Jangan Mudah Tergiur oleh Publik Figur
Oleh: Triana D.P (Pemerhati masalah remaja Surabaya)
Apa yang ada di dalam benak saat terlintas kata publik figur? Pastinya orang terkenal. Atau banyak punya follower. Bahkan punya ribuan haters. Terlepas punya banyak pengikut or penghujat, kalau sering muncul di sosmed atau diundang media pasti tuh orang bakalan terkenal. Iya ga sih?
Coba sebutkan nama orang-orang yang dulunya bukan siapa-siapa, tapi berkat sering tampil di sosmed malah jadi orang terkenal. Banyak kan ya? Saat ini, ga hanya artis sinetron aja yang bisa terkenal. Selebram or youtuber kini juga menjadi sosok publik figur.
Seorang publik figur akan senantiasa menjadi sorotan masyarakat. Aktifitasnya akan mengundang komentar publik. Maka seorang publik figur harus siap dengan semua itu. Baik atau buruknya akan menjadi sasaran untuk mendapatkan pujian atau hujatan.
Menjadi orang terkenal bukan hanya sebuah kebanggaan. Ada juga yang mengalami tekanan mental. Malahan ada yang sampai bunuh diri akibat tak tahan bully. This is your choice, guys
Seorang publik figur sedikit banyak akan mempengaruhi penggemarnya. Apa yang dilakukan sang idola akan senantiasa diikuti. Kalau dalam kebaikan it’s okay. But what if it’s the bad thing? Who’ll be responsible?
Beberapa waktu yang lalu, masyarakat dihebohkan dengan acara lamaran salah satu publik figur. Terkenalnya karena punya 26,5 juta follower. Wow banget ya pengikutnya. Dengan fans yang bejibun, pastilah acara lamaran jadi booming di jagat maya maupun nyata.
Sayangnya, ketika kita cermati, proses lamaran yang seperti itu ternyata tidak sama dengan yang ada di dalam islam. Lamaran itu proses menuju pernikahan. Tapi, belum tentu juga jadi nikah, karena masih dalam proses. Maka seharusnya proses tersebut tidak dipublikasikan. Dalam sebuah hadist disebutkan “عْلِنُوا النِّكَاحَ "Umumkanlah nikah." (HR. Ahmad).
Nah guys, sekarang sudah tahu kan yang harusnya diumukan itu saat menikah. Bukan saat berlangsungnya lamaran. Meskipun yang melakukan orang terkenal dengan berbagai macam latar belakang, kalau mereka salah maka jangan ikut-ikutan. Itulah pentingnya paham aturan islam.
Kehebohan acara si youtuber memberikan pelajaran bagi semua. Terutama bagi individu yang menamakan diri sebagai seorang muslim. Apa yang kita perbuat, kelak harus bertanggung jawab atas segala amal. Maka kalau aktifitas kita justru menabrak syariat Allah, sudah pasti merugilah kita. Apalagi jika aktifitas yang salah tersebut menjadi inspirasi buat yang lain untuk melakukan hal yang sama. Idih, ngeri guys.
Penting juga nih. Jangan suka niru meskipun itu sebuah hal yang diterima oleh masyarakat. Karena sejatinya benar atau salah sebuah aktifitas bukan dari pengakuan masyarakat, tapi bagaimana islam memberikan tuntunan. Mau seorang publik figur dari anak kyai, kalau salah ya jangan diikuti. Karena apa? kelak pertanggungjawaban itu sendiri-sendiri guys di hadapan Allah.
Inilah pentingnya memahami ajaran agama. Sebagai orang yang mengaku jadi umat Nabi Muhammad, maka wajib mengikuti apa yang disampaikan, dicontohkan dan dilakukan oleh beliau. Jangan menjadikan panutan selain Rasulullah SAW. Why? because the real and the best idol is Rasulullah. Beliau menunjukkan jalan buat menuju ke surga. Apa ga mau nih ke surga? Pasti mau lah ya.
Mengidolakan seorang publik figur sudah jamak dilakukan. Bahkan ada yang sampai ikut-ikutan sama apa yang dilakukan. Selama apa yang diperbuat adalah sebuah amal yang baik berdasarkan tinjauan syariat, maka tidak apa-apa untuk ikut melakukan. Tapi, kalau yang dilakukan itu bertentangan dengan aturan Allah, ya jangan diikuti dong. Karena kalau sebuah aktifitas kemaksiatan dilakukan, bakalan dapat dosa.
So guys, saatnya memperdalam ilmu agama. Pelajari, pahami dan amalkan islam sesuai dengan tuntunan. Karena hanya dengan mengamalkan islam sesuai koridor syara, maka itu akan menyelamatkan kita di dunia dan akhirat. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Jangan Mudah Tergiur oleh Publik Figur"