Wisata Maulid Nabi SAW: "Cinta Nabi, Cinta Perjuangan Nabi"
Pada hari Rabu, tanggal 20 Oktober 2021, komunitas remaja Waru dan Sedati Sidoarjo mengadakan acara wisata maulid Nabi SAW di Sendang, Trawas Mojokerto dalam memperingati kelahiran Baginda Nabi besar Muhammad SAW. Berangkat dari Waru jam 16.30 pada hari Selasa 19 Oktober, mereka sungguh berbahagia dan semangat mengikuti acara, terlihat dari wajah mereka yang ceria sepanjang perjalanan menuju tempat tujuan, kediaman Ustad Heru Ilyasa. Mereka berwisata didampingi oleh Ustad Mustakim, Ustad Efendi dan mas Iful yang gaul dan dekat dengan peserta, karena mampu menyelami dunia dan memahami bahasa mereka yang kebanyakan masih usia remaja. Alhamdulilah rombongan pertama dengan Mas Aris sebagai sopir sedangkan yang kedua, ustad Iman, malaju menuju tempat tujuan dengan lancar tanpa halangan yang berarti.
Di tengah perjalanan, dalam dua rombongan mobil, mereka belajar dan langsung praktek untuk sholat dalam perjalanan, sholat jama' maupun qoshor. Mereka sampai di kediaman Ustad Heru Ilyasa sekitar pukul 20.00, dilanjutkan dengan makan malam serta sambutan dan tausiyah dari pemilik pondok. Beliau dalam sambutannya menjelaskan beberapa hal tentang fasilitas yang tersedia di pondok. Beliau juga mengingatkan untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah kita rasakan meskipun dengan segala keterbatasan yang kita punya karena Allah berfirman di dalam al-Qur'sn Surat Ibrahim Ayat 7, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”
Beliau juga mengingatkan agar acara wisata tidak hanya sekedar amalan biasa, tapi amalan yang bermakna ibadah yang bisa mengantarkan pada surgaNya, karena isinya ada kebaikan yang dikaitkan dengan Islam. Beliau menjelaskan banyak dari mereka yang bergembira dalam acara wisata yang tidak mendapatkan apa-apa untuk kehidupan akhirat, karena apa yang dilakukan hanya amalan mubah, namun jika di dalam amalan mubah diniatkan untuk sesuatu kebaikan karena Allah, sebagai contoh dalam acara wisata ada taklimnya, tentunya acara wisata tidak hanya membawa pada kesenengan belaka di dunia, tapi juga kebaikan dan keberkahan untuk kehidupan akhirat. Beliau menjelaskan dalam satu forum majelis Ilmu yang didalamnya membahas tentang Islam, maka dalam sebuah hadist dijelakan akan ada 70 puluh ribu malaikat yang akan mendoa'kan kita.
Acara kemudian dilanjutkan oleh Ustad Mustakim dengan membentuk peserta menjadi beberapa kelompok dengan nama sahabat nabi agar mereka lebih dekat dengan sahabat Rasullulah yang ikut dalam perjuangan menegakkan agama Allah di muka bumi. Mereka juga diminta untuk mempersiapkan diri mereka menceritakan tentang sahabat nabi yang menjadi nama kelompok mereka. Ustad Mustakim juga mengisahkan kehidupan rasulluah, keluarga, dan sahabat beliau dengan tujuan mereka lebih mengenal Baginda Nabi Besar Muhammad SAW, sehingga mereka lebih bisa mencintai dan menjadikan beliau contoh teladan dalam kehidupan mereka. Sebelum tidur mereka diminta untuk menyiapkan kisah sahabat nabi yang menjadi dengan cara Googling dan mendiskusikan dengan anggota kelompoknya. Pada pukul 03.00, peserta dibangunkan untuk ambil air wudhu untuk sholat tahajud dan witir. Meskipun ngantuk berat dan air begitu dingin menusuk tulang, mereka semangat untuk bangun dan menunaikan sholat malam sebagai bentuk cinta mereka pada Rasullulah.
