Pemimpin Super Sabar
Oleh: Yuyun Rumiwati
Sobat, saat berbicara tentang sosok pemimpin dan kepemimpinan Rasulullah apa yang di benak kalian?, Super bijak, super sabar, super tulus dalam mencintai plus...plus..plus..super Super lainnya.
Lalu, apa di benak kalian saat mendengar kata kepemimpinan di era kini? Super juga upps..super buat bingung dan sengsara rakyatnya.
Pernah tidak, kalian bertanya. Kenapa ada sosok sesuper Rasulullah? Mungkin kita akan menjawab ya itu kan manusia pilihan.
Oke, lalu bagaimana kok ada sosok super peka seperti Umar bin Khatab, super bertanggung jawab seperti Umar bin Abdul Aziz?
Padahal kita tahu betul, Umar juga bukan nabi, bahkan sebelum Umar masuk Islam, Umar begitu amat tega mengubur hidup anak perempuannya.
Wah, cocok sekali sobat mumpung moment Maulid. Yuk, kita coba telusuri apa rahasia dibalik super special pemimpin-pemimpin kaum muslimin (para Khulafa').
Dengan sederhana kita akan menjawab, mungkin karena para sahabat sesuper itu kan karena binaan Rasulullah.
Trus, bagaimana dengan gambaran orang-orang yang dirindukan Rasulullah, yang mereka hidup tidak di masanya. Tapi mereka mencintai beliau sebagaimana para sahabat mencinta beliau. Mereka inilah yang dijanjikan pahala 40 kali para sahabat. Wih..keren bukan?
Padahal mereka yang dirindu Rasullah tidak hidup di masa Rasulullah. Dari sini, kita bisa ambil pelajaran. Bahwa, kita yang hidup jauh di masa Rasulullah, punya lho..peluang untuk bisa sekeren para sahabat dan para Khulafaur Rasyidin.
MasyaAllah, lalu bagaimana resepnya? Masih ingat saat ibunda Aisyah ketika ditanya seorang sahabat, bagaimana Akhlak Rasullah? Ibunda Aisyah menjawab, akhlak Rasulullah adalah Al-Qur'an.
Jadi saat kita merindukan pemimpin sesuper Rasullah dan sahabat Rasulullah tiada jalan lain selain kita merujuk pada Al-Qur'an dan Sirah Nabawiyah.
Keistimewaan dan kemuliaan para sahabat dan para pemimpin umat terdahulu karena mereka berpegang pada Al-Qur'an.
Coba, kita ambil pelajaran bagaimana Rasulullah tetap sabar dan teguh dalam berdakwah mencintai umatnya. Meski dituduh sebagai seorang penyihir.
نَحْنُ اَعْلَمُ بِمَا يَسْتَمِعُوْنَ بِهٖٓ اِذْ يَسْتَمِعُوْنَ اِلَيْكَ وَاِذْ هُمْ نَجْوٰٓى اِذْ يَقُوْلُ الظّٰلِمُوْنَ اِنْ تَتَّبِعُوْنَ اِلَّا رَجُلًا مَّسْحُوْرًا
'Kami lebih mengetahui dalam keadaan bagaimana mereka mendengarkan sewaktu mereka mendengarkan engkau (Muhammad), dan sewaktu mereka berbisik-bisik (yaitu) ketika orang zalim itu berkata, “Kamu hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir.”
(QS. Al-Isra': 47).
Bayangkan, saat Rasullullah berdakwah di Mekah orang kafir Quraisy menuduh dengan tuduhan tukang sihir.
Belum lagi, dihinakan dengan lemparan kotoran bahkan sampai makar pembunuhan pada beliau. Beliau tetap teguh dan sabar menghadapi segala ujian.
Oh ya, begitu pun para Khalifah sesudah beliau yang kita sebagai khulafa'ul Rasyidin. Mereka super sabar dalam mencintai rakyatnya. Hingga hampir seluruh pikiran dan tenaganya ia dermakan untuk melayani umat dan memikirkan kelangsungan dakwah Islam.
Di damping cinta dan kesabarannya mengurusi rakayatnya, para pemimpin generasi terdahulu pun, tegas dalam menghadapi kemaksiatan dan pembangkangan. Masih ingat kan, bagaimana tegasnya Abu Bakar As-Sidik menghadapi orang-orang yang tidak mau membayar zakat.
Padahal Abu bakar terkenal sosok lembut hatinya, mudah menangis. Tapi bukan berarti kompromi dengan pembangkangan atas nama kasihan. Inilah kepemimpinan istimewa. Bagaimana dengan sekarang, yah kalian simpulkan sendiri, adakah ketegasan dan kasih sayang serupa sahabat kita temukan. Sulit dan jarang.
Iya, terang saja sulit ditemuka, lha pemimpin sekarang cenderung abai dengan rakyat. Bahkan lebih dekat dengan konglomerat.
Adapun pemimpin terdahulu dekatnya pada rabb-Nya dsb para ulama', ia minta masukan dan nasehat. Bahkan sosok Umar sangat suka dikritik dalam rangka muhasabah.
Inilah, supernya pemimpin generasi terdahulu. Kesabarannya jelas berpatokan atas syariat. Bukan, sabar dalam pengertian yang salah yaitu diam dan lembek terhadap kemungkaran.
Lebih dari itu, pemimpin dan generasi terbaik umat ini sedari kecil telah didik menjadi orang yang bertanggung jawab atas mata, telinga dan hatinya. Dan mereka sadar betul bahwa semua akan dihisab di pengadilan akhirat kelak dan yang menjadi saksi adalah tangan dan seluruh anggota tubuh mereka sendiri.
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗاِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا
"Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya."
(QS. Al-Isra': 36, Juz 15).
Sudah saatnya sobat, kita bersama-sama untuk bangkit dan berubah meneladani tiap langkah dan sunah beliau nabiyullah Muhammad. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Pemimpin Super Sabar "