PTM Tiba, Malas Melanda
Oleh: Choirin Fitri (Pemerhati Remaja)
PTM alias Pembelajaran Tatap Muka udah mulai digelar lagi. Setelah hampir 2 tahun mengikuti pembelajaran daring yang bikin garing. Seneng nggak sih?
Jangan-jangan kamoe malah males gegara terlalu lama enak-enakan belajar daring sambil rebahan. Atau, udah kadung kecanduan game online hingga sayang untuk ditinggalkan. Atau, udah dapat kerjaan dengan gaji lumayan buat jajan. Sehingga, PTM tiba, malas melanda.
Wah, jangan sampai dong ya sebagai generasi muda penerus bangsa ini kita kena virus malas. Virus yang efeknya lebih dahsyat dari Corona. Kok bisa?
Corona hanya menyerang sistem kekebalan tubuh yang lemah. Fisik doang. Tapi, kalau virus malas menyerang raga enggan ngapa-ngapain, otak sulit diajak mikir, bahkan jiwa pun nggak mau diajak maju. Nah, lebih ngeri virus malas kan?
Meski sebenarnya virus Corona juga tak kalah menakutkan. Pasalnya, hampir 2 tahun melanda belum tampak ujung penyelesaiannya. Padahal, korban jiwa entah berapa sekarang hitungannya. Yang jelas bukan puluhan tapi sudah mencapai angka juta jika ditotal seluruh dunia.
Sayangnya meski korban jiwa sudah amat banyak penanganan untuk menghentikan Pandemi terkesan setengah hati. Pasalnya, buka tutup wilayah negara itu juga membuat orang yang telah terpapar akan mudah menularkan. Kan ngeri!
Meski begitu, pemerintah telah bersikukuh PTM harus dimulai. Meski tak semua bisa masuk alias bergiliran. Tak pakai tapi atau nanti. Tak terlalu penting bisa melaksanakan prokes secara totalitas atau setengah-setengah. Yang penting, PTM harus dimulai apapun resikonya.
Jika ada berita ada cluster baru penularan Covid-19 yakni cluster sekolah dijawab aja itu kan kasus. Nggak semuanya. Yang lain aman kok. Dan, berbagai retorika kata lainnya.
Emang sih, siswa, guru, sampai orangtua ingin PTM segera digelar. Pasalnya, orangtua merasa anaknya makin malas jika sekolah di rumah. Guru pun merasa pembelajaran tidak bisa maksimal. Dan, para siswa merasa bosan gegara tugas selama daring banyaknya tak terkira. Bikin stress.
Andai harapan siswa, guru, dan orangtua ini diaminkan oleh negara dengan fasilitas mamadai yang menjamin anak terhindar dari Pandemi, tentu mereka akan sangat bersyukur. Bersyukur memiliki pemerintahan yang peduli pakai banget pada rakyat. Bersyukur memiliki punggawa negeri yang tak main setengah hati.
Nyatanya itu hanyalah keinginan idealis. Selanjutnya diserahkan pada individu masing-masing untuk menjaga diri atau pada sekolah yang memiliki kemampuan finansial pribadi untuk menyediakan fasilitas prokes.
Trus, gimana dong kalau PTM udah dimulai? Ya, harus dibasmi itu virus malas. Jangan sampai ngehalangi kita untuk menuntut ilmu yang diwajibkan oleh Allah.
Trus, gimana dengan virus Corona? Ya, sebagai manusia kita tetap wajib berupaya menghindarinya dong. Jaga imun dengan konsumsi makanan bergizi plus herbal juga. Jangan lupakan prokes yes! Itu penting.
Tambahi, jaga iman dengan banyakin doa biar Allah hindarkan dari wabah. Insya Allah dengan begini PTM yang bakal kita jalani jadi nikmat dan penuh berkah. Iya nggak? (reper/baim)

Posting Komentar untuk "PTM Tiba, Malas Melanda"