Sebelum masuk sholat shubuh mereka diingatkan untuk menyiapkan tugas untuk menceritan kisah sahabat rasullulah yang sudah menjadi pilihan kelompoknya. Sebelum sholat subuh berjamaah, peserta diminta untuk sholat sunah qobliyah subuh karena pahalanya lebih baik dari dunia dan seisinya. Setelah sholat shubuh berjamaah, mereka diberi kesempatan untuk menyiapkan diri bersama kelompoknya untuk menceritakan kisah sahabat rasullulah. Banyak teladan baik yang bisa diambil dari kisah sahabat rasullulah. Mereka diharapkan bisa membiasakan kebaikan dari aktifitas ibadah dan amalan sunah yang dilakukan selama acara dan bisa menjadikan kisah sahabat nabi inspirasi yang akan membawa pada perubahan pada diri mereka ke arah yang lebih baik.
Sebelum mereka diajak untuk jalan-jalan menuju air terjun, setiap kelompok diminta lagi untuk mencari tahu tentang peperangan yang terjadi selama rasullulah. Harapannya, mereka bisa mengambil pelajaran dan juga semangat jihad dari kisah peperang yang tidak mudah dan penuh perjuangan untuk menegakkan agama Allah di muka bumi. Selama perjalanan menuju air terjun mereka terlihat bergembira dan tetap semangat, meskipun jalan menuju air terjun tidaklah mudah. Dari situ mereka bisa mengambil pelajaran bahwa jalan menuju surga memang tidak mudah namun kita tidak boleh mengeluh dengan menapaki jalan sesuai dengan petunjuk yang dibawa rasullulah yakni agama Islam. Sungguh jika kita mangikuti petunjukNya, insyallah kita akan bisa menuju ke SurgaNya, sebaik-baik tempat kembali.
Alhamdulilah, pelajaran tentang kehidupan yang akan menjadi bekal untuk menapaki jalan yang lurus agar selamat di dunia dan akhirat sudah mereka dapatkan. Anggap setiap kesulitan hidup sebagai ujian yang akan mengantarkan mereka pada kemuliaan dan kebahagiaan hakiki. Setelah sampai di pondok sarapan pagi sudah siap menanti, hidangan lezat yang menggugah selera apalagi setelah perjalanan dari air terjun membuat perut lapar. Setelah sarapan, Mas Iful dan Ustad Efendi, mengingatkan kembali nasehat-nasehat yang mereka dapatkan selama mengikuti acara, agar mereka selalu mengkaitkan setiap perbuatan dengan Islam.
Setelah itu acara, dilanjutkan dengan presentasi tentang kisah perang yang pernah terjadi pada masa Rasulullah Saw. Mereka begitu antusias menceritakan kisah perang mulai dari perang Badar, Uhud, Mut'ah dan Khondak yang didalamnya banyak ibroh yang bisa kita ambil terutama semangat jihat yang luar biasa dari para sahabat untuk memperjuangkan agama Allah, Islam, meskipun banyak tantangan yang tidak mudah. Semua butuh keberanian dan juga keyakinan yang total bukan yang setengah-setengah dalam perjuangan. Semoga, mereka bisa berubah dan hijrah total serta mengkaitkan setiap amal perbuatan dengan Islam, sehingga setiap langkah mereka bisa mengantarkan mereka ke surgaNya. Akhirnya, setelah sholat Dhuhur dan makan siang mereka berpamitan dengan pemilik pondok, Ustad Heru Ilyasa, untuk kembali ke Sidoarjo. Semoga setiap acara dan juga ilmu yang mereka dapatkan bisa menginspirasi mereka dan membuat mereka berubah menjadi remaja unggul dan memiliki kepribadian Islam. (ME)

Posting Komentar untuk "Wisata Maulid Nabi SAW: "Cinta Nabi, Cinta Perjuangan Nabi""