Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kenyamanan Dunia VS Kenyamanan Akhirat


 Oleh: Sahilatul Hidayah, S.E (Penulis dan Pemerhati Remaja)


Pada hari kiamat didatangkan orang yang paling nikmat hidupnya sewaktu di dunia dari penghuni neraka. Lalu ia dicelupkan ke dalam neraka sejenak. Kemudian ia ditanya Hai anak Adam, pernahkah kamu melihat suatu kebaikan, pernahkah kamu merasakan suatu kenikmatan?. Maka ia menjawab:Tidak, demi Allah, ya Rabb. Dan didatangkan orang yang paling menderita sewaktu hidup di dunia dari penghuni surga. Lalu ia dicelupkan ke dalam surga sejenak. Kemudian ia ditanya: Hai anak Adam, pernahkah kamu melihat suatu kesulitan, pernahkah kamu merasakan suatu kesengsaraan?. Maka ia menjawab: Tidak demi Allah, ya Rabb. Aku tidak pernah merasakan kesulitan apapun aku tidak pernah melihat kesengsaraan apapun 

(HR. Muslim 5018)

Nyaman, siapa sih yang gak pengen hidup begitu hidup nyaman yang serba berkecukupan dan pas, pas pengen beli ini itu selalu ada dan lebih dari cukup pastinya.hehehe..Belum lagi nyamannya segala fasilitas yang dimiliki. Rumah super megah dan mewah dengan segala fasilitas yang ada didalamnya, mulai dari kolam renang, lapangan olahraga termasuk di dalamnya lapangan sepakbola dan golf (ada lho yang punya), dan segala fasilitas yang bersifat pribadi seperti tempat gym pribadi, salon pribadi sampe bioskop dan supermarket pribadi. Super komplet pastinya. 


Hmm..udah bisa ngebayangin kan betapa nyamannya punya rumah mewah bin mewah seta super komplet untuk semua faslitias yang dimilikinya. Belum lagi deretan koleksi pribadinya mulai dari deretan mobil mewah, deretan tas dan sepatu mahal yang tertata rapi di beberapa lemari dengan harga yang bisa ngebuat kita geleng-geleng kepala mulu karena begitu mehongnya. Belum lagi ketika liburan tiba, mashaaAllah liburan keliling duniapun ayuk aja dan gak masalah pastinya. 


Kayak langit dan bumi ya dengan kehidupan keseharian kita termasuk aku juga sih. Boro-boro beli tas mewah yang harganya super duper mahal, buat beli jajan yang mahalan dikit aja kudu mikir keras buat ngelakuinnya dan maju mundur cantik jadinya karena mikir cukup gak ya uang jajanku karena kalau untuk beli yang mahalan dikit bisa-bisa sebelum akhir bulan dah habis aja tuh uang jajan. 


Balik lagi yak ke nyamannya kehidupan dunia yang dirasakan mereka yang memiliki kekayaan berlimpah, biasanya untuk mendapatkan semua kemegahan dan kemewahan itu mereka harus bekerja begitu keras. Mereka lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Kenyamanan Dunia VS Kenyamanan Akhirat"