Yuk, Hargai Waktu!
Oleh : Auliya Nuranis (Mahasiswi)
Demi masa.
Sesungguhnya manusia kerugian.
Melainkan yang beriman dan beramal sholeh. Demi masa
Sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan nasehat kepada kebenaran dan kesabaran
Gunakan kesempatan yang masih diberi Noga kita takkan menyesal
Masa usia kita jangan disiakan kerna ia takkan kembali
Ingat lima perkara sebelum lima perkara
Sihat sebelum sakit
Muda sebelum tua
Kaya sebelum miskin
Lapang sebelum sempit
Hidup sebelum mati
Ada yang sudah tahu lirik lagu di atas? Iya gaes, itu lirik lagu yang dibawakan oleh grup nasyid Raihan. Ternyata lagu itu diangkat dari Al-Qur'an dan hadits. Allah berfirman dalam QS. Al-Asr ayat 1-3, yang artinya :
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”
Juga termaktub dalam sebuah hadits. Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara : [1] Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, [2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, [3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, [4] Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, [5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.”
MasyaAllah, begitu berharganya sebuah waktu. Dari hadits dan Qur'an yang telah disebutkan tadi dapat dipahami bahwa kita harus menghargai dan memanfaatkan waktu yang ada dengan hal yang baik, tentunya yang tidak memadharatkan kita.
“Lantas hidup itu seputaran ibadah saja kepada Allah, gak bosen hidup seserius itu?” Jawabannya, ya gak begitu juga sih, ya Sob! Adakalanya kita rihlah (jalan-jalan sambil belajar), tadabur alam, main, dan istirahat. Pokoknya yang tidak menyianyiakan waktu juga.
Lalu pertanyaan selanjutnya, “Sudah sejauh mana sih kita mempersiapkan hari kepulangan?”, “Persiapan kita jika Allah takdirkan kita untuk menyaksikan masa-masa terakhir?” Dapatkah Sobat semua menjawab pertanyaan ini?
Saat kita mendengar kata ‘mati’ apa yang ada di benakmu, Sobat? Takut? Sedih? Senang? Kebanyakan dari kita pasti takut, entah mengapa. Padahal, kita akan berjumpa dengan Allah. Mungkin prosesnya atau mungkin juga terlalu betah di dunia sehingga kita menjadi enggan untuk mati.
Sebenarnya kita pasti tahu bahwa kita akan mati, sedang dunia itu sementara dan harta hanyalah titipan. Tapi, kebanyakan dari kita tetap saja gak sadar. Kita terlalu sibuk memikirkan bagaimana cara hidup enak sampai lupa cara mati enak. Sudah tahu kita jadi buronan neraka tetap saja berleha-leha seakan tak punya dosa. Astagfirullah.
Kemudian, bagaimana cara kita untuk mempersiapkan dan meyakinkan diri bahwa kematian itu dekat? Bagaimana agar kita tidak leha-leha?
Tentunya merubah kebiasaan diri juga membutuhkan proses, tidak akan terjadi secara instan. Ya, jika ingin serius untuk berubah tentu ada saja jalannya. Inilah beberapa tipsnya :
- Mengubah kebiasaan tidak baik secara perlahan dan tetap berlanjut agar menjadi kebiasaan yang baru
- Selalu ingat Allah
- Selalu ingat Al-Qur'an dan As-Sunnah.
- Bergaul dengan anak yang saleh/Salehah. Berteman dengan siapa pun juga boleh asalkan kita tahu batasnya. Perhatikan juga teman dekat kita karena kita biasanya bersikap dan berperilaku sebagaimana lingkungan pertemanan kita.
- Perdalam ilmu agama
- Selalu bertaubat
- Tingkatkan iman
Masih banyak lagi, ya Sob. So, sudah tertampar belum? Yuk bermuhasabah, memperbaiki diri ke arah yang positif dan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya persiapan. Fastabikul khairat, yuk Gaes! Wallahua'lam. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Yuk, Hargai Waktu!"