Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mari Siapkan Bekal 


 Oleh: Mia Fitriah Elkarimah


Kematian merupakan sunnatullah bagi setiap makhluk yang bernyawa, 


Sejak Adam diciptakan sampai hari kiamat, tidak ada seorang pun yang bisa menolak akan datangnya kematian. Meskipun ilmu dan teknologi berkembang dengan pesat, serta banyak penemuan-penemuan baru tetap saja kemampuan akal tidak bisa menembus  hal itu. 


Di zaman ini mati adalah pembahasan tabu yang tak perlu dibincangkan. Bahkan menjadi momok menakutkan yang seolah tak ada yang menginginkan kematian itu menghampirinya. Padahal mau tidak mau, malaikat Izrail siap mengintai setiap saat bagi mereka yang sudah tiba ajalnya. 


Hadis Nabi saw yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas ra bahwa Rasulullah saw bersabda: "Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah manusia dimuka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenung wajah seseorang, ditemukan orang itu ada yang tertawa-tawa.” Lalu Malaikat izrail berkata: 'Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih bersantai dan bergelak tawa.' 


Dalam arti manusia diharapkan selalu menyiapkan dirinya untuk menghadapi maut yang bisa datang kapan saja. Orang yang ingat mati akan selalu berusaha mengumpulkan bekal untuk menghadapi itu. 


Di dalam kitabnya Ar-Rûh karangan Imam Ibnu Qayim Al-Jauzi. Sesungguhnya arwah ada dua macam; arwah yang disiksa dan arwah yang diberi nikmat.


Maka alam kubur bagi penghuninya bisa merupakan rumah yang aman dan nyaman bagi yang menjalani ketaatan kepada Allah, tetapi sebaliknya pintu gerbang pertama Yang dikenal dengan siksa kubur. Sesungguhnya kuburan itu adalah rumah (tempat singgah) pertama menuju akhirat. Jika seseorang selamat di sana, maka apa yang setelah itu akan lebih ringan. Kalau ia tidak selamat di sana, maka tahapan yang setelah itu akan lebih berat.


Oleh karena itu, bicara mati adalah berbicara tentang bekal. Oleh sebab itu, jangan biarkan satu hari pun berlalu tanpa ibadah dan kebaikan di dalamnya. Jangan sampai tertipu dengan usia, karena syarat untuk mati tidak harus muda ataupun menunggu tua. Jangan pula teperdaya dengan tubuh yang sehat, karena syarat mati tidak harus sakit terlebih dahulu. Hiduplah hari ini seakan esok tiada lagi. Langitkan doa permohonan ampun kepada-Nya. Sebab siklus kehidupan berkisar datang dan pergi dan mati tak memandang usia tua ataupun muda. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Mari Siapkan Bekal "