhan, Pencipta manusia, hidup dan alam semesta, ketika mereka sedang tidur. Maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita.


Kita harus bisa mengambil pelajaran dari apa yang dikisahkan di al-Qur'an maupun apa yang terjadi dan kita saksikan saat ini. Sombong dan suka berbohong bisa membawa kita pada kehancuran dan kehinaan di dunia, terlebih adzab di akhirat jauh lebih berat jika kita mengetahuinya. Meskipun kita dikarunia kemampuan dan kekuasaan jangan jumawa dan merasa paling bisa dan benar hingga bisa memastikan sesuatu bisa terlaksana dengan baik tanpa mau mendengar kritikan demi perbaikan. Ingatlah, keberhasilan manusia dalam menyelesaikan dan menjalankan sesuatu bisa berhasil  hanya karena izin Allah. 


Kita bisa merencanakan sesuatu dan berikhtiar untuk mewujudkan sesuatu, tapi hasilnya adalah urusan Allah. Sesuatu hanya akan terjadi jika Allah menghendakinya terjadi. Jadi jangan sombong karena merasa mampu bisa memastikan sesuatu. Meskipun kita yakin, tetaplah menyisipkan kata InsyaAllah, agar hati terhindar dari kesombongan karena meyakini semua hanya bisa terjadi jika Allah mengehendakinya. Hati pun akan terasa lapang dan mampu menerima apapun hasilnya dengan ikhlas meskipun tidak sesuai dengan yang diharapkan.


Terlebih jangan sampai kita menciptakan kebohongan hanya karena terlihat hebat dalam pandangan manusia. Sekali kita berbohong, maka akan terdorong untuk melakukan kebohongan yang lain, sehingga dusta menjadi biasa hanya demi keuntungan dunia. Padahal, dusta hanya membawa keburukan pada diri kita sendiri. Terlebih, jika kita menjadi seorang pemimpin yang memiliki tanggung jawab besar. Kebohongan tidak hanya akan membawa kerusakan dan kesengsaraan di dunia, tetapi adzab akhirat yang jauh lebih besar. Jika mereka mengetahui dan meyakini bahwa kesombongan dan suka berbohong akan membawa keburukan, tentunya mereka akan lebih berhati-hati untuk menjaga ucapan dan perbuatan. Saat menjadi pemimpin mereka akan amanah untuk menjalankan tugas karena takut pada Tuhan semesta alam meskipun mereka tidak melihatNya.


Namun sikap sombong dan suka berbohong tumbuh subur dalam sistem kapitalis yang hanya berfikir untung rugi dalam hal materi. Mereka sibuk memperkaya diri sendiri meskipun dengan cara yang diharamkan dalam Islam. Untuk itu kita perlu memperjuangkan satu sistem yang menerapkan Islam secara kaffah dan bisa mewujudkan kehidupan Islami yang mendorong setiap orang untuk menjaga sikap dan perkataan dari dusta dan berani jujur mengatakan kebenaran sesuai dengan ajaran Islam yang lurus dan mulia.[]

Posting Komentar untuk "Jangan Sombong dan Jangan Suka Berbohong! "